Friday, May 15, 2026
24.2 C
Indonesia

Tombol Komputer Eror, Nuklir Meledak & Tewaskan 60.000 Orang – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tombol Komputer Eror, Nuklir Meledak & Tewaskan 60.000 Orang yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Pengembangan teknologi nuklir membutuhkan sistem pengamanan yang ketat, baik dari sisi kualitas perangkat maupun kemampuan sumber daya manusianya. Jika aspek tersebut diabaikan, bencana besar seperti Ledakan Nuklir Chernobyl pada 26 April 1986 dapat kembali terulang.

Peristiwa itu menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar. Sekitar 60.000 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan ribu lainnya terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka bertahun-tahun lamanya, akibat paparan radiasi.

Sebagai informasi, fasilitas nuklir Chernobyl dibangun sebagai bagian dari ambisi Uni Soviet untuk menjadi pemilik kekuatan nuklir terbesar di dunia. Pada 1977, pemerintah setempat berhasil mengoperasikan reaktor nuklir berkapasitas 1.000 megawatt yang mampu memasok kebutuhan listrik dalam skala sangat besar untuk waktu lama.

Dari sini, Soviet terus mengembangkan nuklir. Sampai 1986, ada 4 reaktor nuklir skala besar di Chernobyl dengan kekuatan serupa. Hanya saja, ada beberapa reaktor nuklir masih dalam tahap ujicoba.

Dikutip dari The Guardian, ujicoba yang dimaksud adalah soal pendinginan tanpa henti. Reaktor nuklir harus dalam kondisi dingin, sehingga pasokan air harus tersedia 24 jam dalam 7 haru. Jika tiada, maka reaktor bisa panas dan memicu ledakan.

Dalam kasus Chernobyl, tim nuklir Soviet berupaya melakukan ujicoba aktivasi generator akan turbin terus mengeluarkan air untuk mendinginkan reaktor nuklir.

Ujicoba terjadi pada 26 April 1986. Secara teori, air akan dikeluarkan turbin untuk mendinginkan inti reaktor secara terus-menerus. Dari sini, tim akan mengetahui berapa lama daya tahan turbin untuk tetap menyala.

Sayang, saat melakukan tes, orang-orang yang terlibat tak kompeten. Malah, bersikap denial dan tak terbuka atas masukan. Ini terjadi dalam diri Deputi Kepala Teknisi Anatoly Stepanovich Dyatlov dan Kepala Teknisi Nicholai Fomin.

Mengutip Chernobyl: 01:23:40 (2014), Fomin abai dan seakan-akan menutupi bahwa tenaga pendingin cukup. Padahal jauh dari angan-angan. Fomin tahu tenaga reaktor hanya 200 megawatt, kurang dari angka minimal sebesar 700 megawatt.

Sedangkan Dyatlov ngotot tes harus diadakan hari itu juga. Pada sisi lain, di hari ujicoba, teknisi sudah angkat tangan. Mereka tak mampu melakukannya. Namun, akibat Dyatlov tetap ngotot dan memberikan ancaman mutasi, para teknisi akhirnya manut.

Di sinilah petaka dimulai. Ketika malam berganti, teknisi menyalakan generator. Turbin air pun berhasil masuk. Namun, di tengah jalan, tenaga generator menurun drastis. Tak kuat terus menerus menyala. Akibatnya, suhu inti reaktor nuklir dengan cepat meningkat. Ketika ini terjadi, teknisi bergegas menekan tombol SCRAM di komputer.

Tombol ini merupakan perintah komputer ke sistem untuk menghidupkan generator. Sayang, tombol tak berfungsi akibat tak pernah dicek. Maka, bencana pun terjadi. Reaktor nuklir langsung panas hingga 3.000 derajat Celcius. Tak lama kemudian, nuklir langsung meledak dahsyat.

Ketika radiasi nuklir meluas, banyak warga masih tertidur lelap. Alhasil, mereka tak bisa melarikan diri dan terpaksa terpapar radiasi super tinggi. Saat itu, radiasi nuklir imbas ledakan tak bisa dideteksi alat. Alatnya tak bisa menentukan derajat radiasi saking tingginya.

Barulah ketika matahari nampak, orang-orang kaget ada debu bertebaran. Padahal itu bukan debu biasa, melainkan debu-debu nuklir. Maka, tamatlah orang-orang di sana.

BBC mencatat ada 90 ribu orang tewas akibat radiasi nuklir dalam jangka panjang. Lalu, ada 600 ribu orang yang terpapar radiasi, tetapi tidak tewas. WHO mencatat, radiasi nuklir mencapai jarak 200 ribu Km hingga Eropa. Sementara, Chernobyl sendiri tak bisa dihuni manusia sampai 20.000 tahun lamanya efek radiasi dahsyat.

Sanggahan: Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa lampau yang masih bisa dijadikan pelajaran di hari ini.

(pgr/pgr)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Main Game-Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Main Game-Merokok...

Rumor Gaji ke-13 PNS-TNI-Polri Dipangkas, Pemerintah: Hoaks! – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rumor Gaji...

Krisis BBM Menggila, Kerusuhan Pecah-Warga Mogok Nasional – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Krisis BBM...

6 Update Pertemuan Trump-Xi Jinping: Boeing-Minyak sampai Selat Hormuz – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 6 Update...

Parlemen Israel Mau Bubar, Netanyahu Siap Digulingkan Kawan Sendiri? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Parlemen Israel...

Topik Terbaru

Main Game-Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Disanksi Gerindra

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Main Game-Merokok...

Rumor Gaji ke-13 PNS-TNI-Polri Dipangkas, Pemerintah: Hoaks! – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rumor Gaji...

Krisis BBM Menggila, Kerusuhan Pecah-Warga Mogok Nasional – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Krisis BBM...

6 Update Pertemuan Trump-Xi Jinping: Boeing-Minyak sampai Selat Hormuz – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 6 Update...

Parlemen Israel Mau Bubar, Netanyahu Siap Digulingkan Kawan Sendiri? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Parlemen Israel...

CIA Lakukan Operasi Rahasia di Negara Ini, Pasang Peledak di Kendaraan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai CIA Lakukan...

WHO Ungkap 8 Kasus Hantavirus Andes, Bisa Menular Antar Manusia? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai WHO Ungkap...

Investor China Masuk IKN Bawa Duit Rp 1,25 T, Alasannya Tak Terduga – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Investor China...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories