Thursday, September 3, 2026
26.9 C
Indonesia

UGM Bakal Tempuh Jalur Hukum Usai 5 Mahasiswanya Terluka saat Demo

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai UGM Bakal Tempuh Jalur Hukum Usai 5 Mahasiswanya Terluka saat Demo yang sedang hangat diperbincangkan.


Yogyakarta,

Universitas Gadjah Mada (UGM) berencana untuk menempuh jalur hukum terkait dugaan kekerasan yang dialami lima mahasiswanya saat mengikuti unjuk rasa di Simpang Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9).

Selain dari UGM, masih ada seorang mahasiswa lagi dari UNY yang dugaannya juga jadi korban aksi kekerasan ketika demonstrasi kemarin.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sudjito, mengatakan langkah hukum tersebut tengah disiapkan sebagai bentuk advokasi terhadap mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan dalam aksi penyampaian aspirasi.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Rencananya kayaknya begitu (langkah hukum), lagi nyiapin. Tapi, sekali lagi pesan terpentingnya itu. Siapapun melakukan kekerasan harus bertanggung jawab,” kata Arie di Balairung, UGM, Sleman, DIY, Rabu (2/9).

Arie mengatakan pihak universitas bersama mahasiswa sedang mempertimbangkan proses advokasi dengan melibatkan sejumlah pihak. Menurutnya, dugaan kekerasan yang terjadi tidak dapat dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.





Sikap tersebut diambil UGM karena Arie menilai kekerasan dalam situasi demonstrasi berpotensi menjadi pola yang berulang apabila tidak ditindak. Ia mengingatkan bahwa tindakan semacam itu pada akhirnya dapat mengancam lebih banyak orang.

“Saya khawatir ini akan menjadi model kalau dibiarkan kekerasan ini bisa mengancam pada siapapun. Karena itu tidak ada toleransi untuk praktik-praktik kekerasan,” tegasnya.

Arie menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurut dia, perlindungan terhadap mahasiswa dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga demokrasi dan kemanusiaan, terlebih ketika mahasiswa sedang menjalankan haknya untuk menyampaikan aspirasi.

“Jadi apapun itu tidak boleh ada kekerasan. Atas nama kemanusiaan, atas nama demokrasi, atas nama institusi juga kekerasan tidak dibenarkan,” tegas Arie.

Pada konteks aksi yang berlangsung dalam situasi ramai dan penuh sesak, Arie meminta kepolisian menjalankan peran aktif untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan mahasiswa. Ia menilai langkah preventif diperlukan agar situasi demonstrasi tidak berkembang menjadi kekerasan atau praktik premanisme politik.

“Bahwa situasi crowded dan sebagainya saya berharap kepolisian bisa mengambil perannya untuk melindungi masyarakat, melindungi mahasiswa. Jangan sampai terjadi kekerasan. Saya tidak ingin juga premanisme politik terjadi,” tandas Arie.

Ia juga menekankan bahwa penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari sikap kritis yang semestinya didengar. Karena itu, Arie mengajak seluruh pihak menjaga ruang demokrasi sekaligus mencegah praktik kekerasan dalam setiap proses penyampaian pendapat.

“Kalau mahasiswa itu menyampaikan aspirasi ya didengarkan. Itu adalah bagian dari sikap kritis,” tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 6 mahasiswa dilaporkan mengalami luka dalam unjuk rasa Aliansi Masyarakat Sipil di Simpang Empat Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Yogyakarta, DIY, Selasa (1/9).

“Ada enam mahasiswa, lima mahasiswa dari UGM dan satu mahasiswa dari UNY yang kemarin akhirnya harus sempat dirawat di rumah sakit,” kata Direktur Direktorat Kemahasiswaan UGM, Hempri Suyatna di Balairung, UGM, Sleman, Rabu (2/9).

Berdasarkan data yang dibagikan Hempri, para mahasiswa mengalami luka berupa memar di pelipis, luka robek di jidat, luka robek di bibir, memar bagian perut dan kepala belakang. Ada pula dua mahasiswa yang mengalami trauma dan sesak nafas dalam aksi tersebut.

Menurut Hempri, para mahasiswa tersebut pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB sudah diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit Panti Rapih, tempat mereka mendapat penanganan medis.

“(Keterangan mahasiswa korban) ya mereka tiba-tiba jalan terus ada yang mukul,” imbuh Hempri.

Hempri bilang, pihaknya kemarin telah meminta jajaran Kantor Keamanan Keselamatan Kerja Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) UGM memantau aksi mahasiswa sejak sore hingga dini hari.

Berdasarkan laporan yang ia terima, aksi mahasiswa berjalan kondusif dan menghindari tindakan provoaktif. Kata Hempri, aksi provokasi justru datang dari kelompok lain di lokasi.

“Saya kira di pukul 19.00 ini juga sudah ada bentuk-bentuk provokasi ya, yang saya kira dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat tertentu yang saya kira sempat menyebabkan ya mungkin konflik sesaat,” papar Hempri.

“Tapi waktu itu kan situasinya sudah kembali normal ya, sekitar jam 19.20-an dan saya pikir itu akan bisa berjalan dengan baik. Tapi sekitar jam 22.00 saya kira teman-teman mahasiswa dipukul mundur oleh kelompok-kelompok masyarakat dan ironisnya dengan berbagai bentuk aksi kekerasan yang tidak sepantasnya terjadi ya,” sambungnya.

(kum/wis)


Sumber

Sedang Hangat

Bahaya! Industri RI Ini Paling Banyak Dihajar Barang Impor – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahaya! Industri...

Pantas Pembahasan RUU Migas Dikebut, Ternyata Ini Jeroannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pantas Pembahasan...

Terungkap Sketsa Wajah Terduga Pengeroyok Warga di Pejompongan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terungkap Sketsa...

Agrinas Palma Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Agrinas Palma...

Alert! Raksasa NATO Deklarasi Diserang Drone Rusia, Hantam Bandaranya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Alert! Raksasa...

Topik Terbaru

Bahaya! Industri RI Ini Paling Banyak Dihajar Barang Impor – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahaya! Industri...

Pantas Pembahasan RUU Migas Dikebut, Ternyata Ini Jeroannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pantas Pembahasan...

Terungkap Sketsa Wajah Terduga Pengeroyok Warga di Pejompongan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terungkap Sketsa...

Agrinas Palma Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Agrinas Palma...

Alert! Raksasa NATO Deklarasi Diserang Drone Rusia, Hantam Bandaranya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Alert! Raksasa...

BGN Minta Kepala SPPG Dipecat Usai 500 Santri Keracunan di Sidoarjo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BGN Minta...

Pakar Sebut RUU Perampasan Aset Harus Punya ‘Roh’ Pemberantasan Korupsi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pakar Sebut...

Kapal Tongkang Tersangkut di Kapuas, ESDM: Air Surut, Bukan Produksi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapal Tongkang...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories