Sunday, October 25, 2026
20 C
Indonesia

69 Persen Perusahaan Nilai Perang Dagang Untungkan RI


Jakarta, —

Survei HSBC Global Trade Pulse 2 mengindikasikan mayoritas perusahaan meyakini perang dagang AS-China akan berdampak positif pada Indonesia.

Dalam survei tersebut, sebanyak 69 persen perusahaan responden menilai perang dagang bisa menjadi peluang bagi Indonesia sebagai negara alternatif tujuan investasi.

Country Head Global Trade Solutions HSBC Indonesia Delia Melissa mengatakan angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata survei global di level 57 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kenapa Indonesia itu menjadi positif despite all the challenges? Jadi waktu perang dagang di-announce, of course negara yang ter-affected itu adalah China. Jadi kita melihat adanya rekonfigurasi supply chain, di mana perubahan rantai pasok global itu akan shifted ke negara alternatif,” katanya dalam media briefing di Kantor HSBC Indonesia, Selasa (9/12).

Delia mengatakan salah satu negara alternatif itu adalah Indonesia. Perusahaan global, sambungnya, akan merelokasi pabriknya ke Indonesia.

Dengan begitu, Indonesia diuntungkan karena mendapatkan investasi dan menjadi bagian dari rantai pasok baru dunia.

Ia mengatakan setidaknya ada dua alasan Indonesia dilirik sebagai negara alternatif. Pertama, biaya sumber daya yang cenderung lebih kompetitif dibandingkan negara lain. Kedua, Indonesia punya pasar domestik yang sangat besar.

“Negara alternatif, seperti Indonesia, itu well captured untuk mendapatkan investasi dan peluang bisnis. Kita juga melihat banyak perusahaan dari China dan banyak perusahaan investor global itu juga merelokasi manufakturnya dari China ke Indonesia,” ujar Delisa.

“Hal ini tentu saja meningkatkan investasi baru, memperluas kapasitas produksi dan permintaan bahan baku dan logistik di Indonesia,” sambungnya.

Survei HSBC Global Trade Pulse 2 dilakukan pada Oktober 2025 . Survei dilakukan di 17 negara dengan total 6.750 responden.

Untuk di Indonesia, ada 200 perusahaan yang menjadi responden. Perusahaan yang disurvei beragam, mulai dari multinasional, perusahaan besar lokal, hingga perusahaan skala menengah.

(fby/sfr)


Sumber

Sedang Hangat

Mendagri Colek Pramono, Minta Jakarta Anggarkan Dana untuk Bedah Rumah Warga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Colek...

13 Siswi SMP di Ciputat Diduga Dipalak dan Dipaksa Minum Kopi Cuka

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 13 Siswi...

Uji Coba MBG Prasmanan di Mataram, Ini Hasilnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Uji Coba...

Dino Patti Djalal Bantah Viral ‘Tamu Dubes Singapura’, Bakal Lapor Komdigi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dino Patti...

Menkes Klarifikasi Foto Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkes Klarifikasi...

Topik Terbaru

Mendagri Colek Pramono, Minta Jakarta Anggarkan Dana untuk Bedah Rumah Warga

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendagri Colek...

13 Siswi SMP di Ciputat Diduga Dipalak dan Dipaksa Minum Kopi Cuka

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 13 Siswi...

Uji Coba MBG Prasmanan di Mataram, Ini Hasilnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Uji Coba...

Dino Patti Djalal Bantah Viral ‘Tamu Dubes Singapura’, Bakal Lapor Komdigi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Dino Patti...

Menkes Klarifikasi Foto Pakai Tabung Oksigen di Palangka Raya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkes Klarifikasi...

Pertamina Perkuat Pasokan & Distribusi BBM untuk Jaga Kebutuhan Energi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pertamina Perkuat...

Bedah Rumah Lansia di Kampung Ambon Ditarget Tuntas 24 Desember

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bedah Rumah...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories