Monday, August 31, 2026
27.6 C
Indonesia

AS Ajak Negara G20 ‘Keroyokan’ Lawan Banjir Produk China

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai AS Ajak Negara G20 ‘Keroyokan’ Lawan Banjir Produk China yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mendorong negara-negara anggota G20 untuk meninjau kembali hubungan dagang dengan China.

Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan untuk mengurangi ketidakseimbangan perdagangan global dan membendung derasnya banjir ekspor China.

Bessent mengatakan surplus perdagangan China yang mencapai sekitar US$1,2 triliun atau setara Rp21.298,8 triliun (asumsi kurs Rp17.750 per dolar AS) tidak dapat dipertahankan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ekonomi dunia tidak bisa memiliki China dengan surplus perdagangan US$1,2 triliun. Di China, ekonominya cukup lemah, dan mereka mencoba mengekspor untuk keluar dari kondisi tersebut. Mereka perlu menyeimbangkan kembali ekonominya,” kata Bessent dalam wawancara menjelang pertemuan para menteri keuangan G20, dikutip Reuters, Senin (31/8).



Bessent menilai negara-negara yang menjadi tujuan ekspor produk China perlu memberikan tekanan agar Beijing mengubah model ekonominya, mengikis ketergantungan terhadap ekspor dan menjadi lebih mengandalkan konsumsi domestik.

“Seluruh dunia perlu meninjau kembali ketentuan perdagangan mereka dengan China,” ujarnya.

Dorongan tersebut muncul ketika kebijakan tarif tinggi AS terhadap produk China justru mendorong sebagian barang asal Tiongkok mengalir ke negara-negara lain, terutama Eropa dan Amerika Latin.

AS sendiri telah menerapkan tarif tinggi dan pelarangan terhadap sejumlah produk China, termasuk kendaraan. Menurut Bessent, negara-negara industri lain kini menghadapi dampak dari lonjakan banjir impor produk China tersebut.

Menurutnya, negara-negara lain perlu mendorong China untuk mengurangi ketergantungan pada ekspor dan memperkuat permintaan domestik yang selama ini lemah.

Bessent juga mengatakan AS tengah mendorong penyusunan pernyataan bersama G20 mengenai upaya mengurangi ketidakseimbangan perdagangan dan transaksi berjalan.

“Negara-negara lain di dunia harus meninjau kembali ketentuan perdagangan mereka dengan China,” katanya.

Data Biro Sensus AS menunjukkan tarif yang diberlakukan sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat pada 2025 telah membantu memangkas defisit perdagangan AS dengan China.

Dalam enam bulan pertama 2026, defisit perdagangan AS dengan China turun sekitar sepertiga dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi US$73,9 miliar.

Meski demikian, Bessent menilai persoalan ketidakseimbangan perdagangan global tidak cukup diselesaikan melalui penguatan nilai tukar yuan China. Ia bahkan menolak gagasan pembentukan kesepakatan seperti Plaza Accord 1985 yang bertujuan memperkuat mata uang negara-negara tertentu terhadap dolar AS.

Menurutnya, fokus utama seharusnya diarahkan pada persoalan subsidi industri China yang besar dan lemahnya konsumsi domestik.

“Itu merupakan cara mudah untuk menghindari penanganan masalah perdagangan yang sebenarnya,” ujar Bessent.

Di sisi lain, Bessent mengatakan AS dan China akan tetap melanjutkan pembicaraan terkait kemungkinan pengurangan tarif untuk barang-barang yang tidak strategis serta pengamanan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Ia memperkirakan terdapat sekitar US$30 miliar barang nonstrategis dan nonkritis dari masing-masing negara yang berpotensi dibebaskan dari tarif.

Pertemuan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping juga dijadwalkan berlangsung pada akhir September mendatang. Sebelum pertemuan tersebut, pejabat AS dan China akan melanjutkan dialog mengenai perdagangan dan aturan AI.

[Gambas:Youtube]

(lau/pta)


Sumber

Sedang Hangat

GRIB Jaya Buka Suara soal Kebakaran Markas di Kedoya Jakbar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai GRIB Jaya...

IDI Usul Gaji Minimum Dokter Umum Rp 30 Juta, Menkes: Sedang Dibicarakan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IDI Usul...

Muncul Fenomena Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Muncul Fenomena...

Gen Z Merapat! Freeport Buka Lowongan Kerja, Batas Daftar 11 September – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gen Z...

Baru Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Langsung Mau Beri Prabowo KTA NU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baru Jadi...

Topik Terbaru

GRIB Jaya Buka Suara soal Kebakaran Markas di Kedoya Jakbar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai GRIB Jaya...

IDI Usul Gaji Minimum Dokter Umum Rp 30 Juta, Menkes: Sedang Dibicarakan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IDI Usul...

Muncul Fenomena Pemilik Rumah KPR Tawarkan Take Over Gratis, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Muncul Fenomena...

Gen Z Merapat! Freeport Buka Lowongan Kerja, Batas Daftar 11 September – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gen Z...

Baru Jadi Ketum PBNU, Gus Kikin Langsung Mau Beri Prabowo KTA NU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baru Jadi...

Gus Kikin Jadi Ketum PBNU 2026-2031, Golkar Harap Bisa Rangkul Semua Kelompok

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Kikin...

Amran Pecat 13 Pejabat Kementan yang Terbukti Main Judol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Amran Pecat...

Kalung 673 Berlian Ratu Arab Dicuri, Dibobol Saat Dipamerkan ke Publik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kalung 673...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories