Sunday, September 6, 2026
20.8 C
Indonesia

Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ace Hasan hingga JK Hadiri GIHES 2026, Bicara soal Pendidikan Pesantren yang sedang hangat diperbincangkan.

Jakarta

Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengungkap potensi pesantren menjadi kekuatan global dalam bidang pendidikan sekaligus perdamaian. Menurutnya, tradisi pendidikan pesantren memiliki nilai yang relevan dengan kebutuhan dunia saat ini.

Hal itu disampaikan Ace Hasan saat menghadiri Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (5/9/2026). Ace mengatakan pendidikan masa depan tidak cukup hanya mengejar kemampuan akademik tapi harus mampu membentuk manusia secara utuh, mulai dari karakter, spiritualitas, keterampilan hingga tanggung jawab sosial.

“Pesantren bukan sekadar tempat santri menuntut ilmu; pesantren adalah sekolah kehidupan,” kata Ace.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Menurutnya, santri tidak hanya belajar melalui pelajaran di kelas. Mereka juga ditempa melalui disiplin kehidupan sehari-hari, belajar hidup sederhana, mengelola diri, bekerja sama, mengabdi, memimpin hingga memikul tanggung jawab.

“Di pesantren, nilai-nilai tidak sekadar diajarkan, melainkan dihidupkan. Karakter tidak hanya dijelaskan secara teoretis, melainkan dibentuk melalui pembiasaan,” ujarnya.

Ace menilai pengalaman pesantren tersebut dapat menjadi kontribusi Indonesia dalam percakapan global mengenai pendidikan holistik. Terlebih, pesantren memiliki tradisi kepemimpinan dan pembentukan karakter yang telah berlangsung lintas generasi.

Dia mengatakan pesantren juga berpotensi mencetak pemimpin global. Namun, pemimpin tersebut harus tetap memiliki akar moral dan nilai kemanusiaan.

“Pemimpin global masa depan harus mampu memahami keanekaragaman budaya, menavigasi dinamika geopolitik yang rumit, memanfaatkan teknologi secara bijak, dan berkiprah melintasi batas-batas negara,” ungkapnya.

“Namun, mereka juga harus memiliki integritas, empati, keberanian moral, kearifan, serta tujuan hidup yang luhur,” sambungnya.

Ace juga menekankan pesantren perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), riset, inovasi, serta kolaborasi internasional. Namun, modernisasi tersebut tidak boleh menghilangkan identitas pesantren.

“Rawat nilainya, transformasikan metodenya,” ucapnya.

Di sisi lain, dia menilai penguatan pesantren pada akhirnya tidak hanya berdampak terhadap dunia pendidikan. Pesantren juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun perdamaian.

Menurut Ace, nilai rahmah, keadilan, keseimbangan, persaudaraan dan penghormatan terhadap martabat manusia yang hidup dalam tradisi Islam memiliki pesan universal.

“Di tengah dunia yang kian terbelah oleh pertikaian, keterbelahan, dan rasa saling curiga, nilai-nilai ini mengingatkan kita pada satu hal mendasar: pendidikan tidak boleh hanya melatih manusia untuk saling bersaing, melainkan harus mengajarkan mereka cara untuk hidup berdampingan,” ungkapnya.

Dia pun berharap pesantren dapat berkembang menjadi kekuatan pendidikan sekaligus kekuatan perdamaian dunia.

“Dari pesantren menuju kepemimpinan global, dari pendidikan menuju perdamaian, dari martabat menuju peradaban, dari Indonesia untuk kemanusiaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menilai pendidikan holistik membutuhkan perubahan besar dalam sistem pendidikan. Menurutnya, pendidikan tidak bisa hanya berorientasi pada hafalan.

JK mengatakan pendidikan holistik harus membentuk tiga aspek sekaligus, yakni head, heart and hand atau kepala, hati dan tangan.

“Head, heart and hand. Otak, kepala, hati untuk akhlak dan juga kecerdasan dan tangan untuk kemampuan bekerja. Itulah holistik, seutuhnya,” kata JK.

Menurut JK, pendidikan juga harus mengembangkan logika, inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia menilai zaman saat ini sudah tidak tepat jika pendidikan hanya menekankan kemampuan menghafal.

“Zaman sekarang bukan lagi zaman menghafal. Sekarang tinggal ambil handphone, sedikit AI, semua bisa dikasih tahu sama kita. Buat apa kita hafal?” ujarnya.

Karena itu, JK menilai santri dan siswa harus dibiasakan berpikir kritis, berdiskusi, berdebat dan mempraktikkan ilmu yang dipelajari. Dia menyoroti pentingnya fasilitas pendukung agar konsep pendidikan holistik benar-benar bisa diterapkan.

“Untuk pendidikan yang holistik harus ada fasilitas. Tidak mungkin pendidikan tanpa lab, tanpa ruang kerja, tanpa ruang praktik, tanpa debat,” katanya.

JK juga mendorong perubahan peran guru. Menurutnya, guru di era pendidikan holistik tidak cukup hanya menjadi pengajar, tetapi harus mampu menjadi fasilitator yang mendorong peserta didik aktif berpikir dan berdiskusi.

“Kalau holistik guru bukan lagi mengajar, tapi memfasilitasi. Bagaimana mahasiswa, santri berdebat dengan gurunya?” tuturnya.

Sumber

Sedang Hangat

Pemerintah Evaluasi Pola Distribusi MBG Usai Kasus Keracunan Massal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Evaluasi...

Polisi Bongkar Jaringan Joker Malaysia di Makassar, Sita Sabu-Ekstasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Bongkar...

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Pontianak, Maskapai Batalkan Flight

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kabut Asap...

Pertamina Tindak Tegas SPBU di Subang, Ini Pelanggarannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina Tindak...

AHY Tegaskan TNI-Polri hingga ASN Harus Netral Saat Pemilu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai AHY Tegaskan...

Topik Terbaru

Pemerintah Evaluasi Pola Distribusi MBG Usai Kasus Keracunan Massal – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pemerintah Evaluasi...

Polisi Bongkar Jaringan Joker Malaysia di Makassar, Sita Sabu-Ekstasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polisi Bongkar...

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Pontianak, Maskapai Batalkan Flight

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kabut Asap...

Pertamina Tindak Tegas SPBU di Subang, Ini Pelanggarannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina Tindak...

AHY Tegaskan TNI-Polri hingga ASN Harus Netral Saat Pemilu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai AHY Tegaskan...

Kekuasaan Bukan Milik Seseorang untuk Selamanya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kekuasaan Bukan...

Kemenhub Pastikan Operasional Bandara Normal Usai Erupsi Anak Krakatau

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenhub Pastikan...

Abaikan Keselamatan, Trump Pakai Jet Mewah Hadiah Qatar ke Irlandia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Abaikan Keselamatan,...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories