Wednesday, September 30, 2026
17.9 C
Indonesia

Pemerintah Kaji Upaya Atasi Over Capacity Lapas Napi Narkoba

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Kaji Upaya Atasi Over Capacity Lapas Napi Narkoba yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto membahas penanganan kelebihan kapasitas warga binaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Ia mengatakan salah satu opsi penanganan yang dipertimbangkan adalah lewat rehabilitas bagi narapidana kasus narkotika.

“Nanti kita akan melakukan rapat koordinasi yang lebih mendalam terkait dengan upaya rehabilitasi khususnya kaitannya dengan penanganan para pengguna atau narapidana yang terkait kasus narkotika yang telah ditangani dan telah ditahan,” kata Suyudi usai rapat dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/9).



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suyudi mengatakan perihal kebijakan itu, BNN akan menggelar rapat dengan sejumlah kementerian terkait untuk merumuskan kebijakannya.

Ia pun menyinggung kondisi kapasitas lapas-lapas di Indonesia yang mengalami over capacity.





“Lapas ini kan sudah over capacity dan juga sebagian besar hampir 80 persen itu adalah tahanan narkotika,” ujar dia.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyampaikan hal yang sama.

Ia mengatakan Prabowo memintanya berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk memikirkan terkait wacana rehabilitasi ini.

Ia menyatakan bahwa narapidana kasus narkotika yang mendekam di dalam lapas sudah mengalami over capacity.

Supratman mengatakan dalam waktu dekat, ia bersama sejumlah lembaga terkait itu akan menggelar rapat bersama.

“Dan merumuskan suatu kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah,” ucap dia.

Selain over capacity Lapas, Suyudi menyampaikan bahwa BNN masih terus menjajaki aturan mengenai narkotika cair, termasuk peredaran vape mengandung etomidate.

Ia menyebut Presiden Prabowo menaruh perhatian pada peredaran narkotika cair tersebut.

“Itu juga nanti akan dibahas secara khusus kembali. Walaupun di bawah Kemenko PMK sudah melakukan rapat koordinasi, tapi kita akan terus menjajaki ini sehingga nanti seperti apa regulasinya,” ucap Suyudi.

(mnf/isn)

Sumber

Sedang Hangat

Vanuatu Bawa-Bawa Isu Soal Papua, Indonesia Buka Suara – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Vanuatu Bawa-Bawa...

Platform Digital Bisa Tambah Penerimaan Negara hingga Ratusan Triliun

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Platform Digital...

Kasus Penipuan Trading Saham-Kripto Terbongkar, Transaksi Rp3,19 T – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasus Penipuan...

Marak Tambang Emas Ilegal di Tapanuli Selatan, Ini Aksi Ditjen Gakkum

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Marak Tambang...

KPK Geledah Rumah Wali Kota Madiun Nonaktif Usut Kasus TPPU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Geledah...

Topik Terbaru

Vanuatu Bawa-Bawa Isu Soal Papua, Indonesia Buka Suara – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Vanuatu Bawa-Bawa...

Platform Digital Bisa Tambah Penerimaan Negara hingga Ratusan Triliun

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Platform Digital...

Kasus Penipuan Trading Saham-Kripto Terbongkar, Transaksi Rp3,19 T – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kasus Penipuan...

Marak Tambang Emas Ilegal di Tapanuli Selatan, Ini Aksi Ditjen Gakkum

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Marak Tambang...

KPK Geledah Rumah Wali Kota Madiun Nonaktif Usut Kasus TPPU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Geledah...

Aturan Baru SPM Jalan Tol Ditargetkan Terbit Oktober 2026 – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Aturan Baru...

Gugatan Praperadilan Silmy Karim Ditolak, KPK: Upaya Penyitaan Sah!

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gugatan Praperadilan...

Alamak! 150 Ton Emas dari Tambang Ilegal Beredar di RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Alamak! 150...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories