Wednesday, September 23, 2026
21.4 C
Indonesia

Bos KAI Jawab Keluhan soal AC KRL Tak Dingin

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos KAI Jawab Keluhan soal AC KRL Tak Dingin yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin menjawab keluhan penumpang soal kondisi Commuter Line alias Kereta Rel Listrik (KRL) yang terasa gerah.

Pasalnya, kapasitas pendingin udara (AC) pada kereta baru KAI lebih besar dibandingkan sejumlah KRL eks-Jepang yang masih beroperasi.

Bobby menerangkan, kapasitas AC kereta eks Jepang hanya 4.200 kilokalori per jam. Sementara, kereta baru, termasuk buatan PT INKA, berkisar 6.000 kilokalori per jam.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kalau kereta-kereta baru kayak China, kemudian INKA itu kan 6.000-an, 6.000 lebih. Nanti begitu kita remajakan kereta-kereta Jepang ini, semuanya itu kan akan 6.000-an. Kalau 6.000 udah enggak gerah lagi,” ujar Bobby di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (23/9).



Adapun kereta eks-Jepang yang dimaksud merupakan armada KRL bekas pakai yang diimpor dari Jepang untuk melayani operasional Commuter Line Jabodetabek.

Kereta-kereta tersebut, seperti seri JR 205 atau Tokyo Metro, sejak awal dirancang untuk iklim sub-tropis empat musim.

Alhasil, spesifikasi pendingin bawaannya yang berada di kisaran 4.200 kilokalori per jam kerap tidak sanggup mengimbangi cuaca panas tropis Indonesia dan tingginya kepadatan penumpang pada jam sibuk, sehingga sering dikeluhkan gerah oleh pengguna jasa.

Bobby mengatakan peningkatan kapasitas AC tersebut akan dilakukan seiring dengan peremajaan kereta eks-Jepang.

Infrastruktur Terbatas

Namun, persoalan kepadatan KRL Jabodetabek menurutnya tidak hanya berkaitan dengan kondisi kereta, tetapi juga keterbatasan infrastruktur.

Saat ini, KRL Jabodetabek melayani rata-rata sekitar 1,1 juta penumpang per hari dengan 1.065 perjalanan. Pada jam sibuk, tingkat kepadatan mencapai sekitar delapan orang per meter persegi.

“Seperti yang saya gambarkan tadi, kurangnya itu tidak hanya di sarananya, tidak hanya keretanya, kurang itu juga ada di infrastrukturnya. Infrastruktur ini, dalam dua tahun tiga tahun ke depan, inilah yang kita benahi dan kita tingkatkan kapasitasnya,” ujar Bobby.

Bobby mengatakan jumlah penumpang KRL meningkat 11,3 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata penumpang harian yang sebelumnya masih di bawah 1 juta kini mencapai 1,1 juta orang.

Kepadatan juga berbeda di setiap lintasan. Bobby menyebut okupansi di jalur Rangkasbitung telah lebih dari 160 persen, sementara Bekasi sekitar 120 persen dan Bogor sekitar 130 persen.

“Kalau standarnya itu kita tadi 1:6, kalau si Bogor dan Bekasi itu masih 1:7. Nah, sementara kalau yang Rangkasbitung ini, itu 1:12,” katanya.

Menurut Bobby, kepadatan tinggi di jalur Rangkasbitung salah satunya dipengaruhi headway yang masih 10-15 menit. KAI berencana meningkatkan sistem persinyalan sehingga jeda perjalanan dapat dipangkas menjadi 4-5 menit.

KAI juga akan menambah lima gardu traksi dan meningkatkan sembilan gardu lainnya di jalur Rangkasbitung. Dengan peningkatan kelistrikan tersebut, seluruh perjalanan ditargetkan dapat menggunakan rangkaian SF12 mulai semester I 2027.

Di jalur Bogor, KAI akan menambah 22 slot perjalanan menuju Bogor dengan mengakhiri perjalanan Nambo Line di Citayam. Sementara itu, elektrifikasi jalur Bekasi akan diperpanjang dari Cikarang menuju Cikampek dan jalur Bogor dari Bogor menuju Cigombong.

Rangkaian peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari target KAI meningkatkan kemampuan angkut KRL Jabodetabek hingga 2 juta penumpang per hari. Saat ini, rata-rata penumpang mencapai 1,1 juta per hari dengan puncak sekitar 1,3 juta.

Bobby mengatakan KAI menargetkan berbagai pembenahan infrastruktur tersebut dapat mengubah kondisi kepadatan KRL dalam beberapa tahun ke depan.

“Prasarana quick win-nya itu adalah tahun 2026 adalah untuk jalur Green Line yang Rangkasbitung, itu kita mulai memasang atau menyisipkan lima gardu traksi di tahun ini dan upgrading di sembilan gardu lainnya, sehingga nanti di semester I 2027 jalur Green Line ini itu akan bisa dilewati oleh SF12 semua,” ujar Bobby.

Selain kelistrikan dan persinyalan, KAI juga akan meningkatkan proteksi perjalanan melalui teknologi Automatic Train Protection (ATP).

Saat ini sistem perlindungan perjalanan masih mengandalkan grafik perjalanan kereta, persinyalan, serta masinis sebagai lapisan perlindungan terakhir.

Ketika ditanya apakah kondisi kepadatan seperti saat ini ditargetkan tidak lagi terjadi pada 2028, Bobby mengatakan KAI akan berupaya memenuhi target tersebut.

“Iya, insyaallah. Karena bagi kami bahwa keberadaan KAI ini adalah pelayan dari angkutan publik, maka kami harus jamin,” ujar Bobby.

(del/sfr)

Sumber

Sedang Hangat

Video:PM Jepang Temui Trump Jelang Pertemuan Dengan Xi Jinping – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Video:PM Jepang...

Mendagri Anggarkan Rp 5 Triliun Untuk Rehabilitasi Sektor Pendikan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Anggarkan...

Anggota Senat Sebut Rektor UINSA Mundur Usai Didemo Mahasiswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota Senat...

Khofifah Ajak Umat Teladani Sayyidah Aisyah Saat di Raudhah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Khofifah Ajak...

Menlu Iran Hadapi Trump di New York – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menlu Iran...

Topik Terbaru

Video:PM Jepang Temui Trump Jelang Pertemuan Dengan Xi Jinping – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Video:PM Jepang...

Mendagri Anggarkan Rp 5 Triliun Untuk Rehabilitasi Sektor Pendikan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Anggarkan...

Anggota Senat Sebut Rektor UINSA Mundur Usai Didemo Mahasiswa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anggota Senat...

Khofifah Ajak Umat Teladani Sayyidah Aisyah Saat di Raudhah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Khofifah Ajak...

Menlu Iran Hadapi Trump di New York – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menlu Iran...

Daftar Catatan Kritis YLBHI soal UU Reforma Agraria

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Daftar Catatan...

Komisi I DPR Tuntaskan Uji 25 Calon Dubes, Apa Hasilnya?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Komisi I...

IHSG Menanjak 1,56 Persen ke Level 6.374 Sore Ini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai IHSG Menanjak...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories