Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai AS Arahkan Pandangan ke Perang Saudara Negara Ini, Warning Genosida yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, – Amerika Serikat (AS) secara resmi mengekspresikan kekhawatiran mendalam atas laporan pergerakan militer Rapid Support Forces (RSF) beserta sekutunya yang kini mulai mengepung kota el-Obeid di Sudan. Washington memberikan peringatan keras akan potensi terjadinya “kekejaman massal” jika kelompok paramiliter tersebut nekat melancarkan serangan penuh ke kota strategis tersebut.
Mengutip Al Jazeera, Selasa (23/06/2026), Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan resminya pada hari Senin menyebutkan bahwa RSF tengah “mengumpulkan kekuatan militer” secara besar-besaran di sekitar el-Obeid. Pihak AS menegaskan bahwa eskalasi lebih lanjut dapat membawa dampak yang sangat mengerikan bagi warga sipil serta kembali mendesak diakhirinya konflik melalui jalur negosiasi.
“Terdapat indikasi yang sangat mengkhawatirkan bahwa kekejaman massal dapat terjadi dalam waktu dekat, yang akan memperburuk krisis kemanusiaan Sudan yang saat ini sudah berada dalam kondisi katastrofik,” tulis rilis pers resmi Departemen Luar Negeri AS.
Lebih lanjut, Washington menuntut agar RSF dan pasukan sekutunya segera menghentikan segala tindakan yang dapat membahayakan keselamatan warga sipil, menghambat masuknya bantuan kemanusiaan, atau memicu penderitaan yang lebih mendalam. Para pihak yang bertikai diingatkan untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional demi melindungi masyarakat serta menjamin hak pengungsi untuk mencari zona aman tanpa rasa takut.
Dengan adanya pernyataan ini, AS resmi bergabung dengan para pengamat dan organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam membunyikan alarm bahaya atas situasi di Sudan. Seperti diketahui, RSF telah terlibat pertempuran sengit melawan tentara reguler Sudan sejak April 2023. Konflik berdarah ini telah menewaskan puluhan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi dari rumah mereka, serta menciptakan salah satu krisis kemanusiaan paling parah di dunia saat ini.
Pihak PBB sendiri menilai bahwa potensi serangan skala penuh terhadap el-Obeid dapat memicu tragedi kemanusiaan yang serupa dengan serangan bulan Oktober 2025 di kota el-Fasher. Di mana para pejabat tinggi PBB kala itu menyebut serangan di el-Fasher telah menunjukkan “ciri-ciri genosida” yang nyata.
Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada akhir pekan lalu juga menyatakan bahwa sekitar 500.000 warga sipil di el-Obeid kini berada dalam risiko tinggi menjadi korban kekejaman perang jika RSF benar-benar menginvasi kota tersebut. Situasi di wilayah tersebut dilaporkan sudah sangat kritis, ditandai dengan tewasnya 50 warga sipil akibat serangan pesawat tanpa awak yang terjadi selama kurun waktu 10 hari terakhir di el-Obeid dan wilayah Kordofan Utara.
“Perang ini telah menimbulkan penderitaan yang sudah tidak dapat ditoleransi lagi bagi rakyat Sudan. Warga sipil harus menanggung beban terberat dari kekerasan ini,” tegas Departemen Luar Negeri AS sembari menyerukan akses bantuan kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan ke lokasi konflik.
(tps/luc)
Add
as a preferred
source on Google



