Wednesday, October 7, 2026
17.8 C
Indonesia

Chaos! Bak Medan Perang, 250.000 Pelajar Turun ke Jalan Tuntut Hal Ini – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Chaos! Bak Medan Perang, 250.000 Pelajar Turun ke Jalan Tuntut Hal Ini yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Gelombang demonstrasi pelajar yang mengguncang Prancis terus bereskalasi. Aksi yang dipimpin siswa sekolah menengah itu meluas ke berbagai kota dan turut diikuti guru serta orang tua, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 250.000 orang.

Aksi tersebut menjadi salah satu hari demonstrasi pelajar terbesar dalam beberapa dekade. Perdana Menteri Sebastien Lecornu bahkan menyebut bentrokan yang terjadi telah menimbulkan korban terbesar dalam puluhan tahun di lingkungan sekolah.

Di Paris, Strasbourg, Rennes, Toulouse dan sejumlah kota lainnya, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kelompok yang terlibat bentrokan di sekitar lokasi unjuk rasa. Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat 488 orang ditangkap pada Selasa, sementara 48 personel keamanan terluka.

Jumlah peserta demonstrasi versi pemerintah berbeda dengan klaim penyelenggara. Kementerian Dalam Negeri menyebut sekitar 250.000 orang turun ke jalan di berbagai kota, sedangkan kelompok penyelenggara memperkirakan jumlahnya mencapai 450.000 orang.

Aksi tersebut semakin memanas setelah seorang remaja kehilangan tangannya dalam bentrokan dengan polisi pada Senin. Lecornu mengatakan setidaknya 215 remaja dan 85 tenaga sekolah telah terluka dalam rangkaian kerusuhan.

“Ini merupakan jumlah korban terberat dalam beberapa dekade yang harus ditanggung oleh sistem sekolah,” kata Lecornu kepada anggota parlemen, dilansir Reuters, Rabu (7/10/2026).

Kantor Lecornu juga menyebut lebih dari 700 polisi mengalami luka-luka dalam rangkaian aksi tersebut.

Presiden Emmanuel Macron kemudian memanggil Lecornu dan sejumlah menteri senior untuk menghadiri rapat darurat pada Selasa. Pertemuan tersebut digelar ketika pemerintah menghadapi tekanan untuk meredakan aksi yang semakin meluas.

Di Marseille dan Nantes, para demonstran membawa poster buatan tangan dengan tulisan seperti “Negara telah membunuh pendidikan nasional”. Sementara di Toulouse, para orang tua bergandengan tangan di bagian depan barisan demonstrasi.

Polisi Paris mengatakan bentrokan di ibu kota dipicu sekitar 300 orang, sebagian besar mengenakan penutup kepala atau masker, yang berhadapan dengan aparat keamanan. Secara umum, aksi di wilayah lain berlangsung tanpa insiden besar, meski sejumlah toko mengalami kerusakan.

Sekolah Kekurangan Guru hingga Diganggu Tikus

Gerakan protes pelajar sebenarnya telah muncul sejak September di kawasan pinggiran Paris yang tertinggal sebelum menyebar ke berbagai wilayah Prancis.

Keluhan siswa tidak hanya berkaitan dengan anggaran, tetapi juga kondisi sekolah yang dinilai semakin buruk. Masalah yang dikeluhkan mulai dari kebocoran air hingga infestasi tikus.

“Ada kesenjangan yang begitu besar antara kaum elite dan kami,” kata Hugo Vetzel, lulusan sekolah menengah di Strasbourg.

Persatuan Pelajar Sekolah Menengah Prancis mengatakan lebih dari separuh sekolah menengah di negara tersebut diblokade atau ditutup sementara pada Selasa. Sejumlah otoritas pendidikan daerah bahkan mencoba mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara daring.

Kelompok hak asasi manusia, pelajar dan orang tua menuduh aparat menggunakan kekuatan secara berlebihan terhadap anak di bawah umur. Pemerintah membantahnya dan menyebut gerakan protes telah dimanfaatkan pihak luar sehingga di sejumlah lokasi berubah menjadi kekerasan jalanan.

Kementerian Kehakiman mengatakan pada Senin bahwa lebih dari 1.800 orang sedang menjalani proses hukum atas berbagai pelanggaran yang tidak dirinci. Sebanyak 1.483 di antaranya merupakan anak di bawah umur.

“Mereka ingin membagi anak-anak muda menjadi demonstran yang baik dan demonstran yang buruk,” kata Omar Slaouti, guru sekolah menengah di Argenteuil, pinggiran barat laut Paris.

“Jika tidak ada tempat sampah yang dibakar, pemerintah tidak akan mundur dan menyadari masalah yang dipertaruhkan,” ujarnya.

PM Janjikan Respons

Lecornu kini meminta para menterinya segera merespons tuntutan utama para pelajar. Pemerintah antara lain berjanji memastikan guru yang berhalangan hadir dapat segera digantikan, meninjau durasi hari sekolah yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00, serta mempertimbangkan penambahan waktu istirahat makan siang.

Pemerintah juga akan mengevaluasi kebutuhan perbaikan bangunan sekolah yang sudah menua. Lecornu meminta para menterinya menyerahkan proposal awal paling lambat akhir Oktober.

Namun, janji pemerintah belum cukup meredakan kekecewaan orang tua.

Emilie Lhomme, salah seorang orang tua yang ikut dalam aksi di depan Sekolah Helene Boucher di Paris, mengatakan pemerintah perlu memberikan tindakan nyata.

“Itu semua baik dan bagus, tetapi itu bukan sesuatu yang akan mengubah kehidupan sehari-hari anak-anak kami,” katanya.

Masalahnya, pemerintah Prancis juga harus mencari sumber dana untuk menjalankan berbagai reformasi pendidikan tersebut.

Pemerintahan Lecornu tengah berupaya menekan defisit anggaran yang terus membengkak. Kekhawatiran investor terhadap utang Prancis yang meningkat, pertumbuhan ekonomi yang lemah, serta keengganan pemerintah memangkas belanja telah mendorong biaya pinjaman negara semakin tinggi.

Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun bahkan sempat menembus lebih dari 5% pekan lalu, level tertinggi dalam 24 tahun.

Lonjakan biaya pinjaman Prancis mulai berdampak lebih luas terhadap kawasan euro. Pelemahan mata uang euro menjadi salah satu sinyal yang menambah kekhawatiran para pembuat kebijakan. Menteri Keuangan Roland Lescure mengatakan pada Selasa bahwa belum ada kebutuhan bagi Bank Sentral Eropa atau ECB untuk turun tangan.

Di tengah situasi tersebut, Marine Le Pen, tokoh populis sayap kanan yang memimpin persaingan menuju pemilu presiden musim semi mendatang, memaparkan rencana memangkas belanja pemerintah jika terpilih. Langkah itu menjadi bagian dari upayanya menunjukkan kredibilitas fiskal ketika krisis pasar obligasi Prancis semakin dalam.

Persoalan pendidikan sendiri terjadi ketika belanja pendidikan Prancis tertinggal dari laju inflasi. Di sisi lain, hasil penilaian PISA 2025 menunjukkan performa siswa Prancis secara keseluruhan masih tertinggal dibandingkan negara-negara anggota OECD lainnya.

 

(luc/luc)

Sumber

Sedang Hangat

Mengupas Tuah Kemenko Baru Prabowo, Bawa Berkah atau Justru Bencana?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mengupas Tuah...

PDIP Ungkap Alasan Dukung RUU Satu Data Indonesia Disahkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDIP Ungkap...

160 Lansia di Kota Bogor Dapat Bantuan Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 160 Lansia...

Putusan MK Soal Gugatan Ijazah Gibran – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Putusan MK...

GAPKI Usul Kebijakan Biofuel Fleksibel, Sawit Bisa Dialihkan ke Ekspor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai GAPKI Usul...

Topik Terbaru

Mengupas Tuah Kemenko Baru Prabowo, Bawa Berkah atau Justru Bencana?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mengupas Tuah...

PDIP Ungkap Alasan Dukung RUU Satu Data Indonesia Disahkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDIP Ungkap...

160 Lansia di Kota Bogor Dapat Bantuan Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 160 Lansia...

Putusan MK Soal Gugatan Ijazah Gibran – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Putusan MK...

GAPKI Usul Kebijakan Biofuel Fleksibel, Sawit Bisa Dialihkan ke Ekspor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai GAPKI Usul...

Krisis Ekonomi Makin Parah, Menteri Minyak Pilih Mundur – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Krisis Ekonomi...

Puan Minta Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Aktivis BEM UI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Puan Minta...

Satgas PKH Selamatkan Lahan Hutan Rp 400 T, Prabowo: Kita Hilangkan Kemiskinan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Satgas PKH...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories