Saturday, July 4, 2026
19.2 C
Indonesia

China Semprot AS-Uni Eropa soal UU Persatuan Etnis, Teriak Fitnah Keji – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Semprot AS-Uni Eropa soal UU Persatuan Etnis, Teriak Fitnah Keji yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – China melontarkan respons keras terhadap kritik Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa atas undang-undang baru tentang persatuan etnis yang mulai berlaku pekan ini. Beijing menilai tudingan Barat sebagai “fitnah keji” sekaligus bentuk campur tangan terhadap urusan dalam negerinya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menegaskan undang-undang tersebut justru bertujuan memperkuat perlindungan hukum bagi seluruh kelompok etnis di negaranya.

“Penguatan supremasi hukum bermanfaat untuk melindungi hak dan kepentingan semua kelompok etnis dengan lebih baik dan meningkatkan persatuan etnis,” kata Guo, Jumat (3/7/2026), seperti dikutip Reuters.

Guo juga menyindir AS dan Uni Eropa yang dinilainya mempolitisasi isu etnis China. Menurutnya, sejumlah negara mengabaikan perkembangan ekonomi, sosial, serta pencapaian China dalam tata kelola hak asasi manusia.

“Mereka dengan jahat mencemarkan kebijakan etnis China dengan memalsukan informasi, mencampuri urusan internal China, dan merusak persatuan etnis China,” ujarnya. Ia pun mendesak pihak-pihak terkait untuk berhenti menyebarkan “kebohongan” dan membesar-besarkan isu etnis.

Undang-undang yang mulai berlaku sejak Rabu itu disahkan Beijing pada Maret lalu. Aturan tersebut dirancang untuk membangun identitas nasional bersama di antara 55 kelompok etnis minoritas di China, termasuk Tibet dan Uyghur, yang selama ini menjadi sorotan komunitas internasional terkait isu hak asasi manusia.

Namun, salah satu ketentuan dalam regulasi itu menuai perhatian karena memberikan dasar hukum bagi Beijing untuk meminta pertanggungjawaban hukum terhadap individu atau kelompok di luar wilayah China yang dianggap merusak persatuan etnis atau menghasut separatisme.

Aturan baru tersebut juga memicu kekhawatiran di Taiwan. Pemerintah di Taipei menilai regulasi itu dapat menjadi landasan hukum tambahan bagi Beijing untuk mengejar warga Taiwan yang dituding mendukung kemerdekaan pulau tersebut.

Kepala Dewan Urusan Daratan Taiwan, Chiu Chui-cheng, menilai cakupan undang-undang itu hampir tidak memiliki batas.

“Ini hampir seperti dekrit kekaisaran. Yurisdiksinya tampaknya menjangkau ke mana-mana, seolah-olah seluruh dunia harus mematuhinya,” kata Chiu kepada sebuah stasiun radio di Taiwan.

Chiu juga memperingatkan warga Taiwan agar berhati-hati saat bepergian ke negara-negara yang memiliki hubungan dekat dengan Beijing, seperti Belarus dan Kamboja. Menurutnya, ada risiko warga Taiwan diekstradisi ke China apabila dianggap melanggar ketentuan dalam undang-undang tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Kantor Urusan Taiwan China, Zhu Fenglian, berupaya meredam kekhawatiran dengan menyatakan warga Taiwan yang berkunjung ke China “tidak perlu khawatir”.

Meski demikian, ia menegaskan kelompok pro-kemerdekaan Taiwan yang melakukan tindakan memecah belah bangsa dan merusak persatuan etnis akan diproses sesuai hukum. “Mereka pasti akan dihukum sesuai dengan hukum,” tegas Zhu.

(tfa/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

OTT Bupati Langkat, KPK Amankan Uang Asing Rp 1,22 M dan 55 Kg Logam Platinum

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai OTT Bupati...

Ibu-ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya di Sensus Ekonomi 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ibu-ibu PNM...

Diam-Diam Trump Bantu Iran, Bongkar Rencana Busuk Israel – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Diam-Diam Trump...

Menko Imin Singgung Akademisi Tak Kritis Lagi Saat Jadi Birokrat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menko Imin...

Fakta Mengerikan Perang Rusia-Ukraina, Korban Jiwa Tembus 2 Juta Orang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Fakta Mengerikan...

Topik Terbaru

OTT Bupati Langkat, KPK Amankan Uang Asing Rp 1,22 M dan 55 Kg Logam Platinum

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai OTT Bupati...

Ibu-ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya di Sensus Ekonomi 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ibu-ibu PNM...

Diam-Diam Trump Bantu Iran, Bongkar Rencana Busuk Israel – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Diam-Diam Trump...

Menko Imin Singgung Akademisi Tak Kritis Lagi Saat Jadi Birokrat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menko Imin...

Fakta Mengerikan Perang Rusia-Ukraina, Korban Jiwa Tembus 2 Juta Orang

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Fakta Mengerikan...

Pramono Harap Kemensos Bangun Sekolah Rakyat Lagi di DKI untuk 1.000 Siswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Harap...

Cek Geliat Ekonomi, Purbaya Sebar Anak Buah ke Sejumlah Pasar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cek Geliat...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories