Thursday, August 27, 2026
17.9 C
Indonesia

Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang 1 Juta Ton Material Sisa

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang 1 Juta Ton Material Sisa yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – MIND ID Grup memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan dengan memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa melalui skema penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan pemulihan (recovery). Langkah tersebut turut mendorong penurunan timbulan limbah padat sebesar 11,3% secara tahunan.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, sebanyak 82.876 ton limbah padat bahan berbahaya dan beracun (B3) serta 946.733 ton limbah padat non-B3 berhasil dialihkan dari pembuangan akhir melalui berbagai skema pemanfaatan kembali. Total material sisa yang dimanfaatkan sepanjang tahun mencapai lebih dari 1 juta ton.

Seiring meningkatnya pemanfaatan material sisa tersebut, total timbulan limbah padat MIND ID Grup turun dari 1.306.835,91 ton pada 2024 menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

Penurunan terjadi pada dua kategori utama. Limbah padat B3 turun dari 270.478,08 ton menjadi 208.441,10 ton. Sementara itu, limbah padat non-B3 berkurang dari 1.036.357,83 ton menjadi 950.608,06 ton.

Secara tren, penurunan timbulan limbah juga berlangsung konsisten dalam tiga tahun terakhir. Total limbah padat MIND ID Grup tercatat sebesar 1.396.034,05 ton pada 2023, turun menjadi 1.306.835,91 ton pada 2024, kemudian kembali menurun menjadi 1.159.049,16 ton pada 2025.

Selain limbah padat, laporan tersebut juga mencatat timbulan limbah cair B3 sebesar 4.764,52 ton sepanjang 2025. Jenis limbah tersebut meliputi oli bekas, minyak bekas, oil sludge, solar bekas, grease bekas, hingga bahan kimia kedaluwarsa.

Pakar Energi Departemen Teknik Sistem Energi Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Eko Adhi Setiawan, menilai capaian tersebut menunjukkan pentingnya sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sebagai fondasi praktik pertambangan yang baik (good mining practice).

“Menurut saya, sistem pengelolaan limbah yang terstruktur sangat penting karena dalam operasi tambang risiko terbesar bukan hanya pada volume limbah, tetapi pada putusnya rantai pengelolaan,” kata Eko dikutip, Rabu (8/7/2026).

Menurut Eko, setiap jenis limbah, baik limbah B3, limbah cair, residu proses, sludge, oli bekas, kemasan bahan kimia, maupun limbah non-B3 dalam volume besar memerlukan jejak pengelolaan yang jelas. Jejak tersebut mencakup asal limbah, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan, hingga bukti akhir pengelolaannya.

Dia mengatakan pendekatan pemanfaatan material sisa juga menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak lagi hanya berorientasi pada pembuangan akhir, tetapi mulai mengoptimalkan material yang masih memiliki nilai ekonomi.

“Limbah tidak hanya dilihat sebagai isu toksisitas yang harus diamankan, tetapi juga sebagai material stream yang perlu diklasifikasi,” ujarnya.

Eko berpendapat klasifikasi diperlukan untuk membedakan material yang harus dikendalikan secara ketat, material yang masih dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, dipulihkan nilainya, maupun yang benar-benar harus dibuang sebagai pilihan terakhir.

Menurut dia, pendekatan tersebut mulai tercermin pada berbagai inisiatif yang dijalankan entitas anggota MIND ID dalam mendukung praktik ekonomi sirkular. PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), misalnya, memanfaatkan slag nikel hasil proses pyrometallurgy sebagai bahan konstruksi Pomalaa Beton (POTON) untuk kebutuhan road base, yard base, dan konstruksi internal.

ANTAM juga mengolah tailing emas menjadi Green Fine Aggregate (GFA), sementara Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dimanfaatkan bersama slag nikel sebagai bahan baku Pomalaa Beton.

Di PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), internal scrap dari proses peleburan dan pengecoran aluminium digunakan kembali untuk mendukung produksi sehingga membantu mengurangi kebutuhan bahan baku primer berupa alumina.

Sementara itu, PT TIMAH Tbk mengelola Sisa Hasil Pengolahan (SHP) menggunakan metode fisik seperti gravitasi, kemagnetan, dan konduktivitas listrik. Pada 2025, SHP tercatat mencapai 1.506,06 ton ore dan masih memiliki potensi untuk dipulihkan melalui proses lanjutan (tin gain).

“Beberapa material sisa dapat memiliki nilai sebagai bahan baku sekunder, substitusi material, atau input untuk industri lain,” pungkas Eko.

(rah/rah)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Menkes Mengaku Didorong Prabowo Masuk Bursa Calon Dirjen WHO

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkes Mengaku...

Mendagri Jenguk Wali Nanggroe Aceh, Sampaikan Salam dari Presiden Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Jenguk...

Danantara Housing Expo 2026, BSI Tebar Promo Beli Rumah Margin 2,75%

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Danantara Housing...

Hutama Karya Teken Kerja Sama Hukum dengan JAMDATUN Kejaksaan Agung – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hutama Karya...

Pipa Sepulau Jawa Sudah Tersambung Tapi Pasokan Gasnya Kurang!

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pipa Sepulau...

Topik Terbaru

Menkes Mengaku Didorong Prabowo Masuk Bursa Calon Dirjen WHO

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkes Mengaku...

Mendagri Jenguk Wali Nanggroe Aceh, Sampaikan Salam dari Presiden Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Jenguk...

Danantara Housing Expo 2026, BSI Tebar Promo Beli Rumah Margin 2,75%

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Danantara Housing...

Hutama Karya Teken Kerja Sama Hukum dengan JAMDATUN Kejaksaan Agung – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Hutama Karya...

Pipa Sepulau Jawa Sudah Tersambung Tapi Pasokan Gasnya Kurang!

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pipa Sepulau...

Kakorlantas Sebut Angka Kecelakaan Turun 22 Persen pada Juli 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kakorlantas Sebut...

Wamendes Sebut BUM Desa Instrumen Penting Bangun Kemandirian Ekonomi Desa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamendes Sebut...

Misbakhun Sebut Negara Hadir Pulihkan Kepercayaan Publik ke Perbankan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Misbakhun Sebut...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories