Saturday, July 4, 2026
28.1 C
Indonesia

Derita Kongo, Konflik Tak Kunjung Usai dan Ancaman Deforestasi


Jakarta,

Konflik bersenjata yang terjadi di Republik Demokratik Kongo, telah banyak menelan korban.

Terakhir, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan 200.000 warga Kongo terusir dari rumah mereka sendiri, usai kelompok bersenjata yang didukung Rwanda, M23, menguasai Kota Uvira di Provinsi Kivu Selatan.


ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan PBB disebutkan M23 memaksa masuk Kota Uvira di pada Selasa (9/12). Peristiwa ini membuat warga ramai-ramai terpaksa meninggalkan rumah mereka, demikian dikutip Al Jazeera.

Konflik di negara Afrika ini sudah terjadi sejak sejak 1996, menyebabkan sekitar enam juta kematian. Perang Kongo Pertama (1996-1997) dimulai setelah Genosida Rwanda tahun 1994, demikian laporan laman Council on Foreign Relations (cfr.org).

Pada tahun 1998, Perang Kongo Kedua pecah menyusul memburuknya hubungan antara Kongo dan Rwanda. Hingga memunculkan banyak kelompok paramiliter.

Salah satu kelompok pemberontak paling menonjol yang muncul pada awal tahun 2000-an adalah Gerakan 23 Maret (M23), yang sebagian besar terdiri dari etnis Tutsi.

Antara tahun 2012 dan 2013, M23 menjadi kekuatan yang tak terbantahkan di Kongo timur, dan Kinshasa (Kongo) menuduh Kigali (Rwanda) mendukung kelompok tersebut.

Ancaman Deforestasi

Di luar perang, Kongo sebagai pemilik hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia (Cekung Kongo) setelah Amazon, juga menghadapi penggundulan hutan yang masif.

Laman Norway’s International Climate and Forest Initiative (nicfi) Cekungan Kongo meliputi sistem sungai Kongo yang perkasa, hutan ini dipenuhi dengan berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang unik. Melindungi hutan-hutan ini sangat penting untuk mencegah pemanasan global.

Hutan Cekungan Kongo memiliki luas sebesar India atau hampir sepuluh kali luas Jerman, meliputi 3,3 juta km2. Hampir dua pertiga hutan tersebut berada di wilayah Republik Demokratik Kongo. Hutan ini menyediakan makanan, kayu bakar, air, dan tempat berteduh.

Yang tak kalah penting adalah luasnya lahan gambut. Lapisan tanah organik yang tebal dan kaya karbon ini telah terakumulasi selama jutaan tahun di seluruh wilayah tersebut.

Terdapat lebih dari 10.000 spesies tumbuhan, termasuk 3.000 spesies yang hanya ditemukan di sini: 600 spesies pohon, 1000 spesies burung, 900 spesies kupu-kupu, 280 spesies reptil, dan 400 spesies mamalia.

Namun Deforestasi di Cekungan Kongo berubah dengan cepat. Pada tahun 2022, misalnya, area yang ditutupi pepohonan seluas 15.603 km2 hilang, menurut data satelit terbaru. Ini setara dengan hampir 8.000 lapangan sepak bola hutan yang ditebang setiap harinya.

(imf/bac)


Sumber

Sedang Hangat

Warga RI Ramai Kumpul Kebo, Wilayah Ini Paling Banyak – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Warga RI...

Polda Metro Tak Masalah Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi: Kami Siap Hadir

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polda Metro...

Anugerah Adinata Syariah, Ajang Prestise Ekonomi Syariah Lintas Sektor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anugerah Adinata...

Usai Beruang Lumpuhkan Kota, Jepang Gelar Simulasi Darurat – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Usai Beruang...

Satpam hingga Admin Jadi Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Satpam hingga...

Topik Terbaru

Warga RI Ramai Kumpul Kebo, Wilayah Ini Paling Banyak – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Warga RI...

Polda Metro Tak Masalah Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi: Kami Siap Hadir

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Polda Metro...

Anugerah Adinata Syariah, Ajang Prestise Ekonomi Syariah Lintas Sektor

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Anugerah Adinata...

Usai Beruang Lumpuhkan Kota, Jepang Gelar Simulasi Darurat – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Usai Beruang...

Satpam hingga Admin Jadi Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Satpam hingga...

China Mendadak Bangun Hong Kong Baru di Dekat RI Bernilai Rp2.000 T – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai China Mendadak...

Buntut Panjang OTT Bupati Kuansing hingga Menhut Raja Juli Buka Suara

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Buntut Panjang...

Mana yang Lebih Cocok Saat Ini?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mana yang...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories