Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Chaos! Kenaikan Harga BBM Picu Demo Berdarah, Korban Jiwa Berjatuhan yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Gelombang protes besar pecah di sejumlah kota di Kenya setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar secara drastis akibat dampak perang Iran yang mengguncang pasokan energi global. Aksi demonstrasi dan mogok transportasi nasional pada Senin (18/5/2026) berujung ricuh hingga menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai lebih dari 30 lainnya.
Kerusuhan terjadi setelah operator transportasi umum menghentikan layanan secara massal sebagai bentuk protes terhadap lonjakan harga BBM yang dinilai semakin membebani masyarakat di tengah biaya hidup yang sudah tinggi.
Menteri Dalam Negeri Kenya Kipchumba Murkomen mengatakan empat warga tewas dalam kekerasan yang terjadi sepanjang aksi tersebut.
“Kami kehilangan empat warga Kenya dalam kekerasan hari ini, yang juga menyebabkan lebih dari 30 orang terluka,” kata Murkomen dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, dilansir Reuters.
Aksi mogok nasional dipicu keputusan Otoritas Regulasi Energi dan Perminyakan Kenya yang pekan lalu kembali menaikkan harga bahan bakar eceran hingga 23,5%. Kenaikan ini terjadi hanya sebulan setelah pemerintah sebelumnya juga menaikkan harga BBM sebesar 24,2%.
Pemerintah Kenya menyebut lonjakan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah menjadi penyebab utama kebijakan tersebut. Perang Iran disebut telah mengganggu pasokan minyak dan gas global sehingga mendorong harga energi internasional melambung.
Sebelumnya pada Senin pagi, Menteri Keuangan Kenya John Mbadi mengatakan harga bahan bakar saat ini sebenarnya masih disubsidi pemerintah.
Namun pernyataan itu gagal meredam kemarahan publik dan operator transportasi yang mengaku sudah tidak mampu menanggung lonjakan biaya operasional.
Aliansi Sektor Transportasi pada Minggu malam mengumumkan seluruh kendaraan yang berafiliasi dengan asosiasi anggotanya akan berhenti beroperasi mulai tengah malam sebagai bentuk protes.
Di Nairobi, jalan-jalan menuju pusat kota diblokade operator transportasi yang mogok dan kelompok demonstran. Polisi menembakkan gas air mata di sejumlah lokasi untuk membubarkan massa.
Sebagian demonstran juga membakar ban di jalan-jalan utama sehingga memperparah kemacetan dan membuat ribuan warga terlantar tanpa transportasi.
Di kota pelabuhan utama Mombasa, aksi mogok memicu kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok logistik nasional.
Kenya memang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Hampir seluruh kebutuhan bahan bakarnya didatangkan melalui perjanjian pemerintah-ke-pemerintah dengan negara-negara Teluk.
Kenaikan harga BBM membuat tarif transportasi melonjak tajam dan ikut memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Pekerja hubungan masyarakat berusia 24 tahun, Gabriel Odhiambo, mengatakan biaya transportasinya kini meningkat dua kali lipat. Harga bahan makanan juga melonjak drastis.
Pemerintah Kenya sendiri mencoba membuka dialog dengan operator transportasi pada Senin malam melalui pertemuan antara menteri energi, menteri transportasi, dan para pelaku industri angkutan umum.
Pertemuan itu menghasilkan sedikit kemajuan setelah asosiasi transportasi menerima usulan pemerintah untuk menutup selisih harga solar dan minyak tanah guna mencegah praktik pencampuran ilegal bahan bakar.
Namun kedua pihak tetap berselisih terkait besaran penurunan harga yang diminta operator.
Asosiasi transportasi meminta penurunan sebesar 46 shilling per liter.
“Kami belum menyepakati apapun… Yang kami minta kepada presiden adalah dia harus melakukan sesuatu karena mogok akan terus berlanjut. Mogok masih berlangsung,” kata Ketua Asosiasi Pemilik Kendaraan Angkutan Umum Albert Karakacha dalam konferensi pers.
Untuk periode 15 Mei hingga 14 Juni, Kenya menaikkan harga bensin super di Nairobi menjadi 214,25 shilling Kenya per liter dari sebelumnya 206,97 shilling. Harga solar melonjak menjadi 242,92 shilling dari sebelumnya 196,63 shilling per liter.
Sementara itu, harga minyak tanah tetap di level 152,78 shilling per liter.
Â
(luc/luc)
Add
as a preferred
source on Google


