Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di DPR, Dirjen PAS Klaim Bir-Wiski di Lapas Cibinong Milik Kasi Kamtib yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Mashudi mengatakan botol bir dan wiski yang ditemukan tim Ombudsman RI saat inspeksi mendadak (sidak) Â di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, merupakan milik Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Kamtib) Adi Nugroho N
Ia mengatakan barang-barang lain dalam bangunan–yang disebut Ombudsman RI bak apartemen dan diduga terkait napi–seperti televisi, sofa dan perabotan rumah tangga juga merupakan milik Adi.
“Berdasarkan pemeriksaan sementara, televisi, perabotan rumah tangga, sofa, springbed, serta kulkas berisi 3 botol wiski dan 1 botol bir merupakan barang milik pribadi Kasi Kamtib,” kata Mashudi dalam rapat dengan Komisi XIII DPR, Jakarta, Senin (28/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bingkai foto yang terlihat saat sidak Ombudsman milik warga binaan Jimmy Masrin yang terpajang rapi di rak. Ia mengklaim barang itu sebelumnya diamankan dalam kegiatan razia keamanan.
Lewat jabatannya diketahui Adi merupakan perwira utama yang membidangi penegakan keamanan dan ketertiban lapas.
Sementara itu, Jimmy Masrin adalah pengusaha yang jadi terpidana dalam perkara korupsi terkait pemberian fasilitas pembiayaan LPEI dan menjalani hukuman di Lapas Cibinong.
Mashudi pun menjelaskan kawasan yang disidak Ombudsman itu adalah Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).
“Terkait area SAE, bangunan yang dinilai menyerupai penginapan kontainer merupakan kantor operasional kegiatan penggemukan sapi yang dibangun melalui APBN 2026, serta mess wisma peristirahatan pegawai melalui APBN tahun 2017,” ujarnya.
Sementara area diduga simulator golf, kata dia, berdasarkan pemeriksaan sementara merupakan fasilitas yang sedang disiapkan menjadi loker.
“Sedang lahan SAE yang diduga sebagai tempat parkir merupakan alternatif ketika area parkir utama penuh,” katanya.
Ia menyatakan di lokasi itu terdapat 16 bangunan rumah dinas. Dia menerangkan sebanyak tiga unit tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara, dan 13 lainnya tidak.
“Terhadap 13 bangunan rumah dinas yang berada di bantaran Sungai Ciliwung dan belum tercatat dalam SIMAK BMN, saat ini masih dilakukan pendalaman terhadap aspek administrasi, status aset, dan pemanfaatan. Pilihan tindak lanjut akan ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku,” kata Mashudi.
Daftar pejabat Lapas Cibinong dinonaktifkan
Sejauh ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menonaktifkan total lima pejabat Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Inspektur Jenderal Kementerian Imipas, Rudi Setiawan menyebut penonaktifan itu dilakukan pihaknya dalam rangka menginvestigasi temuan fasilitas mewah dari Ombudsman.
“Kami menonaktifkan 5 pejabat struktural yang diduga ya bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman,” ujarnya dalam konferensi pers, Sabtu (26/9).
Ia menjelaskan lima pejabat yang dinonaktifkan tersebut merupakan Kalapas Wisnu Hani Putranto, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) I Gusti Bagus Widya Putra, Kasi Kamtib Adi Nugroho.
Kemudian Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik) Yhosep Jhon Ferry dan Kepala Urusan Umum (Kaur Umum) Deni Sugiarto.Â
(yoa/kid)




