Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Muara Karangantu Serang Dibersihkan, Bangkai Kapal Diangkut yang sedang hangat diperbincangkan.
Petugas sedang menormalisasi dan mengeruk Muara Karangantu, Kota Serang, Banten. Muara yang dulu dipenuhi bangkai kapal kini sudah lebih bersih.
Pantauan detikcom di lokasi, Jumat (21/8/2026), lebar muara kini sudah lebih luas. Masih ada ekskavator yang mengeruk sedimen dari dasar sungai. Tidak ada lagi sampah kapal maupun material lain di pinggir muara.
Kini, kapal-kapal nelayan tradisional sudah bisa langsung bersandar di dermaga atau menepi di bibir muara yang telah dibeton. Kapal pun lebih leluasa dan nyaman saat melintas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu nelayan, Juned, menyebut kondisi ini lebih baik dibanding sebelumnya. Ia mengatakan, sudah bertahun-tahun Muara Karangantu sempit dan tidak pernah dikeruk.
“Sudah mendingan sekarang, sudah enak bisa bersandar di samping,” kata Juned.
Namun, Juned menyebut muara masih kurang dalam. Akibatnya, masih ada kapal yang kandas hingga baling-baling patah.
“Di dalam masih belum bersih benar. Kena kayu, kipas nelayannya terpotong,” ujarnya.
|
Normalisasi dan pengerukan Muara Karangantu, Kota Serang, Banten. (Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom)
|
Proyek ini disebut akan selesai pada Desember 2026. Ia berharap muara dapat diperdalam lagi sekitar dua meter agar kapal lebih nyaman melintas.
“Ya kalau diperkirakan, kalau harusnya, mungkin dua meter lebih lah ya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan proyek tersebut merupakan pekerjaan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ia menyebut proyek dilakukan untuk pengendalian banjir dan mempermudah akses kapal nelayan.
“Kalau manfaatnya jelas, pertama pengendalian banjir agar aliran lancar ke laut. Kedua, akses kapal nelayan menjadi lebih mudah karena perahu aman dari sedimentasi,” kata Arlan.
Sebelumnya, puluhan bangkai kapal kayu rusak dan menjadi sampah di Karangantu, Kota Serang, Banten. Kondisi itu membuat jalur nelayan menjadi sempit dan menyulitkan kapal untuk bersandar.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (24/6), di sepanjang muara ditemukan kapal-kapal rusak di pinggir muara. Kapal-kapal tersebut berjejer bersama kapal nelayan yang masih beroperasi.
Beberapa kapal rusak masih terlihat berbentuk, sementara lainnya hanya menyisakan kerangka. Bahkan, ada yang sudah tenggelam dan dipenuhi rumput. Bagian yang tersisa dari kapal itu hanya kerangka anjungan.
Gubernur Banten Andra Soni pun sempat mengecek jalur nelayan di Muara Karangantu. Ia menyebut ada 80 bangkai kapal yang berada di Karangantu.
“Kita lihat sendiri ada kurang lebih sekitar 80 bangkai kapal yang sudah bertahun-tahun, berpuluh tahun tidak tertangani dan menghambat alur pelayaran para nelayan,” kata Andra.
Andra menyebut Pemprov Banten bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) menormalisasi muara dan sungai di Karangantu. Bangkai kapal dan sedimentasi di sungai akan dibersihkan.
“Juga sedimen yang luar biasa tebal ya, yang diperkirakan ada sekitar 190 ribu meter kubik yang akan ditangani,” ujarnya.
Ia menyebut pengerjaan membutuhkan waktu beberapa bulan. Karena itu, ia meminta maaf kepada nelayan apabila aktivitas mereka terganggu.
“Mohon dukungannya kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan yang kemungkinan terganggu dengan aktivitas ini. Diperkirakan beberapa bulan penanganannya, dan saya mohon maaf,” katanya.
Halaman 2 dari 2
(aik/lir)




