Thursday, September 3, 2026
16.8 C
Indonesia

Baru Mau Bebas, Aktivis Demokrasi Ini Malah Terancam Bui Lagi – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baru Mau Bebas, Aktivis Demokrasi Ini Malah Terancam Bui Lagi yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Aktivis demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, kembali menghadapi ancaman hukuman penjara setelah mengaku bersalah dalam kasus keamanan nasional untuk kedua kalinya. Pengakuan tersebut membuka jalan bagi vonis baru terhadap tokoh pro-demokrasi yang telah menghabiskan bertahun-tahun di balik jeruji besi.

Wong, 29 tahun, didakwa bersekongkol dengan aktivis lain untuk mendorong pemberlakuan sanksi asing terhadap China dan Hong Kong pada 2020. Kasus tersebut berkaitan dengan kampanye yang disebut jaksa sebagai “International Battlefront”, yang antara lain melibatkan lobi kepada politisi Amerika Serikat (AS).

Wong kini masih menjalani hukuman penjara 4 tahun 8 bulan setelah mengaku bersalah dalam kasus subversi yang menjadi bagian dari penuntutan terhadap kelompok oposisi Hong Kong. Ia seharusnya bebas pada Januari mendatang, tetapi kasus terbaru ini berpotensi membuat masa hukumannya bertambah.

Dalam sidang di Pengadilan Tinggi Hong Kong pada Rabu (2/9/2026), jaksa menyebut Wong dan rekan-rekannya telah menggunakan media sosial serta bertemu dengan sejumlah politikus AS untuk mendorong sanksi terhadap China dan Hong Kong. Mereka antara lain disebut melakukan lobi kepada mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Senator Marco Rubio.

Menurut jaksa, kampanye tersebut tetap berjalan setelah Undang-Undang Keamanan Nasional (NSL) diberlakukan Beijing pada 2020. Setelah itu, AS menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari selusin pejabat Hong Kong dan China, yang menurut penuntut menunjukkan bahwa rencana tersebut memiliki dampak nyata.

Dalam permohonan keringanan hukuman, pengacara Wong, Derek Chan, mengatakan kliennya telah menghabiskan sekitar enam tahun terakhir di penjara akibat berbagai perkara dan semuanya telah diakui.

“Dia telah memiliki kesempatan yang cukup lama untuk merenungkan tindakannya, untuk merenungkan jalan yang telah ia tempuh,” ujar Chan, seperti dikutip CNN International.

Chan mengakui hukuman maksimal dalam perkara tersebut dapat mencapai 10 tahun penjara. Namun, ia meminta hakim memangkasnya menjadi lima tahun agar vonis tersebut “memberikan harapan serta masa depan yang bisa dinantikan oleh terdakwa, tanpa menghancurkan semangat hidupnya.”

Di luar ruang sidang, pengamanan diperketat dan polisi memeriksa orang-orang yang hendak masuk ke kompleks pengadilan. Gloria Cheng, 32 tahun, teman Wong, mengatakan kasus tersebut menggambarkan kondisi Hong Kong saat ini.

“Ini bukan kali pertama baginya, dan sudah ada orang lain sebelumnya yang mengalami hal serupa,” ujarnya.

Sementara itu, Louis Lee, yang kerap menjenguk Wong di penjara, mengatakan aktivis tersebut berusaha tetap positif dengan belajar, berolahraga, hingga mempelajari gitar. Ia menyebut Wong sangat terpukul ketika mengetahui dirinya kembali didakwa berdasarkan aturan keamanan nasional.

“Kami sangat sedih karena tidak ada seorang pun yang ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi di penjara,” kata Lee.

Wong pertama kali menjadi sorotan saat berusia 15 tahun ketika memimpin aksi menentang rencana penerapan kurikulum pendidikan kewarganegaraan China di sekolah Hong Kong. Ia kemudian menjadi salah satu tokoh utama Gerakan Payung 2014, sebelum mendirikan partai pro-demokrasi Demosisto dan terlibat dalam gerakan politik yang akhirnya membuatnya berulang kali berhadapan dengan aparat.

Sejak NSL diberlakukan, kelompok masyarakat sipil dan media independen di Hong Kong menyusut, sementara banyak tokoh pro-demokrasi dipenjara atau hidup di pengasingan.

 

(luc/luc)

Sumber

Sedang Hangat

Harga BBM Avtur Pertamina Resmi Naik, Berlaku September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tak Peduli AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Peduli...

75 Ribu Orang Ikuti Seleksi Petugas Haji

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Ribu...

Dari Kawasan Transmigrasi, TEP ITS Bawa Inovasi Layanan Kependudukan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Kawasan...

BI Pasang Mata pada Inflasi Harga Pangan saat Aktivitas Ekonomi Pulih

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Pasang...

Topik Terbaru

Harga BBM Avtur Pertamina Resmi Naik, Berlaku September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tak Peduli AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Peduli...

75 Ribu Orang Ikuti Seleksi Petugas Haji

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Ribu...

Dari Kawasan Transmigrasi, TEP ITS Bawa Inovasi Layanan Kependudukan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Kawasan...

BI Pasang Mata pada Inflasi Harga Pangan saat Aktivitas Ekonomi Pulih

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Pasang...

Kacau! Sindikat India Palsukan Label Kedaluwarsa Nestle & Pepsi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kacau! Sindikat...

Siaga Jadi Medan Perang Lawan AS, Negara NATO Kirim Pasukan ke Sini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siaga Jadi...

Pegang Uang Cash Rp500 T, Purbaya Jamin Tak Akan Gagal Bayar Kopdes – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pegang Uang...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories