Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pupuk Indonesia Perkuat Penyaluran Pupuk Bersubsidi Perikanan Pangkep yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor perikanan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal ini disampaikan oleh Regional CEO 4 Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani dalam kegiatan Pilar Mina Bahari pada Sabtu, (26/9/2026).
Wisnu mengatakan bahwa Pupuk Indonesia terus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan. Hal ini sekaligus memperkuat tata kelola penyaluran agar dapat diterima oleh penerima yang memenuhi ketentuan.
“Pupuk Indonesia berkomitmen memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai alokasi yang telah ditetapkan, sehingga kebutuhan pembudidaya ikan dapat terpenuhi. Kami juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar penyaluran berjalan sesuai ketentuan dan pupuk dapat diterima oleh masyarakat yang berhak,” kata Wisnu.
Khusus sektor perikanan, pupuk bersubsidi diperuntukkan bagi pembudidaya ikan yang tergabung dalam kelompok pembudidaya ikan dan terdaftar dalam e-RPSP Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Penebusan pupuk subsidi tetap dilakukan menggunakan KTP melalui aplikasi iPubers, sebagai bagian dari tata kelola penyaluran yang mendukung ketepatan penerima dan pencatatan transaksi. Untuk kegiatan pembesaran, ketentuan mencakup luas lahan maksimal 2 hektar.
Pada tahun 2026, Kabupaten Pangkep mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan sebanyak 27.156 ton, yang terdiri atas 10.519 ton Urea, 5.950 ton NPK Phonska, 7.246 ton pupuk organik, dan 3.441 ton SP-36. Hingga 24 September 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 11.562 ton atau 43 persen dari total alokasi. Realisasi tersebut terdiri atas 4.969 ton Urea, 790 ton pupuk organik, dan 475 ton SP-36.
Pupuk Indonesia terus mendorong agar seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem penyaluran, mulai dari produsen, pemerintah daerah, penyalur, hingga pembudidaya ikan, memahami ketentuan yang berlaku dan menjalankan proses penyaluran secara tertib.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini penting agar pupuk bersubsidi dapat diterima oleh pembudidaya yang memenuhi persyaratan serta dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Melalui kegiatan Pilar Mina Bahari, Pupuk Indonesia juga mendorong optimalisasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Pangkep dengan memperkuat koordinasi dan komunikasi bersama pemangku kepentingan sektor perikanan.
Dengan tata kelola yang semakin baik, penyaluran pupuk diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan mendukung kebutuhan pembudidaya ikan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan Tb Haeru Rahayu menyampaikan bahwa alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan perlu dimanfaatkan secara optimal oleh penerima yang telah memenuhi ketentuan. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan kegiatan budi daya sekaligus memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menekankan pentingnya memastikan berbagai bentuk dukungan dan bantuan pemerintah, termasuk pupuk bersubsidi, dapat diterima oleh masyarakat yang tepat sasaran. Menurutnya, penguatan koordinasi antara pemerintah dan seluruh pihak terkait diperlukan agar program subsidi dapat memberikan manfaat secara optimal bagi masyarakat di Kabupaten Pangkep.
(tim/sur)




