Wednesday, July 29, 2026
23.2 C
Indonesia

Data Kesuburan Tanah, Cara Pupuk Indonesia Jaga Efisiensi Ekosistem

Satriyo menegaskan, penggunaan pupuk organik tanpa anorganik akan mengurangi hasil kualitas produksi tanaman.

“Pupuk organik untuk tanah, pupuk anorganik untuk makanan tanaman. Ini yang harus kita ambil esensinya. Ini saling melengkapi, bukan dua jenis pupuk yang dipertentangkan, mana yang lebih baik,” ujar Satriyo di Jakarta, Kamis (4/12).

Ia menjelaskan, pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah dengan menjadikannya lembih gembur, dan meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang. Di sisi lain, pupuk organik tidak berdampak langsung terhadap produktivitas tanaman.

Di sini, pupuk anorganik berperan mengisi kekurangan tersebut. Pada saat bersamaan, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Hal ini akan menyebabkan peningkatan dosis pupuk anorganik yang dibutuhkan.

Menurut Satriyo, Indonesia perlu memaksimalkan penggunaan teknologi dan data terkait pengelolaan lahan pertanian agar dapat beradaptasi dengan krisis iklim saat ini. Langkah ini akan berguna dalam pemberian pupuk dalam takaran yang tepat.

“Jangan berlebih atau tidak kurang. Nah, ini perlu big data untuk tanah dan komoditi,” katanya.

Untuk itu, Pupuk Indonesia memiliki data kesuburan tanah per kecamatan di Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Data tersebut mencakup informasi tentang kandungan nitrogen, fosfat, kalium, sampai tingkat keasaman.

Dengan data yang detail hingga tingkat kecamatan, rekomendasi komposisi pupuk untuk setiap jenis tanah bisa lebih optimal. Pendekatan Pupuk Indonesia ini bertujuan menghindari penggunaan pupuk secara berlebihan, yang dapat mengurangi efisiensi produksi secara keseluruhan.

Satriyo mengingatkan, saat ini pendekatan lama yang meyakini semakin banyak pupuk, tanah akan semakin subur, sudah tak sesuai diterapkan.

“Itu ada titik optimalnya, semakin banyak juga akan mencemari tanah juga tidak, akan boros juga Akan ada, akan menjadi faktor yang tidak, yang justru kontraproduktif terhadap pertumbuhan tanaman,” pungkas Satriyo.

(rea/rir)


Sumber

Sedang Hangat

OTT Bupati Pemalang Terkait Korupsi Proyek dan Jual-Beli Jabatan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai OTT Bupati...

Jaga Kedaulatan Ekonomi, 90 Persen Pemasok MIND ID Berasal dari Lokal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jaga Kedaulatan...

Rincian Ganti Rugi Rp206 Juta di Praperadilan Ketiga Roy Suryo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rincian Ganti...

Ekspor Mineral Terganjal Kandungan LTJ, Industri Nikel Buka Suara – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ekspor Mineral...

Prabowo Bangga Anak Petani dan Buruh Masuk 10 Lulusan Terbaik IPDN 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Bangga...

Topik Terbaru

OTT Bupati Pemalang Terkait Korupsi Proyek dan Jual-Beli Jabatan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai OTT Bupati...

Jaga Kedaulatan Ekonomi, 90 Persen Pemasok MIND ID Berasal dari Lokal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jaga Kedaulatan...

Rincian Ganti Rugi Rp206 Juta di Praperadilan Ketiga Roy Suryo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rincian Ganti...

Ekspor Mineral Terganjal Kandungan LTJ, Industri Nikel Buka Suara – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ekspor Mineral...

Prabowo Bangga Anak Petani dan Buruh Masuk 10 Lulusan Terbaik IPDN 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Bangga...

Harga Emas Antam Turun Rp12 Ribu ke Level Rp2.601 Juta Hari Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Emas...

Rakyat Tidak Butuh Birokrasi Berbelit – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rakyat Tidak...

Dari BUMN, Bupati Pemalang, Kini Ditangkap KPK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari BUMN,...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories