Wednesday, July 1, 2026
22.4 C
Indonesia

1.840 WNI Ditahan di Kamboja, Kemlu Ungkap Lonjakan Kasus Penipuan – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai 1.840 WNI Ditahan di Kamboja, Kemlu Ungkap Lonjakan Kasus Penipuan yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang terjerat kasus penipuan daring terus meningkat sepanjang 2026. Bahkan, hingga Juni tahun ini, jumlah kasus yang ditangani telah melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan sepanjang tahun lalu.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan tren kenaikan tersebut turut berdampak pada membengkaknya jumlah WNI yang kini berada di pusat-pusat detensi imigrasi di Kamboja.

“Ini jumlahnya sudah dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya 2025 itu setahun. Sekarang baru berjalan sampai Juni. Ini tentunya karena ada scam center di dunia,” kata Heni dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

Heni mengungkapkan hingga Juni 2026, terdapat 1.840 WNI yang berada di berbagai detensi imigrasi di Kamboja. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 WNI berada di satu pusat detensi di Koh Kong, 592 WNI di pusat detensi lain di wilayah yang sama, 948 WNI berada di Detensi Battambang, serta sekitar 100 WNI di lokasi detensi lainnya.

“Per Juni ini terdapat 1.840 WNI yang berada di detensi imigrasi Kamboja,” ujarnya.

Selain berada di pusat detensi, sebagian WNI juga masih ditampung di shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh. Menurut Heni, pemerintah saat ini terus mengupayakan pemulangan mereka ke Indonesia.

“Nah selain itu juga para WNI ini ada yang di penampungan kita, di penampungan KBRI Kamboja. Ini memang semuanya sedang dalam proses pemulangan,” katanya.

Kemlu juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kamboja agar proses pemulangan WNI dapat berjalan lebih mudah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan negosiasi agar para WNI tidak lagi dibebankan sejumlah biaya administrasi sebelum dipulangkan.

Di sisi lain, Heni mengakui kasus WNI yang terlibat jaringan scam center masih menjadi tantangan terbesar dalam upaya pelindungan warga negara Indonesia di luar negeri.

“Untuk saat ini adalah WNI yang memang terlibat di scam center yang lebih banyak tentunya,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia terus mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak melalui jalur resmi. Sebab, sebagian besar korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan scam center diketahui berangkat menggunakan mekanisme nonprosedural sehingga lebih rentan mengalami eksploitasi dan menyulitkan proses pelindungan ketika menghadapi masalah di negara tujuan.

 

(luc/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

Belanja Iklim APBN Rp73,5 T, Kemenkeu Sebut Baru 12,9 Persen Kebutuhan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Belanja Iklim...

PN Jaktim Larang Pengunjung Live Streaming Sidang Dokter Tifa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PN Jaktim...

Bupati Kuansing Pernah Terima Suap Pajero Sport Saat Jabat Plt

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bupati Kuansing...

14 Anak Tewas Tertimpa, Atap Bimbel Tiba-Tiba Ambruk – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 14 Anak...

Resmi! Harga Avtur Turun, Ini Daftarnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Resmi! Harga...

Topik Terbaru

Belanja Iklim APBN Rp73,5 T, Kemenkeu Sebut Baru 12,9 Persen Kebutuhan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Belanja Iklim...

PN Jaktim Larang Pengunjung Live Streaming Sidang Dokter Tifa

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai PN Jaktim...

Bupati Kuansing Pernah Terima Suap Pajero Sport Saat Jabat Plt

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bupati Kuansing...

14 Anak Tewas Tertimpa, Atap Bimbel Tiba-Tiba Ambruk – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 14 Anak...

Resmi! Harga Avtur Turun, Ini Daftarnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Resmi! Harga...

Suku Bunga Naik, Bank Jakarta Pilih Pertumbuhan Berkualitas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Suku Bunga...

Sedang di Luar Negeri, Bos Maktour Absen Pemeriksaan KPK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Sedang di...

Kado Hari Bhayangkara untuk Masyarakat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kado Hari...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories