Saturday, June 20, 2026
18.5 C
Indonesia

Trump Kalah Telak Lawan Iran, Ini Buktinya – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Kalah Telak Lawan Iran, Ini Buktinya yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Nota kesepahaman (MoU) damai yang diteken oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Iran di Istana Versailles, Prancis, dinilai sebagai sebuah kemunduran besar bagi geopolitik Washington. Langkah hukum ini menjadi simbol pengakuan bahwa AS gagal mencapai target-target utamanya di Timur Tengah meski telah melancarkan operasi militer besar-besaran sejak tahun lalu.

Draf dokumen berisi 14 klausul perdamaian ini menunjukkan betapa banyak garis merah (red lines) yang sebelumnya ditetapkan AS kini telah dihapus. Jika dibandingkan dengan dokumen negosiasi ketat yang diajukan AS pada tahun 2025 sebelum mengebom fasilitas nuklir Teheran, Trump kini terpaksa melunak dan mundur secara diplomatis dalam kesepakatan terbaru ini.

“Hanya orang dengan pengabaian sejarah yang sejajar seperti Donald Trump yang mau menandatangani perjanjian damai Amerika dengan Iran di Versailles, tempat yang menjadi sinonim bagi penghinaan nasional. Dan hanya orang dengan selera humor nakal seperti Emmanuel Macron yang bersedia mengusulkan lokasi tersebut,” tulis analisis Patrick Wintour selaku Editor Diplomasi mengenai ironi lokasi penandatanganan tersebut.

Pada draf perjanjian tahun 2025 lalu, Washington menuntut agar Iran tidak memiliki kapasitas pengayaan uranium domestik dan wajib mengekspor seluruh cadangan uraniumnya. Namun, dalam KTT G7 di Évian kemarin, Trump justru resmi mengakui hak Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium domestik dengan dalih negara-negara lain di kawasan Teluk juga memiliki program serupa.

Pemerintah AS kini juga melonggarkan aturan pengawasan dengan mengizinkan pengenceran stok uranium berkadar tinggi menjadi 3,67% dilakukan di dalam wilayah Iran di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Demi mengaktifkan kembali izin ekspor minyak mentah Iran, AS bahkan terpaksa membuka pembebasan (waiver) sanksi pada sektor jasa keuangan, perbankan, transportasi, dan proteksi asuransi maritim.

“Memperluas otorisasi ke transaksi keuangan akan meretakkan arsitektur inti dari sanksi minyak dan finansial AS terhadap Iran. Padahal, sanksi tersebut merupakan pengaruh ekonomi paling kuat yang dipegang AS atas rezim tersebut di luar blokade laut,” jelas Miad Maleki, mantan pejabat Departemen Keuangan AS sekaligus peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies.

Konsesi besar yang diberikan oleh pihak Gedung Putih ini ironisnya dilakukan hanya demi membujuk Iran agar bersedia membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang sempat lumpuh akibat perang. Berdasarkan draf MoU, jaminan kebebasan navigasi tanpa pungutan biaya tersebut rupanya bisa berakhir hanya dalam waktu 60 hari saja.

Setelah tenggat waktu tersebut habis, Iran akan memegang kendali penuh bersama Oman untuk menentukan administrasi tarif layanan maritim baru melalui diskusi dengan negara Teluk lainnya. Selain itu, skema dana rekonstruksi Iran senilai US$350 miliar (Rp6.230 triliun) yang digagas AS berisiko menjadi sia-sia karena Washington menolak menyumbang dana sepeser pun.

Skema ini mengharapkan kedermawanan dari negara-negara Arab Teluk untuk mendanai pembangunan kembali infrastruktur musuh mereka. Di sisi lain, pencairan aset domestik Iran yang dibekukan di luar negeri sebesar US$24 miliar (Rp427,2 triliun) dinilai tidak cukup kuat untuk meredam krisis ekonomi Teheran.

Banyak diplomat menilai kesepakatan darurat ini tidak lebih baik dari perjanjian nuklir (JCPOA) era Barack Obama tahun 2015 silam yang lebih ketat dalam verifikasi persenjataan. Dalam MoU besutan Trump kali ini, ruang lingkup pembatasan nuklir dibiarkan menggantung tanpa komitmen hukum yang kuat karena Iran hanya mengulangi penolakan lisan tanpa mekanisme pembongkaran program rudal yang nyata.

Pernyataan penolakan niat sepihak dari Teheran tersebut dianggap tidak relevan oleh para pengamat internasional. Bagi mereka, metode verifikasi di lapangan adalah hal yang paling krusial, dan dalam hal itu posisi AS saat ini tidak beranjak lebih maju dari sebelumnya.

“Satu-satunya presiden yang saya tidak ingin tiru adalah mendiang Herbert Hoover yang agung. Saya tidak ingin melihat bencana ekonomi terjadi di dunia, dan jika Anda membiarkan perang ini terus berlanjut, krisis global tersebut bisa saja benar-benar terjadi,” aku Donald Trump secara blak-blakan mengenai alasannya nekat meneken MoU darurat demi menghindari ancaman resesi ekonomi makro global dan menipisnya cadangan minyak dunia dalam hitungan minggu.

(tps/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-ondel buat HUT 5 Abad Jakarta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Siapkan...

Trump Dongkol Dicap Putus Asa oleh Mojtaba: Kalian yang Begitu!

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Dongkol...

DJP Sebut Pajak Jadi Penopang Utama Program MBG hingga Sekolah Rakyat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DJP Sebut...

Protes ARTJOG 2026 Dihentikan Paksa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Protes ARTJOG...

Topik Terbaru

Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-ondel buat HUT 5 Abad Jakarta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pramono Siapkan...

Trump Dongkol Dicap Putus Asa oleh Mojtaba: Kalian yang Begitu!

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Dongkol...

DJP Sebut Pajak Jadi Penopang Utama Program MBG hingga Sekolah Rakyat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DJP Sebut...

Protes ARTJOG 2026 Dihentikan Paksa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Protes ARTJOG...

John Herdman Ungkap Dukungan Prabowo untuk Timnas di AFF dan FIFA ASEAN

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai John Herdman...

KSP Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berlanjut – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KSP Tegaskan...

Pemerintah Jamin Bunga KPR Subsidi Tetap Meski BI Rate Naik ke 5,75%

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Jamin...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories