Monday, November 2, 2026
32.1 C
Indonesia

Negara Kaya Raya Ini Bangkrut Gegara Pemerintahnya Hobi Foya-Foya – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Negara Kaya Raya Ini Bangkrut Gegara Pemerintahnya Hobi Foya-Foya yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Sebuah negara pulau Nauru yang berada di wilayah Oseania dilaporkan bangkrut. Penyebabnya karena mobil super Lamborghini dan Ferrari.

Nauru yang sempat dikenal menjadi negara pulau terkaya di dunia mengalami kejatuhan. Negara yang merdeka pada 1968 itu mengambil alih tambang fosfat yang sebelumnya dieksploitasi Inggris, Australia dan Selandia Baru.

Dari tambang itu membuat kekayaan negara meledak. The New York Times pada 1982 pernah menyebut Nauru sebagai negara kepulauan dengan pendapatan per kapita yang melampaui negara Arab yang kaya akan minyak.

Kesejahteraan juga terlihat dari cara pemerintah menyediakan fasilitas untuk masyarakatnya. Semua layanan penting digrastikan, termasuk sekolah, perawatan medis dan gigi, transportasi bus, bahkan surat kabar pemerintah.

Jika perawatan tidak tersedia di dua rumah sait setempat, masyarakat akan diterbangkan ke Australia dnegan biaya pemerintah. Masyarakat yang melanjutkan pendidikan tinggi di kampus Australia juga ditanggung.

Namun kekayaan itu mulai menyurut. Masyarakat setempat disebut gila-gilaan berbelanja dan ini ditemukan oleh sebuah YouTube bernama Ruhi Cenet pada 2024.

Dalam videonya, dia menemukan berbagai mobil mewah yang terbengkalai di pinggir jalan, termasuk Cadillac, Jeep hingga Land Rover. Bahkan ada cerita soal polisi yang membeli Lamborghini pada dia tak muat di dalamnya.

Tambang fosfat yang sempat jadi pendapatan utama negara juga menyusut pada 1990-an.

Sumber daya pulau habis, gaya hidup mewah dan pengeluaran pemerintah tidak terelakkan. Kemudian Nauru mencari cara lain menghasilkan uang, yang kemudian pulau itu disebut sebagai negara pencucian uang oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).

Sebab Nauru mencari uang dengan menjual lisensi perbankan dan paspor. Uang mafia Rusia senilai 55 miliar pound mengalir ke dalam bank-bank di neegara tersebut hanya dalam waktu satu tahun.

(hsy/hsy)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

DJP Buka Suara soal Transfer Bank Cs Kena Pajak Digital per 9 November

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DJP Buka...

Tergiur Rp20 Juta, Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tergiur Rp20...

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPS Umumkan...

Pakar Desak DPR Proses Nasib Wapres Gibran Usai Putusan MK dan MA

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pakar Desak...

Transfer Bank Kena Pajak Digital, Ini Alasan Pemerintah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Transfer Bank...

Topik Terbaru

DJP Buka Suara soal Transfer Bank Cs Kena Pajak Digital per 9 November

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DJP Buka...

Tergiur Rp20 Juta, Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tergiur Rp20...

BPS Umumkan Inflasi Oktober 2026 Capai 3,23 Persen

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BPS Umumkan...

Pakar Desak DPR Proses Nasib Wapres Gibran Usai Putusan MK dan MA

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pakar Desak...

Transfer Bank Kena Pajak Digital, Ini Alasan Pemerintah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Transfer Bank...

BNPB Minta Kepala Daerah Siaga Hadapi Potensi Banjir-Longsor saat Musim Hujan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BNPB Minta...

Viral Pria Tak Terima Ditegur karena Minum di Gerbong MRT

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Viral Pria...

3 Rekomendasi Kadin ke Prabowo Bakal Dongkrak Daya Saing

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 3 Rekomendasi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories