Monday, July 13, 2026
18 C
Indonesia

BPS Bakal Pakai AI Bantu Klasifikasi Usaha saat Sensus Ekonomi 2026


Jakarta,

Badan Pusat Statistik (BPS) akan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses klasifikasi usaha saat Sensus Ekonomi 2026 nanti.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan penggunaan AI berupa memasukkan kode klasifikasi usaha dalam perangkat survei digital BPS yang bernama CAPI.

Aplikasi CAPI BPS adalah sistem wawancara digital yang digunakan untuk pengumpulan data survei dan sensus secara efisien dengan aplikasi utamanya bernama Flexible Authentic Survey in Harmony (FASIH).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dengan Gen AI nanti para pencacah akan dengan mudah untuk menentukan di mana usaha tersebut masuk ke dalam KPLI yang mana,” ujar Amalia dalam konferensi pers Rilis KBLI 2025 di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat (19/12).

Amalia menegaskan penggunaan AI bertujuan untuk meminimalkan ketidaksesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI) 2025.

Kedua, dengan Gen AI ini, tentunya ini akan meminimalkan error atau ketidaksesuaian antara klasifikasi KBLI dengan apa yang terlihat di lapangan,” tambahnya.

BPS resmi merilis KBLI 2025 yang diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tanggal 18 Desember 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.

KBLI adalah klasifikasi yang dirancang oleh BPS untuk mengelompokkan berbagai aktivitas ekonomi ke dalam kelompok tertentu berdasarkan kesamaan karakteristik kegiatan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan KBLI 2025 merupakan penyempurnaan dari KBLI 2020 yang terus diperbarui mengikuti kebutuhan zaman agar bisa tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan aktivitas ekonomi.

“Penyempurnaan KBLI dilakukan setiap 5 tahun sekali agar tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan zaman dan perkembangan aktivitas ekonomi,” ujar Amalia.

Selain itu, penyusunan KBLI 2025 mengacu terhadap rekomendasi International Standard Industrial Classification of All Economic Activities (ISIC) Revisi 5 yang dikeluarkan oleh Komisi Statistik PBB (UNSC).

(fln/sfr)


Sumber

Sedang Hangat

⁠Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai ⁠Penegasan Komisi...

Harga Solar Khusus Nelayan Kapal Besar Ditetapkan Rp15 Ribu per Liter

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Solar...

75 Rumah hingga Mal Pelayanan Publik di Buol Rusak Akibat Gempa M 5,4

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Rumah...

Media Iran Rilis Daftar 13 Pemimpin Dunia, Jadi Target Balas Dendam – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Media Iran...

Topik Terbaru

⁠Penegasan Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset Digaspol Pakai Turbo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai ⁠Penegasan Komisi...

Harga Solar Khusus Nelayan Kapal Besar Ditetapkan Rp15 Ribu per Liter

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga Solar...

75 Rumah hingga Mal Pelayanan Publik di Buol Rusak Akibat Gempa M 5,4

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Rumah...

Media Iran Rilis Daftar 13 Pemimpin Dunia, Jadi Target Balas Dendam – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Media Iran...

Tokoh Yahudi Harvard Tiba-Tiba Singgung Wali Kota Muslim New York – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tokoh Yahudi...

Waka DPRD Surabaya Dorong Camat-Lurah Tiru Gaya Sidak Eri Cahyadi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Waka DPRD...

Harkopnas 2026, Bank Mandiri Dorong Pemberdayaan Koperasi dan UMKM

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harkopnas 2026,...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories