Saturday, October 10, 2026
19.4 C
Indonesia

Helikopter Penyelamat Medis Jatuh di Gunung, Semua Penumpang Tewas




Jakarta, – Sebuah helikopter yang sedang menjalankan misi penyelamatan medis jatuh di Gunung Kilimanjaro, Tanzania, pada Kamis (25/12/2025). Kecelakaan tersebut dilaporkan memakan korban tewas hingga 5 orang.

Otorita Penerbangan Sipil Tanzania melaporkan bahwa helikopter tersebut sedang menjalankan misi penyelamatan medis yang hendak menjemput pendaki yang sedang sakit di Gunung Kilimanjaro.

Mengutip ABC News, Komandan Polisi Regional Kilimanjaro, Simon Maigwa, mengonfirmasi bahwa insiden maut tersebut terjadi pada tengah pekan ini di salah satu rute pendakian paling populer bagi wisatawan.

Pihak kepolisian menyatakan tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut. Kelima korban tewas terdiri dari berbagai latar belakang, yakni: dua warga negara asing (pasien yang dievakuasi), satu dokter lokal (bagian dari tim penyelamat).

Ada juga seorang pemandu wisata dan satu orang pilot helikopter yang meninggal dalam kecelakaan tersebut

Helikopter jatuh di zona ketinggian tinggi, tepatnya di antara Barafu Camp dan Puncak Kibo, pada ketinggian lebih dari 4.000 meter (13.100 kaki) di atas permukaan laut.

Jalur ini merupakan salah satu rute pendakian terakhir menuju puncak utama Kilimanjaro yang berdiri setinggi 5.895 meter.

Diketahui, helikopter tersebut milik perusahaan Kilimanjaro Aviation, sebuah penyedia layanan evakuasi medis udara. Hingga saat ini, pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait kecelakaan tersebut.

Otoritas Penerbangan Sipil Tanzania (TCAA) pada Kamis (25/12) menyatakan bahwa investigasi telah dimulai sesuai dengan regulasi keselamatan internasional. Tim ahli akan berupaya menentukan keadaan dan penyebab pasti jatuhnya pesawat.

Gunung Kilimanjaro memang sangat mengandalkan evakuasi helikopter untuk menyelamatkan pendaki yang menderita penyakit ketinggian (altitude sickness) atau cedera saat pendakian.

Meski demikian, area tersebut dikenal memiliki tantangan berat bagi penerbangan, termasuk udara yang tipis di ketinggian ekstrem serta kondisi cuaca yang berubah sangat cepat.

Kecelakaan pesawat di Kilimanjaro tergolong sangat jarang terjadi. Insiden besar terakhir tercatat pada November 2008, yang menewaskan empat orang.

(pgr/pgr)

Sumber

Sedang Hangat

Polisi India Kejar-Tangkap Demonstran, New Delhi Sampai Lockdown – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi India...

Gelombang 2,5 Meter Intai Perairan Komodo, KSOP Petakan 10 Titik Rawan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gelombang 2,5...

Presiden Mesir El-Sisi Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo di Istana Merdeka Besok

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Mesir...

Jadi Panelis di Forum ICAO,AirNavIndonesia Paparkan Penerapan FRTO

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jadi Panelis...

Topik Terbaru

Polisi India Kejar-Tangkap Demonstran, New Delhi Sampai Lockdown – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi India...

Gelombang 2,5 Meter Intai Perairan Komodo, KSOP Petakan 10 Titik Rawan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gelombang 2,5...

Presiden Mesir El-Sisi Tiba di Jakarta, Bertemu Prabowo di Istana Merdeka Besok

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Mesir...

Jadi Panelis di Forum ICAO,AirNavIndonesia Paparkan Penerapan FRTO

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jadi Panelis...

China Incar Kepulauan Filipina Dekat Taiwan, Ada Apa? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Incar...

Kabut Asap di Bandara SMB II Palembang, 15 Penerbangan Terdampak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kabut Asap...

Data 7 Perusahaan Keuangan Bocor, Polisi Tambah Tim-Turunkan Forensik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Data 7...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories