Friday, September 4, 2026
20.9 C
Indonesia

Kacau! Sindikat India Palsukan Label Kedaluwarsa Nestle & Pepsi – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kacau! Sindikat India Palsukan Label Kedaluwarsa Nestle & Pepsi yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Otoritas India berhasil menggerebek sebuah operasi ilegal berskala besar di Mumbai yang memalsukan tanggal kedaluwarsa dan informasi nutrisi pada produk makanan asli buatan PepsiCo, Nestle, Coca-Cola, dan Unilever untuk diekspor ke negara lain.

Mengutip Reuters, Rabu (2/9/2026), petugas keamanan pangan melakukan investigasi intensif selama enam hari di sebuah gudang dan menyita barang senilai hampir US$ 80.000 (Rp 1,41 miliar). Penyelidik menemukan bahan kimia pelarut yang digunakan untuk menghapus tanggal kedaluwarsa dan label bahan asli pabrik, mesin cetak pengganti, serta puluhan paket label untuk berbagai merek global seperti keripik kentang Lay’s dan mi Maggi.

Gudang kotor yang terletak di kawasan industri Navi Mumbai, sekitar 25 kilometer dari bandara internasional, tersebut dikelola secara mandiri oleh perusahaan swasta Sadhana Enterprises. Pemiliknya menyatakan bahwa mereka murni melakukan aktivitas tersebut atas nama 19 eksportir yang kurang dikenal.

“Produk makanan berbahaya diekspor untuk dijual, sehingga menipu pelanggan,” tulisnya.

Negara bagian Maharashtra, dengan Mumbai sebagai ibu kotanya, memang tengah mengintensifkan kampanye keamanan pangan di bawah Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) yang baru, Tukaram Mundhe.

“Saya benar-benar terkejut dengan skalanya. Ini seperti aktivitas yang terorganisasi. Ini telah dilakukan secara sistematis,” paparnya.

Petugas berhasil menyita hampir 5.000 karton produk konsumen, termasuk keripik Lay’s dan Kurkure dari PepsiCo, Maggi Masala Noodles dari Nestle, Knorr Mushroom Soup dan Hellmann’s Mayonnaise dari Unilever, serta kaleng Thums Up dan Limca dari Coca-Cola. Banyak dari paket tersebut tanggalnya telah dihapus.

Seorang operator kemudian akan memasukkan tanggal kedaluwarsa dan produksi palsu menggunakan stilus di layar komputer, sebelum pekerja mencetak label baru menggunakan mesin beralaskan meja logam yang dihiasi stiker bertuliskan “I love my India”.

“Tanggal asli pembuatan dan tanggal kedaluwarsa pada kemasan produk makanan telah dicoret, dihapus… (dan) informasi baru dicetak di atasnya,” tegasnya.

Mundhe membeberkan bahwa semua stok tersebut ditujukan untuk ekspor, meskipun negara tujuannya belum jelas. Tim investigasi bahkan menemukan beberapa paket dicetak ulang dengan tanggal produksi fiktif di masa depan, yakni 2 Oktober 2026.

Guna mengakali peraturan asing, sindikat ini menempelkan label nutrisi palsu seperti format dwibahasa Inggris dan Prancis pada paket Kurkure, mengurangi keterangan kuantitas sereal hingga 10%, mengubah jumlah kalori, dan menambahkan keterangan “Product of India” pada karton Maggi agar terlihat siap ekspor.

Penegakan hukum keamanan pangan di India selama ini sangat lemah dan pengawasannya hanya difokuskan pada kasus pemalsuan produk susu selama musim perayaan. Menanggapi temuan masif ini, Mundhe menyerukan pentingnya akuntabilitas rantai pasokan dari perusahaan-perusahaan global tersebut.

“Semua orang perlu menanggapi hal ini dengan serius. Perusahaan harus mematuhi kepatuhan dan memastikan bahwa pencitraan merek, pengemasan, dan penjualan dilakukan sesuai peraturan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, perusahaan raksasa seperti PepsiCo, Nestle, Unilever, dan Coca-Cola sama sekali tidak memberikan tanggapan atas temuan tersebut. Para pemilik gudang, Jayprakash Sanchatiram Singh dan Jaya Navrang Bahadur Singh, juga tidak dapat dihubungi oleh media, dan masih belum jelas apakah pihak kepolisian telah resmi melakukan penangkapan atas kasus ini.

(tps/luc)

Sumber

Sedang Hangat

Luhut Bilang Skema Bansos Bakal Diubah, Penerima Dicek Pakai Biometrik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Luhut Bilang...

Gangster Meresahkan di Cikupa Tangerang, Warga Nongkrong Diserang Acak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gangster Meresahkan...

Kepala BGN Pastikan Aparat Selidiki SPPG Penyebab Keracunan MBG

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kepala BGN...

BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 T di 2027, Kejar 72 Juta Penerima

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BGN Ajukan...

Dana Menipis, PBB Pangkas 50% Bantuan Pangan untuk Palestina – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dana Menipis,...

Topik Terbaru

Luhut Bilang Skema Bansos Bakal Diubah, Penerima Dicek Pakai Biometrik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Luhut Bilang...

Gangster Meresahkan di Cikupa Tangerang, Warga Nongkrong Diserang Acak

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gangster Meresahkan...

Kepala BGN Pastikan Aparat Selidiki SPPG Penyebab Keracunan MBG

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kepala BGN...

BGN Ajukan Anggaran MBG Rp240,2 T di 2027, Kejar 72 Juta Penerima

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BGN Ajukan...

Dana Menipis, PBB Pangkas 50% Bantuan Pangan untuk Palestina – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dana Menipis,...

Kubu Febrie Bantah Terima Uang Rp40 M dari Pengusaha Tan Kian

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kubu Febrie...

BGN Segera Terbitkan Aturan Insentif SPPG, Tak Lagi Rata Rp 6 Juta

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BGN Segera...

Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG, Zulhas Minta Usut Tuntas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ratusan Santri...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories