Friday, July 31, 2026
26.5 C
Indonesia

Duh! Ribuan WNI Terjebak Scam Berkedok Lowongan Kerja, Ini Modusnya – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Duh! Ribuan WNI Terjebak Scam Berkedok Lowongan Kerja, Ini Modusnya yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Penipuan lowongan kerja secara daring kini menjadi salah satu pintu masuk utama tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di era digital. Modus ini tak hanya menyasar pencari kerja dalam negeri, tetapi juga menjebak korban untuk bekerja di pusat-pusat penipuan (scam compound) di luar negeri.

Jobstreet by SEEK mengungkapkan, berdasarkan data International Organization for Migration (IOM), kasus perdagangan orang untuk forced criminality yang berkaitan dengan operasi online scam di Asia Tenggara meningkat dari 296 kasus pada 2022 menjadi 978 kasus pada 2023. Meski turun menjadi 492 kasus pada 2024, jumlah tersebut masih sekitar 66% lebih tinggi dibandingkan 2022.

“Banyak korban direkrut melalui iklan lowongan kerja palsu dan skema migrasi yang menyesatkan sebelum dipaksa bekerja di pusat penipuan daring,” kata Jobstreet by SEEK dalam keterangan pers dikutip, Jumat (31/7/2026).

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memperkirakan sedikitnya 120.000 orang di Myanmar dan sekitar 100.000 orang di Kamboja telah diperdagangkan untuk menjalankan operasi online scam. Para korban dipindahkan lintas negara, dokumen identitas mereka ditahan, sementara aktivitas kejahatan tersebut disamarkan sebagai pekerjaan digital yang sah.

Indonesia pun menjadi salah satu negara yang terdampak. Data yang dikutip Jobstreet menunjukkan lebih dari 3.200 warga negara Indonesia (WNI) tercatat dalam kasus online scam di Asia Tenggara.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.100 orang diidentifikasi sebagai korban perdagangan orang. Sebagian besar korban mengaku tergiur tawaran pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri yang dipromosikan melalui pesan pribadi, grup percakapan, maupun iklan yang tidak terverifikasi.

Ancaman TPPO juga tidak hanya terjadi lintas negara. Berdasarkan data SIMFONI PPA periode 2021-2025, terdapat sedikitnya 1.276 perempuan dewasa dan 44 laki-laki dewasa yang menjadi korban TPPO.

Sementara itu, korban anak terdiri dari 1.096 anak perempuan dan 137 anak laki-laki. Angka tersebut diyakini baru sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi.

National Programme Officer UNODC Indonesia, Abie Sancaya mengatakan, teknologi digital kini semakin dimanfaatkan pelaku untuk merekrut dan mengeksploitasi korban melalui berbagai platform daring.

“Perdagangan orang saat ini semakin banyak difasilitasi oleh teknologi digital, di mana pelaku memanfaatkan berbagai platform online untuk merekrut dan mengeksploitasi korban melalui modus yang semakin kompleks,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan platform pencarian kerja seperti Jobstreet, diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap modus rekrutmen yang menyesatkan.

Sebagai langkah pencegahan, Jobstreet mengaku telah memperkuat sistem keamanan platform, mulai dari verifikasi dokumen perusahaan, penyaringan iklan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI), pemeriksaan khusus terhadap lowongan di sektor dan negara berisiko tinggi, hingga menyediakan kanal pelaporan bagi pengguna yang menemukan iklan mencurigakan.

Head of Country Marketing Indonesia Jobstreet by SEEK, Sawitri mengatakan, penipuan lowongan kerja menjadi salah satu modus yang semakin sering digunakan untuk menjerat korban.

“Karena itu, kami menempatkan keamanan dan integritas platform sebagai prioritas mulai dari verifikasi berlapis, deteksi dini berbasis AI, hingga edukasi berkelanjutan bagi pencari kerja,” katanya.

Jobstreet juga mengingatkan pencari kerja untuk selalu menggunakan platform rekrutmen resmi, mewaspadai tawaran pekerjaan dengan gaji yang tidak masuk akal, tidak pernah membayar biaya rekrutmen, menjaga kerahasiaan data pribadi, serta memastikan legalitas izin kerja jika menerima tawaran bekerja di luar negeri.

(miq/miq)

Sumber

Sedang Hangat

Dari Sumatra, PHR Sumbang 200 Ribu Barel Produksi Minyak Nasional

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Sumatra,...

Dorong Transformasi Satpol PP, Kemendagri Tekankan Pendekatan Humanis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dorong Transformasi...

Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Nikmati Subsidi Pemerintah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Bongkar...

Polisi Kawal Demo Ribuan Pesilat di Markas Debt Collector Surabaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Kawal...

Harga Pangan Masih Tinggi, Pjs Gubernur BI Mau Ketemu Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Pangan...

Topik Terbaru

Dari Sumatra, PHR Sumbang 200 Ribu Barel Produksi Minyak Nasional

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Sumatra,...

Dorong Transformasi Satpol PP, Kemendagri Tekankan Pendekatan Humanis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dorong Transformasi...

Mentan Bongkar Dugaan Mafia Beras Nikmati Subsidi Pemerintah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mentan Bongkar...

Polisi Kawal Demo Ribuan Pesilat di Markas Debt Collector Surabaya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Kawal...

Harga Pangan Masih Tinggi, Pjs Gubernur BI Mau Ketemu Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Pangan...

Nurman Herin Tersangka Kasus TPPU-Prabowo Beri Kode Calon Gubernur BI – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Nurman Herin...

Destry Bawa Kabar Baik Usai BI Rate Ditahan, Dana Asing Masuk Rp195 T

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Destry Bawa...

Pernyataan Lengkap Trump soal Penyerahan Diri Hamas di Gaza – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pernyataan Lengkap...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories