Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siti Fauziah Sebut Ajang LKBB-PB MPR Jadi Wadah Bentuk Karakter Siswa yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mengatakan penyelenggaraan Lomba Kreasi Baris-Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Tingkat Nasional MPR RI Tahun 2026 merupakan upaya untuk menanamkan nilai Empat Pilar MPR RI. Yaitu membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan, sekaligus mempertemukan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.
Hal itu diungkapkannya saat menghadiri acara penutupan dan pengumuman pemenang LKBB-PB Tingkat Nasional Tahun 2026 di halaman Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Siti Fauziah, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa LKBB-PB memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya MPR RI mendekatkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda melalui kegiatan yang kreatif, kompetitif, dan edukatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tahun ini memang sudah maksimal, tapi ke depan mungkin waktu lombanya bisa dibikin dua hari karena ini maraton sekali. Semoga di tahun 2027 pesertanya bisa mencakup seluruh 38 provinsi,” ujar Siti Fauziah, Minggu (6/9/2026).
Pada penyelenggaraan tahun 2026, LKBB-PB diikuti peserta dari 30 provinsi. Menurut Siti, capaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat respons positif dari berbagai daerah, tidak hanya dari ibu kota provinsi, tetapi juga dari kabupaten-kabupaten yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan provinsi.
“Harapan saya perwakilan dari 30 provinsi datang ke Jakarta bukan hanya untuk mengejar juara, tetapi untuk menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI,” tuturnya.
Siti menilai perjumpaan peserta dari berbagai daerah juga menjadi bagian penting dari penyelenggaraan LKBB-PB. Para pelajar tidak hanya belajar tentang kedisiplinan dan kerja sama dalam satu tim, tetapi juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan pelajar lain yang memiliki latar belakang daerah dan budaya yang berbeda.
“Kedisiplinan dan perjumpaan dengan rekan-rekan dari 29 provinsi lainnya ini bisa menjadi jaring pertemanan yang berharga untuk masa depan para peserta,” ujarnya.
Dia berharap jejaring yang terbentuk selama mengikuti LKBB-PB tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, hubungan antarpeserta dapat menjadi modal sosial bagi generasi muda untuk membangun kolaborasi dan persaudaraan lintas daerah di masa mendatang.
Siti juga memberikan apresiasi terhadap kreativitas para peserta dalam mengembangkan formasi baris-berbaris dan pengibaran bendera. Menurutnya, para peserta mampu menampilkan kreasi yang menarik dan kompleks, namun tetap memperhatikan ketentuan tata upacara yang berlaku.
“Kita melihat kreativitas yang luar biasa dari para peserta. Mereka mampu membuat formasi yang rumit dan menarik, tetapi tetap berada dalam koridor tata upacara yang baku,” ungkapnya.
Bagi Siti, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa LKBB-PB dapat menjadi media pembelajaran yang memadukan kedisiplinan dan kreativitas. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan bekerja sama, tetapi juga mampu berpikir kreatif, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebangsaan.
Karena itu, Siti menyambut baik upaya Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk mempertahankan dan memperluas penyelenggaraan LKBB-PB pada 2027. Dia berharap perluasan tersebut dapat membuat keterwakilan peserta semakin merata hingga mencakup seluruh provinsi di Indonesia.
“Semoga tahun depan bisa lebih baik, lebih luas, dan seluruh 38 provinsi dapat berpartisipasi,” jelasnya.
Selain memperluas cakupan peserta, Siti juga melihat perlunya evaluasi dari sisi teknis penyelenggaraan. Salah satunya adalah durasi perlombaan. Pelaksanaan yang sangat padat dalam satu hari dinilai cukup menguras tenaga peserta yang telah menempuh perjalanan jauh dari daerah masing-masing.
“Ke depan mungkin waktu lombanya bisa dibikin dua hari karena ini maraton sekali,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya MPR RI untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan LKBB-PB. Peserta diharapkan dapat tampil secara maksimal sekaligus memperoleh pengalaman yang lebih bermakna selama berada di Jakarta.
Siti juga mengingatkan bahwa seluruh finalis yang berhasil mencapai tingkat nasional pada dasarnya merupakan generasi muda terpilih dari daerah masing-masing.
“Karena itu, pengalaman mengikuti LKBB-PB diharapkan tidak berhenti pada prestasi lomba, tetapi menjadi bekal untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, kepemimpinan, disiplin, dan kecintaan terhadap Indonesia,” tutupnya.
Sebagai informasi tambahan, LKBB-PB MPR RI Tingkat Nasional Tahun 2026 dimenangkan oleh SMK Negeri 2 Garut, Jawa Barat. Juara dua diraih SMA Negeri 1 Kendari, Sulawesi Tenggara, sedangkan juara tiga diraih SMA Negeri 1 Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Sementara itu, juara harapan satu diraih SMA Negeri 1 Gianyar, Bali; juara harapan dua diraih SMA Negeri 99 Jakarta, DKI Jakarta; dan juara harapan tiga diraih SMA Negeri 3 Langsa, Aceh.
Simak juga Video ‘Moratorium AI di New York Memicu Pro-Kontra Pakar Pendidikan’:
(anl/ega)




