Friday, November 6, 2026
29.1 C
Indonesia

Fakta-fakta Penggerebekan Narkoba di Kalteng yang Tewaskan 3 Polisi

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Fakta-fakta Penggerebekan Narkoba di Kalteng yang Tewaskan 3 Polisi yang sedang hangat diperbincangkan.

Daftar Isi



Jakarta, —

Penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah berakhir duka. Tiga polisi tewas dalam peristiwa itu.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengejar semua pelaku yang terlibat dalam tewasnya ketiga anggota Korps Bhayangkara tersebut.

CNNIndonesia.com merangkum sejumlah fakta terkait peristiwa tersebut, sebagai berikut:



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3 polisi tewas

Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan meninggal dunia saat ikut terjun dalam operasi penindakan terhadap para bandar narkoba.





Anggota polisi yang pertama kali ditemukan meninggal dunia adalah Aipda Yudhie Perdana Putra. Yudhie meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam.

Sementara itu, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana yang sempat dilaporkan hilang setelah penggerebekan, telah berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Nopandri ditemukan di DAS Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 15.55 WIB. Sementara jenazah Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7) pagi.

Kronologi penggerebekan

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan penggerebekan terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut.

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

“Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang,” tutur Eko, Kamis (2/7).

Situasi semakin memanas lantaran massa terus bertambah dan menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Satu terduga pelaku ditangkap

Mengutip Antara, tim gabungan Polda Kalimantan Tengah menangkap pria berinisial S alias A yang diduga terlibat penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.

“Benar, berdasarkan informasi dari tim yang berada di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku,” kata Kepala Polda Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan di Katingan, Jumat pekan lalu.

Berdasarkan informasi di lapangan, terduga pelaku ditangkap di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Pelaku sebelumnya menjadi target pengejaran aparat kepolisian setelah insiden penyerangan yang mengakibatkan sejumlah anggota polisi meninggal dunia.

Saat ditangkap, terduga pelaku sedang bersama istrinya dan bersikap kooperatif saat petugas meminta untuk menyerahkan diri.

Meski satu terduga pelaku telah ditangkap, proses pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus dilakukan.

Instruksi Kapolri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya untuk menindak tegas terukur kepada para bandar maupun gembong narkoba buntut peristiwa tersebut.

“Lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum. Apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (3/7).

Sigit menyebut tindakan tegas terhadap seluruh bandar narkoba tersebut bertujuan untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dari bahaya laten narkotika.

“Karena mereka (bandar narkoba) adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa,” ucap dia.

(dis/wis)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

IHSG Anjlok 16,7 Persen pada Oktober, Asing Tarik Dana Rp16,88 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IHSG Anjlok...

Kala Jokowi Tunjukkan Ijazah di Sidang tapi Roy Suryo Tetap Tak Percaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kala Jokowi...

Kita Hormati Hak di Konstitusi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kita Hormati...

Investor Pasar Modal RI Tembus 33,55 Juta, Tambah 1,38 Juta Sebulan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Investor Pasar...

Ajudan Jokowi Jadi Saksi di Sidang dr Tifa 12 November

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ajudan Jokowi...

Topik Terbaru

IHSG Anjlok 16,7 Persen pada Oktober, Asing Tarik Dana Rp16,88 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IHSG Anjlok...

Kala Jokowi Tunjukkan Ijazah di Sidang tapi Roy Suryo Tetap Tak Percaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kala Jokowi...

Kita Hormati Hak di Konstitusi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kita Hormati...

Investor Pasar Modal RI Tembus 33,55 Juta, Tambah 1,38 Juta Sebulan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Investor Pasar...

Ajudan Jokowi Jadi Saksi di Sidang dr Tifa 12 November

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ajudan Jokowi...

Ketum Muhammadiyah Desak Penyadapan oleh Listyo dkk Diusut Transparan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ketum Muhammadiyah...

Bos KAI Pastikan Batal Impor KRL Bekas Jepang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos KAI...

Respons Jokowi Soal Putusan MA Terkait Suket Ijazah SMA Gibran Tak Sah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Respons Jokowi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories