Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Udara Palembang Buruk Akibat Karhutla, Pemkot Bagikan 15 Ribu Masker yang sedang hangat diperbincangkan.
Palembang, —
Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, membagikan sebanyak 15 ribu masker kepada masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla yang kembali mengepung kota, Minggu (18/10).
Pembagian masker dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan warga dari paparan partikel polutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, mengatakan pembagian masker untuk melindungi masyarakat dari paparan partikel pencemaran udara yang semakin buruk oleh kabut asap.
“Pembagian masker ini bertujuan agar masyarakat tidak terpapar langsung oleh partikel pencemaran udara yang semakin buruk oleh kabut asap,” ujar Aprizal Hasyim, Minggu.
Aprizal menjelaskan, kabut asap yang berasal dari karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah membuat kualitas udara di Palembang masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya. Pada Minggu pagi, Indeks Kualitas Udara (AQI) di sejumlah titik bahkan tercatat tembus di atas 500 hingga 700.
Pemerintah Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas, serta menutup pintu dan jendela jika asap masuk ke dalam rumah.
Sebelumnya, Pemkot bersama BMKG juga telah melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menebar 2,4 ton dry ice untuk mempercepat turunnya hujan. Namun, tingginya jumlah hotspot di OKI yang masih terpantau sebanyak 473 titik panas dan 16 diantaranya kategori high confidence membuat kabut asap kembali tebal.
Pemkot Palembang memastikan akan terus memantau kondisi kualitas udara dan menambah bantuan masker jika kondisi asap semakin memburuk.
(hnf/wis)




