Tuesday, October 6, 2026
29.8 C
Indonesia

Iran Kecam Penembakan Sydney Saat Perayaan Yahudi


Jakarta, —

Kementerian Luar Negeri Iran pada Minggu mengecam “serangan kekerasan” di Sydney yang menargetkan perayaan Yahudi, Hanukkah, dan menewaskan 11 orang.

“Kami mengutuk serangan kekerasan di Sydney, Australia. Teror dan pembunuhan manusia, di mana pun dilakukan, ditolak dan dikutuk,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei di X.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran bersikap demikian meski hubungannya dengan Australia telah memburuk secara signifikan tahun ini.

Pada Agustus, Australia menyalahkan Korps Garda Revolusi Islam Iran atas dua serangan pembakaran pada 2024 yang menargetkan komunitas Yahudi di sana.

Serangan pembakaran tersebut menargetkan restoran kosher di Sydney dan sinagoge di Melbourne tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.

Setelah serangan tersebut, Australia menyatakan duta besar Iran sebagai persona non grata serta memberi dia dan tiga diplomat Iran lainnya waktu seminggu untuk meninggalkan negara itu.

Australia juga menarik duta besar mereka sendiri dan menangguhkan kegiatan kedutaan mereka di Teheran.

Iran mengutuk langkah Australia tersebut dan berjanji akan melakukan “tindakan balasan”.

Pada November, pemerintah Australia menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai kelompok pendukung terorisme.

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut langkah itu sebagai “tindakan yang menghina dan tidak dapat dibenarkan” dan “pelanggaran terhadap aturan dan norma hukum internasional yang berkaitan dengan kedaulatan nasional negara.”

Pada Juni, Iran dan Israel terlibat dalam perang langsung setelah setahun saling serang usai perang Gaza.

Israel menyerang situs militer dan nuklir Iran selama perang itu yang berlangsung selama 12 hari. Israel juga menyerang daerah pemukiman, menewaskan lebih dari seribu orang.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel yang menewaskan puluhan orang.

Amerika Serikat sempat bergabung dalam konflik dengan serangan terhadap situs nuklir Iran sebelum gencatan senjata tercapai.

(fea)


Sumber

Sedang Hangat

Puan Respons Gugatan Syarat Cawapres Gibran di MK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Puan Respons...

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Rp 13,24 T Hasil Rampasan Satgas PKH

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Hadiri...

BPK Ungkap Hasil Audit 20 Tahun, Rp163 T Uang Negara Bisa Diselamatkan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPK Ungkap...

Bocoran Menkop soal Wacana Gaji PNS Lewat Koperasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bocoran Menkop...

Ledakan Besar, Bandara Internasional Riyadh Arab Saudi Diserang Rudal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ledakan Besar,...

Topik Terbaru

Puan Respons Gugatan Syarat Cawapres Gibran di MK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Puan Respons...

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Rp 13,24 T Hasil Rampasan Satgas PKH

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Hadiri...

BPK Ungkap Hasil Audit 20 Tahun, Rp163 T Uang Negara Bisa Diselamatkan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPK Ungkap...

Bocoran Menkop soal Wacana Gaji PNS Lewat Koperasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bocoran Menkop...

Ledakan Besar, Bandara Internasional Riyadh Arab Saudi Diserang Rudal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ledakan Besar,...

Dasco Buka Suara soal Rumor Surpres Pergantian Panglima TNI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dasco Buka...

Polisi Usut Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Imbau Korban Melapor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Usut...

Rosan Buka Suara soal Nasib Kementeriannya Usai Ada Kemenko Hilirisasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rosan Buka...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories