Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai RI Beri Sinyal Keras soal Laut China Selatan, Sugiono Ungkap Hal Ini yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Indonesia mengirimkan sinyal tegas terkait penyelesaian sengketa di Laut China Selatan dalam Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia mendorong penyelesaian Code of Conduct (COC) Laut China Selatan yang efektif, substantif, dan sesuai hukum internasional sebelum akhir tahun ini.
“Kita telah menunggu selama 24 tahun untuk mendapatkan aturan di laut. Mereka seharusnya tidak perlu menunggu satu tahun lagi,” kata Sugiono di Pasay City, Filipina, Selasa (21/7/2026).
Ia menegaskan Indonesia berkomitmen menyelesaikan COC yang “efektif dan substantif” dengan berlandaskan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
“Kawasan yang diatur oleh hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur oleh kekuatan,” ujarnya.
Menurut Sugiono, penyelesaian COC bukan sekadar mengejar tenggat waktu, melainkan menjadi fondasi penting bagi stabilitas kawasan. Indonesia menilai perdamaian di Laut China Selatan harus dibangun melalui penghormatan terhadap hukum internasional, bukan berdasarkan penggunaan kekuatan.
Dalam kesempatan itu, Sugiono juga menekankan bahwa menjaga perdamaian kawasan harus diiringi dengan perlindungan terhadap warga negara ASEAN. Berkaca dari berbagai konflik internasional, RI mengusulkan pembentukan Forum Kepala Divisi Urusan Konsuler ASEAN sebagai tindak lanjut dari Pernyataan Para Pemimpin ASEAN mengenai krisis di Timur Tengah.
“Ketika konflik pecah jauh dari tanah air, sering kali warga negara kita di luar negeri yang menanggung dampak langsungnya,” kata Sugiono. Ia menambahkan, “Bagi seorang warga negara yang terjebak di zona perang, ASEAN tidak dinilai dari KTT atau pernyataan. ASEAN dinilai dari apakah bantuan itu datang.”
Indonesia juga menyambut baik pembentukan ASEAN Coast Guard Forum, inisiatif yang pertama kali digagas Jakarta pada 2022. Menurut Sugiono, penjaga pantai merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan kawasan maritim ASEAN.
“Penjaga pantai adalah garda terdepan kita di laut. Bagi kawasan maritim seperti kita, perlindungan dimulai di perairan kita sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sugiono menilai ASEAN harus terus mempertahankan pendekatan dialog dan kerja sama di tengah meningkatnya tekanan terhadap sistem multilateralisme global.
Menurutnya, semangat tersebut perlu diwujudkan dalam hubungan ASEAN dengan para mitra dialog melalui kerja sama yang menjawab kebutuhan nyata, mulai dari penanganan krisis, ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga penguatan rantai pasok.
Â
(luc/luc)
Add
as a preferred
source on Google




