Sunday, June 21, 2026
19.3 C
Indonesia

Kementan Respons Petani Pakai Paracetamol Buat Suburkan Tanaman

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kementan Respons Petani Pakai Paracetamol Buat Suburkan Tanaman yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara merespons video viral petani menggunakan paracetamol dan vitamin B kompleks untuk menyuburkan tanaman cabai.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Agung Sanusi menyatakan pihaknya mendorong penggunaan pupuk, pestisida, dan zat pengatur tumbuh yang telah terdaftar serta memiliki dasar ilmiah dan izin edar untuk sektor pertanian.

“Penggunaan obat-obatan yang diperuntukkan bagi manusia, seperti paracetamol maupun vitamin B kompleks untuk tanaman belum memiliki rekomendasi resmi dalam praktik budidaya cabai di Indonesia,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (20/6).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menduga fenomena itu muncul dari pengalaman empiris sebagian petani atau informasi yang beredar di media sosial. Namun demikian, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang memadai yang menunjukkan paracetamol dapat meningkatkan produktivitas cabai secara konsisten, aman, dan ekonomis di tingkat lapangan.



“Oleh karena itu, praktik tersebut tidak dapat dijadikan acuan budidaya yang direkomendasikan,” imbuhnya.

Agung mewanti-wanti apabila penggunaan obat manusia pada tanaman dilakukan secara luas tanpa dasar ilmiah dan tanpa pengawasan, terdapat beberapa potensi risiko.

Pertama, menimbulkan residu senyawa farmasi pada lingkungan dan kemungkinan masuk ke rantai pangan apabila digunakan secara berlebihan. Kedua, mengganggu keseimbangan mikroorganisme tanah dan ekosistem pertanian.

Ketiga, menimbulkan persepsi keliru di masyarakat bahwa obat manusia dapat menggantikan input pertanian yang telah melalui proses registrasi dan pengujian. Keempat, berpotensi menyebabkan pemborosan biaya produksi karena efektivitasnya belum terbukti.

Kelima, beberapa penelitian internasional menunjukkan bahwa tanaman dapat menyerap paracetamol dari media tanam dan mengakumulasikannya pada jaringan tanaman dalam kondisi tertentu. Karena itu, diperlukan kehati-hatian terhadap penggunaan senyawa farmasi pada tanaman pangan.

Namun penelitian tersebut dilakukan dalam kondisi laboratorium dan belum menjadi dasar untuk merekomendasikan penggunaannya dalam budidaya pertanian.

“Sejauh ini belum terdapat kajian resmi di Indonesia yang merekomendasikan penggunaan paracetamol sebagai sarana produksi pertanian,” imbuhnya.

Agung turut menyoroti narasi di video petani tersebut yang mengaku terpaksa paracetamol lantaran harga pupuk kian mahal gara-gara kurs rupiah jatuh.

“Fenomena penggunaan paracetamol dan vitamin B kompleks pada cabai kemungkinan didorong oleh upaya petani mencari alternatif murah di tengah tingginya biaya produksi. Namun, dari sisi ilmiah dan kebijakan, praktik tersebut belum memiliki dasar rekomendasi resmi dan sebaiknya tidak dipopulerkan sebelum tersedia hasil penelitian yang komprehensif mengenai efektivitas, keamanan, dampak lingkungan, serta potensi residunya pada hasil panen,” kata Agung

Ia mengakui fluktuasi nilai tukar memang dapat memengaruhi harga sebagian bahan baku industri pupuk dan pestisida. Namun, pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui koordinasi dengan produsen, distributor, dan pemerintah daerah agar kebutuhan petani tetap terpenuhi.

“Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan sarana produksi pertanian,” pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(pta/pta)


Add

as a preferred
source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Korban PHK, Ini Daftar Hak Pekerja yang Bisa Didapat-Tak Cuma Pesangon – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Korban PHK,...

Siapin Daftar Belanja, Besok Diskon Jumbo di Transmart Full Day Sale

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siapin Daftar...

Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno, Gus Dur, dan Soeharto

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolri Ziarah...

Rano Segera Cek Jalan Rusak di Pesanggrahan: Pasti Akan Kami Perbaiki

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rano Segera...

Bom Meledak di Thailand, 2 Orang Luka Serius – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bom Meledak...

Topik Terbaru

Korban PHK, Ini Daftar Hak Pekerja yang Bisa Didapat-Tak Cuma Pesangon – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Korban PHK,...

Siapin Daftar Belanja, Besok Diskon Jumbo di Transmart Full Day Sale

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siapin Daftar...

Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno, Gus Dur, dan Soeharto

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kapolri Ziarah...

Rano Segera Cek Jalan Rusak di Pesanggrahan: Pasti Akan Kami Perbaiki

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rano Segera...

Bom Meledak di Thailand, 2 Orang Luka Serius – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bom Meledak...

Tok! Prabowo Tetap Lanjutkan Program MBG, Pengawasan Diperketat – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tok! Prabowo...

Bareskrim Tahan Founder Dana Syariah Terkait Proyek Fiktif

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bareskrim Tahan...

Ziarah Kapolri ke Makam 3 Presiden RI Jelang Hari Bhayangkara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ziarah Kapolri...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories