Thursday, October 29, 2026
31.5 C
Indonesia

Dunia Makin Kacau! Konflik Baru Mengintai, Bisa Begini Jadinya

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dunia Makin Kacau! Konflik Baru Mengintai, Bisa Begini Jadinya yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran dinilai belum benar-benar usai. Meski intensitasnya mereda, dampaknya sudah terasa luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah tetapi juga terhadap tatanan global.

Ilmuwan politik Georgy Asatryan menyebut konflik ini sebagai titik balik yang mempercepat pergeseran dunia dari sistem unipolar menuju multipolar.

“Perlawanan Teheran mempercepat pergeseran yang tak terhindarkan menuju multipolaritas,” tulisnya, seperti dikutip RT, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai langkah militer yang diambil Washington justru berkontribusi melemahkan sistem global yang selama ini dibangun sendiri oleh AS. Harapan awal bahwa Iran akan runtuh cepat di bawah tekanan militer ternyata tidak terwujud.

Sebaliknya, Iran menunjukkan ketahanan yang signifikan. Meski mengalami kerugian besar, termasuk di jajaran pimpinan, Teheran mampu beradaptasi, menyerap tekanan awal, dan mulai mengarahkan konflik sesuai kepentingannya.

“Teheran tidak menyerah. Mereka menyerap pukulan awal dan mulai membentuk konflik sesuai kepentingan mereka,” jelas Asatryan. Bahkan, Korps Garda Revolusi Iran dinilai mampu menantang dominasi operasional militer AS di sejumlah sektor.

Dampak konflik ini meluas jauh melampaui medan perang. Salah satu perkembangan paling krusial adalah blokade Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global.

Langkah tersebut memaksa negara-negara besar menghadapi risiko langsung berupa gangguan pasokan dan kenaikan harga energi. Sejumlah negara pun bereaksi cepat, termasuk India yang menggelar pembahasan darurat terkait keamanan energi nasional.

Menurut Asatryan, strategi Iran berhasil memperluas tekanan konflik hingga ke luar kawasan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dinilai mendorong dunia memasuki fase militerisasi yang lebih intens. Negara-negara kini semakin berani bertindak secara unilateral, dengan kekuatan militer yang kian sering digunakan sebagai instrumen kebijakan.

“Hasilnya adalah dunia yang lebih bergejolak, di mana kekuatan militer menjadi instrumen kebijakan rutin,” tulisnya. Ia juga menyoroti memudarnya konsep pengekangan yang sebelumnya menjadi fondasi stabilitas global, digantikan oleh meningkatnya rasa impunitas di antara negara-negara.

Ketegangan pun kini meluas ke berbagai kawasan. Perbatasan Afghanistan-Pakistan mengalami peningkatan bentrokan dan serangan lintas batas, sementara rivalitas India dan Pakistan kembali memanas. Dengan kedua negara memiliki senjata nuklir, bahkan konflik terbatas dinilai membawa implikasi global.

“Bahkan konflik terbatas di kawasan ini membawa implikasi global,” ujarnya.

Di luar itu, sejumlah wilayah lain seperti Asia Selatan hingga Karibia mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan baru. Fenomena ini dinilai sebagai bagian dari pola yang lebih luas, di mana melemahnya aturan global membuka ruang lebih besar bagi eskalasi konflik.

Asatryan menilai dunia kini bergerak menuju fragmentasi, dengan aliansi yang semakin rapuh dan aturan yang kian kehilangan daya ikat. Blokade Hormuz, ketahanan Iran, serta kegagalan AS mencapai kemenangan cepat menjadi indikator perubahan keseimbangan kekuatan global.

“Bahkan negara tingkat menengah kini mampu menantang kekuatan besar dan memaksanya ke dalam kebuntuan strategis,” katanya.

Ia memperingatkan, pelajaran paling berbahaya dari konflik ini adalah munculnya keyakinan bahwa kekuatan militer dapat digunakan tanpa konsekuensi besar. Ketika pandangan tersebut semakin meluas, risiko konflik baru pun meningkat.

“Konflik berikutnya bukan lagi soal apakah akan terjadi, tetapi di mana,” pungkasnya. Menurutnya, dalam situasi global yang kian tidak pasti, eskalasi baru dinilai bisa muncul lebih cepat dari yang diperkirakan.

(tfa/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Suarakan Gagasan Demi Indonesia Emas 2045

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamendagri Bima...

Bayi Meninggal Usai 10 Hari Tak Dapat Asupan Makan di Bulukumba Sulsel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bayi Meninggal...

Pengumuman The Fed Hari Ini Pilih Tahan Suku Bunga demi Jaga Inflasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pengumuman The...

Ketua Komisi III DPR Apresiasi Pengamanan Persuasif Polri Saat Aksi Mahasiswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ketua Komisi...

200 Ribu UMKM Dapat Bantuan Presiden

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 200 Ribu...

Topik Terbaru

Wamendagri Bima Ajak Generasi Muda Suarakan Gagasan Demi Indonesia Emas 2045

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamendagri Bima...

Bayi Meninggal Usai 10 Hari Tak Dapat Asupan Makan di Bulukumba Sulsel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bayi Meninggal...

Pengumuman The Fed Hari Ini Pilih Tahan Suku Bunga demi Jaga Inflasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pengumuman The...

Ketua Komisi III DPR Apresiasi Pengamanan Persuasif Polri Saat Aksi Mahasiswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ketua Komisi...

200 Ribu UMKM Dapat Bantuan Presiden

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 200 Ribu...

Gempa M6,0 di Papua Nugini, Guncangan Terasa Hingga Merauke-Jayapura

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gempa M6,0...

Menteri Singapura Beberkan Poin Penting Ini di Depan 8 Bos Sawit

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menteri Singapura...

Penampakan Macet Mengular di Depan DPR Imbas Kecelakaan 2 Truk

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Penampakan Macet...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories