Tuesday, October 20, 2026
32.9 C
Indonesia

Rumahnya Sempat Digeledah, Bos PT CMC Kembali Diperiksa di Kasus Rejang Lebong

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Rumahnya Sempat Digeledah, Bos PT CMC Kembali Diperiksa di Kasus Rejang Lebong yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta –

KPK kembali memeriksa Direktur Utama PT Cahaya Mas Cemerlang (CMC), Eko Yusanto (EY), terkait pengembangan kasus suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong dan Kota Bengkulu. Ini kedua kalinya Eko diperiksa usai rumahnya di wilayah Jakarta Timur digeledah KPK beberapa waktu lalu.

“Pemeriksaan saksi dalam pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Rejang Lebong dan wilayah lainnya di Provinsi Bengkulu,” terang Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Selain Eko, penyidik KPK memanggil mantan Wakil Ketua I DPD PAN Kabupaten Rejang Lebong, B Daditama, untuk ketiga kalinya sebagai saksi terkait perkara ini. Pemeriksaan pertama oleh KPK dilakukan pada Rabu (8/4). Sedangkan pemeriksaan kedua pada Selasa (14/7).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi belum menyampaikan hal yang akan kembali didalami penyidik terhadap keduanya.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi.

Pemeriksaan terhadap Eko pertama kali dilakukan KPK pada Rabu (9/9). Pemeriksaan itu dilakukan sehari setelah KPK menggeledah rumah Eko di wilayah Jakarta Timur.

Sementara itu, dalam dua pemeriksaan sebelumnya, KPK mencecar Daditama soal pengaturan proyek yang dilakukan Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari. Daditama merupakan salah satu pihak yang menjadi bagian dari lingkaran dekat dan termasuk orang kepercayaan Bupati Fikri.

“Penyidik meminta keterangan dan konfirmasi kepada saksi berkaitan dengan pengaturan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Rejang Lebong,” kata Budi.

Daditama juga didalami oleh penyidik soal pengetahuannya atas penerimaan-penerimaan yang diperoleh Bupati Fikri.

“Termasuk (didalami terkait) pengetahuan saksi soal dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati Rejang Lebong,” terang Budi.

Adapun dalam perkara ini KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Berikut ini rinciannya:
1. Muhammad Fikri Thobari selaku Bupati Rejang Lebong 2025-2030
2. Hary Eko Purnomo selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Rejang Lebong
3. Irsyad Satria Budiman selaku pihak swasta dari PT Statika Mitra Sarana
4. Edi Manggala selaku pihak swasta dari CV Manggala Utama
5. Youki Yusdiantoro selaku pihak swasta dari CV Alpagker Abadi.

Bupati Fikri diduga menerima total suap Rp 1,7 miliar dari beberapa proyek. Kasus ini berawal saat Pemkab Rejang Lebong hendak mengerjakan sejumlah proyek pada awal 2026.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu sebelumnya menjelaskan proyek itu terdapat di Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong. Asep mengatakan total anggaran proyek di Dinas PUPRPKP Kabupaten Rejang Lebong mencapai Rp 91,13 miliar.

Asep mengatakan suap ijon proyek senilai Rp 980 juta itu diberikan secara bertahap melalui perantara. Selain itu, kata Asep, nilai ijon proyek dari ketiga pihak tersebut berbeda-beda.

Asep mengatakan ada dugaan penerimaan lain ke Fikri senilai Rp 775 juta. Dia menduga perbuatan tersebut dilakukan berulang.

Simak juga Video ‘Bupati Rejang Lebong Ditangkap KPK saat Bukber di Restoran’:

(kuf/yld)

Sumber

Sedang Hangat

Mensesneg Klaim Hujan Sudah Turun di Beberapa Kabupaten, Ini Datanya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mensesneg Klaim...

Cabai Jadi Barang Langka, Harganya Bikin Garuk-Garuk Kepala

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cabai Jadi...

Sidang Kuota Haji, Khalid Basalamah Akui Kembalikan 354 Ribu Dolar AS

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sidang Kuota...

Taruhan Besar 2 Tahun Prabowo-Gibran Bangun Swasembada Pangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Taruhan Besar...

PLN Batam Bantah Data Center Jadi Pemicu Pemadaman Listrik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PLN Batam...

Topik Terbaru

Mensesneg Klaim Hujan Sudah Turun di Beberapa Kabupaten, Ini Datanya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mensesneg Klaim...

Cabai Jadi Barang Langka, Harganya Bikin Garuk-Garuk Kepala

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Cabai Jadi...

Sidang Kuota Haji, Khalid Basalamah Akui Kembalikan 354 Ribu Dolar AS

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sidang Kuota...

Taruhan Besar 2 Tahun Prabowo-Gibran Bangun Swasembada Pangan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Taruhan Besar...

PLN Batam Bantah Data Center Jadi Pemicu Pemadaman Listrik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PLN Batam...

Dunia Ramai Mau Biayai Proyek Sampah Jadi Listrik RI, Ini Daftarnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dunia Ramai...

Siswa SMP Negeri 15 Palembang Dipulangkan di Tengah Kabut Asap Tebal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siswa SMP...

IHSG Ngegas 1,14 Persen Tinggalkan Level 4.000

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IHSG Ngegas...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories