Friday, September 18, 2026
17.9 C
Indonesia

12 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai 12 Merek Beras Fortifikasi Ditarik dari Peredaran yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta,

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap 12 dari 25 merek beras fortifikasi yang diduga bermasalah telah ditarik dari peredaran.

Sementara itu, merek lainnya masih dalam proses penarikan setelah pemerintah menemukan ketidaksesuaian antara kandungan produk dan klaim pada label kemasan.

Kepala Bapanas merangkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan seluruh produsen beras fortifikasi diminta menghentikan praktik manipulasi dan memastikan produk yang dijual sesuai dengan izin edar serta klaim kandungan gizi pada kemasan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tidak boleh. Tidak ada kata lain, kecuali memenuhi kebutuhan masyarakat. Sekarang beras fortifikasi, dia melakukan manipulasi, ditindak tegas, dihukum seberat-beratnya,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Jumat (18/9).



Temuan tersebut mencakup 25 merek beras fortifikasi yang dimiliki 11 pelaku usaha. Bapanas menyebut seluruh pelaku usaha telah mendapatkan surat peringatan dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam koordinasi Bapanas.

OKKPD yang dilibatkan dalam pengawasan tersebut antara lain berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sumatera Utara.

Sampai minggu pertama September 2026, seluruh merek beras fortifikasi yang masuk dalam temuan disebut telah menghentikan produksinya.

Dari jumlah tersebut, 12 merek telah menarik stok dari tempat peredaran, sedangkan merek lainnya masih menjalani proses penarikan.

Amran mengatakan beras fortifikasi seharusnya tidak menjadi celah bagi pelaku usaha untuk menjual produk dengan harga lebih tinggi tanpa memenuhi klaim yang tercantum pada kemasan. Beras jenis tersebut juga tidak ditujukan untuk menggantikan beras premium.

“Beras fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Coba perhatikan, ini terjadi pergeseran. (Beras) premium dulu (tahun 2025) ditindak. Sekarang muncul fortifikasi. (Jadi) ini bergeser,” ujarnya.

Bapanas menyebut 25 merek tersebut diduga tidak memenuhi kandungan dan mutu sesuai SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Temuan itu menjadi perhatian karena beras fortifikasi kerap dijual dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) beras premium maupun medium. Pemerintah kemudian menghitung potensi kerugian konsumen akibat ketidaksesuaian produk tersebut dapat mencapai Rp89 triliun.

Perhitungan itu berasal dari selisih antara rata-rata harga jual beras fortifikasi yang mencapai Rp23.385 per kilogram (kg) dengan harga wajar Rp13.689 per kg.

Selisihnya sekitar Rp9.695 per kg, yang kemudian dikalikan dengan asumsi 30 persen kebutuhan konsumsi beras dalam setahun atau sekitar 9,2 juta ton.

Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai dugaan praktik tersebut perlu ditindaklanjuti pemerintah, terutama karena konsumen tidak dapat dengan mudah memastikan kandungan gizi yang diklaim dalam kemasan.

“Masalah klaim vitamin tidak pernah bisa dibuktikan oleh konsumen, karena konsumen ini kan tidak mengecek satu per satu. Namun faktanya dengan kenaikan harga yang begitu besar atau begitu tinggi mencapai 20 sampai 30 persen, ini ada pelanggaran yang sangat serius,” kata Firman dalam wawancara televisi nasional, Kamis (17/9).

Menurut Bapanas, praktik curang tersebut diduga dilakukan oleh korporasi sehingga sanksi yang dikenakan dapat berupa denda, tambahan ancaman pidana, hingga pencabutan izin usaha bagi produsen yang terbukti melakukan pelanggaran.

Firman juga mengusulkan agar pemerintah menghapus kategori beras fortifikasi dan merevisi regulasi terkait sehingga jenis beras yang beredar cukup mencakup beras medium dan premium.

“Kalau yang (temuan) fortifikasi ini sudah ditemukan fakta seperti itu, maka sebaiknya pemerintah tegas, membuat regulasi yang betul-betul bisa mengamankan kepada semua pihak, yaitu tidak perlu lagi beras fortifikasi. Beras fortifikasi dihapuskan saja, supaya pengusaha juga fokus kepada beras premium,” ujarnya.

Berikut 25 merek beras fortifikasi yang masuk dalam temuan pemerintah:
1. Idola Fortifikasi
2. Idola High Quality Whole Grain Rice
3. Idola Long Grain Rice
4. Ikan Mas Cupang
5. AAA Wijaya Kusuma
6. Cantik Manis
7. Penari Bangkok
8. Topi Koki Short Grain
9. Topi Koki Setra Royale
10. Topi Koki Long Grain Crystal
11. HOK-1 Gohan
12. Maknyuss Pulen Gizi
13. Anak Raja Fortifikasi
14. Anak Raja Nusantara
15. Top Anak Raja
16. PMS Induk Ayam
17. Sumo
18. Rasvit
19. FS Nutri Rice
20. Pelikan
21. Rice Rojolele
22. Super Kepala Beras Premium 111
23. 111 Golden Number
24. Putri Koki
25. Wellfarm Beras Diabetes

(del/sfr)

Sumber

Sedang Hangat

Prabowo Ungkap Alasan Tak Pernah Lagi Joget Usai Jadi Presiden

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Ungkap...

Pendidikan SD, SMP, SMA, Universitas Negeri Harus Gratis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pendidikan SD,...

Bisnis Nestle Dihantam Badai, Aset Disita – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bisnis Nestle...

Wapres Gibran Update Kabar Korban Keracunan MBG Febiona dan Agnesia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wapres Gibran...

Topik Terbaru

Prabowo Ungkap Alasan Tak Pernah Lagi Joget Usai Jadi Presiden

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Ungkap...

Pendidikan SD, SMP, SMA, Universitas Negeri Harus Gratis

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pendidikan SD,...

Bisnis Nestle Dihantam Badai, Aset Disita – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bisnis Nestle...

Wapres Gibran Update Kabar Korban Keracunan MBG Febiona dan Agnesia

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wapres Gibran...

Kemenkeu Buka Suara Soal Putusan MK Ubah APBN Harus Lewat DPR – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenkeu Buka...

Geledah Kantor Summarecon Jaktim, KPK Sita Dokumen & Bukti Elektronik

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Geledah Kantor...

Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Sulik Aia Solok, Dorong Pemerataan Sinyal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Andre Rosiade...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories