Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEM UI soal Dugaan Pengeroyokan Hafidz: Dipukul hingga Diancam Dibunuh yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) membeberkan kronologi pengeroyokan yang menimpa Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu, Minggu (4/10).
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra menceritakan peristiwa itu terjadi saat Hafidz hendak pulang setelah melakukan konsolidasi di wilayah Tebet. Kemudian, kata Fathimah, pria yang karib disapa Bapis tersebut tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal (OTK) hingga mendapatkan ancaman pembunuhan.
“Dalam perjalanan pulangnya usai konsolidasi, teman kami Hafidz yang kerap kami panggil Bapis, yang mengendarai sepeda motor menjadi korban tindak kekerasan, penganiayaan, pencurian, dan ancaman pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Tebet Barat Dalam IX Nomor 21,” kata Fathimah di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat peristiwa itu, sambung Fathimah, Bapis mengalami mengalami luka-luka mulai dari cedera kepala, lebam, dan robek di area bibirnya.
“Penyerangan ini tidak dapat kami atribusikan sebagai insiden pencurian biasa, karena di dalam kronologi kasus tersebut dan barang bukti yang ditemukan, terdapat beberapa indikasi yang patut menimbulkan kecurigaan atas modus operandi dari insiden ini,” ucap Fathimah.
Dalam kesempatan yang sama, Legal Consultant BEM UI, Adiluhung menyoroti bahwa sepeda motor Hafidz tidak dibawa kabur oleh pelaku. Kata dia, pelaku justru langsung menyerang Hafidz setelah menendang motornya.
“Setelah menendang motor Bapis, pelaku justru memilih untuk memukuli saudara Bapis. Tidak ada upaya dari pelaku untuk mengambil motor atau barang berharga lainnya, pada awalnya,” ujarnya.
“Pelaku baru bergerak untuk mengambil handphone Bapis setelah pertikaian selesai. Fakta tersebut menjadi aneh apabila memang motivasi awalnya adalah untuk melakukan pembegalan,” sambung dia.
Adiluhung turut membeberkan bahwa setelah kejadian, ditemukan sejumlah barang di lokasi yang diduga milik pelaku. Di antaranya sepasang sarung tangan lateks, lakban hitam, sandal jepit, kain putih, dan juga korek api.
Adiluhung juga menyebut di lokasi tersebut diduga juga ada dua orang lainnya. Diduga, keduanya turut terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Fakta dan kejanggalan dari kasus di atas tidak bisa dipisahkan bahwa Bapis, kawan kami, merupakan seseorang penggiat sekaligus pejuang demokrasi yang selama ini berperan penting dalam pengorganisasian gerakan oposisi, organisasi di Indonesia,” tutur Adiluhung.
“Kejadian ini juga tidak bisa dipisahkan dari maraknya kasus-kasus penyerangan dan represivitas terhadap pejuang demokrasi dalam rezim saat ini,” lanjutnya.
Sebelumnya, Hafidz diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Dalam unggahan di akun Instagram @gerpolek.id, disebutkan dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (4/10) sekitar pukul 23.50 WIB.
“Berdasarkan informasi yang beredar Hafidz disebut mengalami kekerasan setelah ditendang hingga terjatuh dari sepeda motor. Pelaku kemudian diduga memukul Hafidz,” demikian tertulis dalam unggahan tersebut..
“UI prihatin atas peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap siapa pun tidak dapat dibenarkan, termasuk terhadap mahasiswa UI,” kata Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya telah turun tangan untuk menyelidiki aksi dugaan pengeroyokan tersebut.
“Tentunya kami dari Polda Metro Jaya akan mendalami peristiwa ini yang kejadian di Tebet, adanya pemukulan ataupun dugaan penganiayaan kepada salah satu dari organisasi mahasiswa,” kata Budi kepada wartawan dikutip Selasa (6/10).
(dis/kid)




