Wednesday, October 7, 2026
27.6 C
Indonesia

Mengupas Tuah Kemenko Baru Prabowo, Bawa Berkah atau Justru Bencana?

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mengupas Tuah Kemenko Baru Prabowo, Bawa Berkah atau Justru Bencana? yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta, —

Presiden Prabowo Subianto kembali memperlebar kabinet dengan membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Posisi pimpinannya dipercayakan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang kini merangkap dua jabatan di Kabinet Merah Putih sejak Kamis (1/10).

Namun, kemenko anyar ini belum matang lantaran kementerian teknis yang berada di bawah koordinasinya belum teridentifikasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil mengaku masih harus mengecek Peraturan Presiden (Perpres) terkait, sedangkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani juga belum mengetahui akan ke arah mana koordinasi kementerian yang dipimpinnya ini.



Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai pembentukan kemenko ini merupakan upaya Prabowo memberi sinyal kalau ia menaruh prioritas tinggi pada program hilirisasi dan transisi energi agar dapat dieksekusi lebih efektif, bukan sekadar membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi dengan dibentuknya kemenko, berarti hilirisasi dan transisi energi yang diberikan prioritas kuat,” ujar Faisal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/10).

Meski demikian, ia mengkritik desain kelembagaan yang terkesan gegabah akibat ketiadaan struktur bawahnya yang jelas. Faisal menilai perencanaan pembentukannya tidak matang.

“Kalau sampai sekarang kemenkonya sudah dibentuk, tapi belum ada kementerian-kementerian (di bawahnya), ini berarti tidak begitu matang desainnya,” ujar Faisal.

[Gambas:Youtube]

Faisal juga menyoroti risiko rangkap jabatan Ketua Umum Partai Golkar itu yang berada dalam satu komando vertikal.

Ia memandang posisi Bahlil yang merangkap jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri ESDM berpotensi menimbulkan conflict of interest atau konflik kepentingan.

“Saya harap ini hanya temporer untuk menghindari kekosongan saja. Ke depan harus dipikirkan supaya ini tidak diisi oleh orang yang sama,” ujar Faisal.

Keraguan senada disuarakan oleh Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Ia memandang tugas kemenko baru ini tumpang tindih dengan kewenangan Kemenko Perekonomian.

Huda juga pesimistis terhadap arah transisi energi bersih, mengingat sosok yang memimpin disebut memiliki rekam jejak dan irisan kuat dengan sektor pertambangan.

“Saya justru ragu energi di sini adalah pengembangan energi fosil lagi, bukan energi baru terbarukan. Jadi saya rasa pelantikan Bahlil hanya memperkuat posisi dia dalam mengatur penggunaan energi yang dia inginkan,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com secara terpisah.

Ia mengibaratkan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi seperti kapal induk yang disetir oleh nakhoda bermasalah, sehingga berisiko salah arah.

“Kapal induk itu akan kehilangan arah juga mengikuti kapal kecil yang sudah salah arah duluan. Tidak akan ada yang sampai ke tujuan terkait dengan transisi energi baru terbarukan karena nahkodanya tidak mempunyai tujuan yang serupa,” ujar Huda.

Sementara itu, Koalisi Publish What You Pay (PWYP) Indonesia menyoroti kontradiksi fundamental antara agenda hilirisasi dan transisi energi di dalam satu payung kementerian.

Jakarta, —

Presiden Prabowo Subianto kembali memperlebar kabinet dengan membentuk Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.

Posisi pimpinannya dipercayakan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang kini merangkap dua jabatan di Kabinet Merah Putih sejak Kamis (1/10).

Namun, kemenko anyar ini belum matang lantaran kementerian teknis yang berada di bawah koordinasinya belum teridentifikasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil mengaku masih harus mengecek Peraturan Presiden (Perpres) terkait, sedangkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani juga belum mengetahui akan ke arah mana koordinasi kementerian yang dipimpinnya ini.



Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai pembentukan kemenko ini merupakan upaya Prabowo memberi sinyal kalau ia menaruh prioritas tinggi pada program hilirisasi dan transisi energi agar dapat dieksekusi lebih efektif, bukan sekadar membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi dengan dibentuknya kemenko, berarti hilirisasi dan transisi energi yang diberikan prioritas kuat,” ujar Faisal kepada CNNIndonesia.com, Selasa (6/10).

Meski demikian, ia mengkritik desain kelembagaan yang terkesan gegabah akibat ketiadaan struktur bawahnya yang jelas. Faisal menilai perencanaan pembentukannya tidak matang.

“Kalau sampai sekarang kemenkonya sudah dibentuk, tapi belum ada kementerian-kementerian (di bawahnya), ini berarti tidak begitu matang desainnya,” ujar Faisal.

[Gambas:Youtube]

Faisal juga menyoroti risiko rangkap jabatan Ketua Umum Partai Golkar itu yang berada dalam satu komando vertikal.

Ia memandang posisi Bahlil yang merangkap jabatan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi serta Menteri ESDM berpotensi menimbulkan conflict of interest atau konflik kepentingan.

“Saya harap ini hanya temporer untuk menghindari kekosongan saja. Ke depan harus dipikirkan supaya ini tidak diisi oleh orang yang sama,” ujar Faisal.

Keraguan senada disuarakan oleh Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda. Ia memandang tugas kemenko baru ini tumpang tindih dengan kewenangan Kemenko Perekonomian.

Huda juga pesimistis terhadap arah transisi energi bersih, mengingat sosok yang memimpin disebut memiliki rekam jejak dan irisan kuat dengan sektor pertambangan.

“Saya justru ragu energi di sini adalah pengembangan energi fosil lagi, bukan energi baru terbarukan. Jadi saya rasa pelantikan Bahlil hanya memperkuat posisi dia dalam mengatur penggunaan energi yang dia inginkan,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com secara terpisah.

Ia mengibaratkan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi seperti kapal induk yang disetir oleh nakhoda bermasalah, sehingga berisiko salah arah.

“Kapal induk itu akan kehilangan arah juga mengikuti kapal kecil yang sudah salah arah duluan. Tidak akan ada yang sampai ke tujuan terkait dengan transisi energi baru terbarukan karena nahkodanya tidak mempunyai tujuan yang serupa,” ujar Huda.

Sementara itu, Koalisi Publish What You Pay (PWYP) Indonesia menyoroti kontradiksi fundamental antara agenda hilirisasi dan transisi energi di dalam satu payung kementerian.

Sumber

Sedang Hangat

Krisis Perumahan Menggila, Pemerintah Akhirnya Sahkan 2 Dekret Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Krisis Perumahan...

4 WNI Kru Kapal Disandera Bajak Laut Somalia Lima Bulan Tiba di RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 4 WNI...

Chaos! Bak Medan Perang, 250.000 Pelajar Turun ke Jalan Tuntut Hal Ini – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Chaos! Bak...

PDIP Ungkap Alasan Dukung RUU Satu Data Indonesia Disahkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDIP Ungkap...

160 Lansia di Kota Bogor Dapat Bantuan Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 160 Lansia...

Topik Terbaru

Krisis Perumahan Menggila, Pemerintah Akhirnya Sahkan 2 Dekret Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Krisis Perumahan...

4 WNI Kru Kapal Disandera Bajak Laut Somalia Lima Bulan Tiba di RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 4 WNI...

Chaos! Bak Medan Perang, 250.000 Pelajar Turun ke Jalan Tuntut Hal Ini – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Chaos! Bak...

PDIP Ungkap Alasan Dukung RUU Satu Data Indonesia Disahkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PDIP Ungkap...

160 Lansia di Kota Bogor Dapat Bantuan Becak Listrik Gratis Presiden Prabowo

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 160 Lansia...

Putusan MK Soal Gugatan Ijazah Gibran – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Putusan MK...

GAPKI Usul Kebijakan Biofuel Fleksibel, Sawit Bisa Dialihkan ke Ekspor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai GAPKI Usul...

Krisis Ekonomi Makin Parah, Menteri Minyak Pilih Mundur – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Krisis Ekonomi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories