Thursday, September 3, 2026
16.8 C
Indonesia

BI Pasang Mata pada Inflasi Harga Pangan saat Aktivitas Ekonomi Pulih

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Pasang Mata pada Inflasi Harga Pangan saat Aktivitas Ekonomi Pulih yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan kembalinya inflasi pada Agustus 2026 menjadi indikator adanya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Destry menjelaskan indikasi tersebut tercermin dari pergerakan inflasi inti (core inflation) yang tetap terjaga dan sedikit naik.

“Jadi kalau kita lihat inflasi inti masih tetap stabil, malah meningkat sedikit, yang artinya ada aktivitas ekonomi dari 2,7 ke 2,9 persen,” ujar Destry ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski inflasi inti menunjukkan tren yang baik, Destry menyoroti lonjakan pada kelompok harga pangan bergejolak (volatile food).



Ia mengungkap komponen harga pangan bergejolak naik dari kisaran 2 persen menjadi 4 persen.

Destry menegaskan menjaga stabilitas harga pangan menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

[Gambas:Youtube]

BI disebut terus berkoordinasi erat dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program pengendalian inflasi pangan.

“Jadi PR kita bersama-sama menjaga stabilitas di harga pangan,” ujar Destry.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia inflasi 3,19 persen pada Agustus 2026 (year on year/yoy), sementara secara bulanan inflasi tercatat 0,21 persen (mtm).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi bulanan 0,21 persen didorong oleh makanan, minuman dan tembakau yang tercatat 0,57 persen dengan andil 0,17 persen.

Komoditas dominan pendorong inflasi di kelompok tersebut yakni daging ayam ras andil 0,17 persen, kemudian cabai rawit, ikan segar dan juga beras dengan andil masing-masing 0,02 persen serta kacang panjang, buncis, jagung manis, ketimun, semangka, sigaret kretek mesin atau putih dengan andil masing-masing 0,01 persen.

Kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi pendorong kedua terbesar ke inflasi sebesar 0,37 persen dengan andil 0,03 persen. Inflasi kelompok ini didorong oleh inflasi emas, perhiasan sebesar 0,75 persen dan andil 0,02 persen.

Sementara, kelompok transportasi tercatat deflasi 0,50 persen dengan andil 0,06 persen. Pendorongnya adalah komoditas tarif angkutan udara dengan andil 0,06 persen. Bensin juga jadi komoditas pendorong deflasi dengan andil 0,03 persen.

Adapun inflasi inti tercatat 0,21 persen dengan andil 0,13 persen. Kemudian, harga diatur pemerintah deflasi 0,33 persen dan andil 0,07 persen.

Selanjutnya, komponen harga bergejolak tercatat inflasi 0,88 persen dengan andil sebesar 0,15 persen. Komoditas dominan dorong inflasi adalah daging, ayam ras, cabai rawit dan beras.

 

(dhz/ins)


Sumber

Sedang Hangat

Baru Mau Bebas, Aktivis Demokrasi Ini Malah Terancam Bui Lagi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baru Mau...

Harga BBM Avtur Pertamina Resmi Naik, Berlaku September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tak Peduli AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Peduli...

75 Ribu Orang Ikuti Seleksi Petugas Haji

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Ribu...

Dari Kawasan Transmigrasi, TEP ITS Bawa Inovasi Layanan Kependudukan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Kawasan...

Topik Terbaru

Baru Mau Bebas, Aktivis Demokrasi Ini Malah Terancam Bui Lagi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baru Mau...

Harga BBM Avtur Pertamina Resmi Naik, Berlaku September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tak Peduli AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Peduli...

75 Ribu Orang Ikuti Seleksi Petugas Haji

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Ribu...

Dari Kawasan Transmigrasi, TEP ITS Bawa Inovasi Layanan Kependudukan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Kawasan...

Kacau! Sindikat India Palsukan Label Kedaluwarsa Nestle & Pepsi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kacau! Sindikat...

Siaga Jadi Medan Perang Lawan AS, Negara NATO Kirim Pasukan ke Sini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siaga Jadi...

Pegang Uang Cash Rp500 T, Purbaya Jamin Tak Akan Gagal Bayar Kopdes – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pegang Uang...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories