Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Media Iran Rilis Daftar 13 Pemimpin Dunia, Jadi Target Balas Dendam yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Sebuah media massa terkemuka asal Iran, Hamshahri, secara terbuka merilis daftar berisi 13 nama pemimpin dunia yang dijadikan target pembalasan dendam pasca-serangan udara mematikan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Peluncuran infografis kontroversial ini memicu alarm kewaspadaan global lantaran memuat nama-nama kepala negara dan pejabat tinggi dari AS, Israel, hingga jajaran negara Eropa.
Mengutip laporan Chosun Ilbo, Senin (13/07/2026), surat kabar harian milik Pemerintah Kota Teheran tersebut memublikasikan daftar ancaman ini tepat setelah prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari lalu. Langkah publikasi ini dilakukan tidak lama setelah Mojtaba Khamenei, yang kini menggantikan posisi sang ayah sebagai Pemimpin Tertinggi, bersumpah akan menuntut balas atas darah para martir yang gugur dalam perang.
Aparat intelijen dan pengamat internasional menilai bahwa pergerakan Hamshahri ini merefleksikan pesan-pesan konservatif ekstrem yang didorong oleh kelompok garis keras yang saat ini mendominasi pemerintahan kota Teheran. Melalui pesan tertulis yang disebarkan ke publik secara luas, otoritas kepemimpinan baru Iran tersebut menegaskan bahwa tuntutan eksekusi pembalasan ini didasari oleh keinginan kuat dari seluruh lapisan masyarakatnya.
“Kami berjanji untuk membalas darah suci Anda dan semua martir yang gugur dalam dua perang ini. Balas dendam ini adalah tuntutan rakyat kami dan harus dieksekusi,” tegas Mojtaba dalam pesan tertulisnya pasca-pemakaman Khamenei.
“Balas dendam tidak bisa dihindari,” demikian bunyi spanduk utama dalam infografis berbahasa Persia tersebut, yang juga menambahkan pesan ancaman: “Para penjahat akan membawa harapan akan kematian yang damai ke liang kubur mereka.”
|
Media Iran Hamshahri menyebutkan 13 nama, termasuk para pemimpin berbagai negara yang diduga menjadi target pembalasan, segera setelah pemakaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari, seperti yang dilaporkan AFP dan media lainnya pada tanggal 12. (Istimewa/Media Iran Hamshahri) Foto: (Istimewa/Media Iran Hamshahri)
|
Daftar 13 target utama tersebut diposisikan dalam sebuah infografis digital khusus yang menampilkan visualisasi rekayasa kecerdasan buatan (AI) di mana seluruh target mengenakan seragam penjara berwarna oranye. Pada baris paling atas, media tersebut menaruh nama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump secara berdampingan, lengkap dengan bidikan senjata yang diarahkan tepat di dahi mereka.
Sementara itu, pada baris kedua dan ketiga, daftar ancaman ini diisi oleh deretan pejabat militer dan diplomatik senior penopang kebijakan luar negeri AS dan Israel. Nama-nama tersebut di antaranya Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, Kepala Komando Pusat AS Brad Cooper, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Sekretaris Negara AS Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, Kepala Militer Israel Eyal Zamir, dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar.
Tidak hanya menyasar Washington dan Tel Aviv, jajaran pemimpin tertinggi dari benua Eropa turut dimasukkan ke dalam baris akhir daftar target eksekusi tersebut. Nama Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara spesifik diposisikan sebagai target buron.
Pihak Teheran menuduh negara-negara Eropa tersebut telah terlibat langsung dalam aksi kriminal karena menolak mengecam serangan AS-Israel serta mengizinkan wilayah udara mereka dilintasi oleh pesawat militer AS. Kendati demikian, hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi secara resmi apakah daftar 13 tokoh yang dirilis media lokal tersebut sudah mendapatkan persetujuan dan sanksi resmi dari otoritas pemerintah pusat Iran.
Di sisi lain, respons diplomatik keras langsung dilayangkan oleh Kementerian Luar Negeri Israel melalui pernyataan resmi yang dibagikan melalui akun media sosial X mereka. Pihak Israel mengutuk keras visualisasi ancaman tersebut dan menuding pemerintah Iran sengaja memanfaatkan keputusasaan politik mereka untuk memicu gelombang kekerasan baru di tingkat internasional.
“Rezim Iran, yang membantai 40.000 warganya sendiri yang menuntut kebebasan, kini menghasut kekerasan terhadap para pemimpin negara-negara demokratis,” kecam Kementerian Luar Negeri Israel dalam pernyataan resminya di platform X.
(tps/sef)
Add
as a preferred
source on Google




