Thursday, September 3, 2026
16.8 C
Indonesia

Geger Pria Bakar Diri Dekat Markas PBB Usai Xi Jinping Sahkan UU Baru – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Geger Pria Bakar Diri Dekat Markas PBB Usai Xi Jinping Sahkan UU Baru yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Seorang pria tewas setelah mengalami luka bakar parah akibat membakar dirinya di dekat markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).

Polisi New York masih menyelidiki insiden tersebut, sementara kelompok aktivis dan media komunitas Tibet di pengasingan mengidentifikasi korban sebagai seorang aktivis Tibet yang melakukan aksi tersebut untuk menyerukan kemerdekaan Tibet.

Departemen Kepolisian New York (NYPD) menyatakan petugas menerima panggilan darurat sekitar pukul 18.30 waktu setempat pada Kamis dan menemukan seorang pria dalam kondisi mengalami luka bakar berat. Korban kemudian dilarikan ke Bellevue Hospital. Namun, pihak rumah sakit menyatakan pria tersebut meninggal dunia akibat luka-lukanya.

“Kami masih melakukan penyelidikan,” kata juru bicara NYPD, dilansir Reuters, Jumat (3/7/2026).

Polisi tidak mengungkap identitas korban maupun kemungkinan motif di balik tindakannya. Namun, media komunitas Tibet di pengasingan, Voice of Tibet, menyebut korban adalah aktivis Tibet bernama Lobga Rangzen.

Dalam laporannya, Voice of Tibet menyatakan Rangzen “membakar dirinya di luar markas besar PBB di New York setelah menyampaikan seruan langsung mengenai kemerdekaan dan persatuan Tibet.”

Situs berita lokal amNewYork melaporkan Rangzen bekerja sebagai pengemudi Uber dan datang ke lokasi sambil membawa bendera Tibet. Media tersebut mengutip sesama pengemudi Uber sekaligus anggota komunitas Tibet, Lobsang Paljor, yang mengatakan dirinya mengenal Rangzen melalui berbagai kegiatan komunitas.

Menurut Paljor, Rangzen “marah atas pembatasan yang diberlakukan pemerintah China terhadap rakyatnya”.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah China mulai memberlakukan Undang-Undang Persatuan Etnis yang baru, yang mulai berlaku pekan ini dan menjadi sorotan internasional.

AS dan Uni Eropa telah menyampaikan kekhawatiran terhadap undang-undang tersebut karena dinilai memberikan dasar hukum bagi Beijing untuk mengambil tindakan terhadap individu yang berada di luar wilayah China.

Undang-undang itu bertujuan membentuk identitas nasional yang “bersama” bagi 55 kelompok etnis minoritas di China, termasuk etnis Tibet dan Uyghur. Sebagian anggota kelompok tersebut selama ini menyatakan keberatan terhadap pemerintahan Beijing, sementara komunitas Tibet di berbagai negara secara terbuka menolak penerapan aturan tersebut.

Aksi bakar diri juga bukan pertama kalinya dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan China di Tibet. Selama bertahun-tahun, warga Tibet telah melakukan aksi serupa untuk memprotes kebijakan Beijing di Tibet maupun wilayah lain yang memiliki populasi etnis Tibet dalam jumlah besar.

China mengambil alih kendali atas Tibet pada 1950 dalam operasi yang oleh pemerintah China disebut sebagai “pembebasan damai” dari sistem feodal.

Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional serta komunitas Tibet di pengasingan secara konsisten mengecam apa yang mereka sebut sebagai pemerintahan represif China di wilayah Tibet. Beijing menolak penilaian tersebut.

Isu etnis merupakan salah satu persoalan yang sangat sensitif di China. Pemerintah menerapkan pengawasan ketat terhadap warga Tibet maupun kelompok etnis minoritas lainnya untuk mendeteksi dugaan aktivitas separatisme.

Sejak Xi Jinping menjabat sebagai presiden pada 2012, Beijing juga memperluas kontrol kelembagaan di Tibet. Presiden International Campaign for Tibet, Tencho Gyatso, mengenang Rangzen sebagai sosok yang selama ini aktif memperjuangkan isu Tibet.

Ia menggambarkan Rangzen sebagai “pejuang gigih bagi Tibet” dan mengaku “sangat sedih” atas kematian aktivis tersebut.

Berdasarkan data International Campaign for Tibet, lebih dari 150 warga Tibet melakukan aksi bakar diri sepanjang periode 2009 hingga 2022 sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Beijing. Organisasi tersebut juga mencatat sedikitnya 10 aksi bakar diri dilakukan oleh warga Tibet yang hidup dalam pengasingan di luar wilayah China.

 

(luc/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Baru Mau Bebas, Aktivis Demokrasi Ini Malah Terancam Bui Lagi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baru Mau...

Harga BBM Avtur Pertamina Resmi Naik, Berlaku September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tak Peduli AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Peduli...

75 Ribu Orang Ikuti Seleksi Petugas Haji

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Ribu...

Dari Kawasan Transmigrasi, TEP ITS Bawa Inovasi Layanan Kependudukan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Kawasan...

Topik Terbaru

Baru Mau Bebas, Aktivis Demokrasi Ini Malah Terancam Bui Lagi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Baru Mau...

Harga BBM Avtur Pertamina Resmi Naik, Berlaku September 2026

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Harga BBM...

Tak Peduli AS, Rusia Bantu Iran Kembangkan Rudal Jelajah Supersonik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tak Peduli...

75 Ribu Orang Ikuti Seleksi Petugas Haji

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 75 Ribu...

Dari Kawasan Transmigrasi, TEP ITS Bawa Inovasi Layanan Kependudukan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dari Kawasan...

BI Pasang Mata pada Inflasi Harga Pangan saat Aktivitas Ekonomi Pulih

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BI Pasang...

Kacau! Sindikat India Palsukan Label Kedaluwarsa Nestle & Pepsi – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kacau! Sindikat...

Siaga Jadi Medan Perang Lawan AS, Negara NATO Kirim Pasukan ke Sini

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siaga Jadi...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories