Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Warga Harap Ganjil Genap di Jl Gajah Mada Tak Dicabut Sebelum MRT Tuntas yang sedang hangat diperbincangkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penerapan ganjil enap di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, hingga Kota Tua sedang dikaji ulang. Warga berharap penerapan ganjil genap tak dicabut sebelum proyek MRT selesai.
Salah seorang warga sekitar Jalan Gajah Mada, Erlangga, berharap ganjil genap tetap berlaku selama proyek MRT berjalan. Dia khawatir kemacetan di tengah pengerjaan proyek bertambah jika tak ada ganjil genap.
“Setelah MRT beres dulu lah ya. Biar sekalian mungkin nanti jalannya dirapihin juga. Karena kalau misal dicabutnya sekarang memang macet juga sih,” ujar Erlangga di Jalan Gajah Mada, Minggu (11/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erlangga mengaku mendukung evaluasi ganjil genap di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk hingga Kota Tua. Dia berharap aktivitas warga di kawasan itu lebih ramai setelah MRT tuntas.
“Bagus sih kalau mau dikaji ulang. Atau misal ada rencana dicabutlah ya bahasanya. Jalan sekitar sini bisa lebih ramai lagi,” kata dia.
Erlangga menilai Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk punya potensi tempat wisata kuliner. Dia mengatakan banyak tempat kuliner yang menarik di kawasan Glodok.
“Sini kan banyak kuliner, terus bangunannya kan masih banyak yang zaman dulu. Bisalah jadi destinasi wisata klasik. Kalau kuliner kan apalagi di Glodok banyak tuh, yang China gitu,” ujarnya.
Warga sekitar Jalan Hayam Wuruk, Shinta, juga berharap penerapan ganjil genap tak dicabut sebelum proyek MRT tuntas. Dia meyakini jalan tersebut lebih rapi jika proyek MRT sudah selesai.
“Mungkin kalau mau dicabut tunggu MRT beres aja ya. Biar jalannya juga udah rapi kalau MRT udah beres,” kata Shinta.
Shinta berharap aktivitas warga di Jalan Hayam Wuruk bisa meningkat setelah proyek MRT tuntas. Dia meyakini jumlah pengunjung ke Kota Tua dan kawasan sekitar Glodok akan meningkat setelah ada MRT.
“Iya biar ramai. Kayak banyaklah yang bisa didatangi di sini. Dari sini juga kan bisa ke Kotu, iya Kota Tua,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penerapan ganjil genap di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, hingga Kota Tua sedang dikaji ulang. Pramono mengatakan penerapan tersebut akan segera diputuskan.
“Yang pertama untuk ganjil genap segera kita lakukan kajian. Memang bukan hanya di tempat yang tadi disampaikan. Di Gajah Mada, Hayam Wuruk, sampai dengan Kota Tua,” ujar Pramono kepada wartawan di Velodrome, Jakarta Timur, Minggu (4/10).
“Itu mereka merasakan dampak yang sudah cukup lama. Dan untuk itu segera kami akan memutuskan mengenai kebijakan ganjil genap tersebut,” tambahnya.
Dia mengatakan penerapan tersebut akan segera diputuskan di samping pengerjaan MRT yang ditargetkan rampung 2027. Setelah itu, ganjil-genap akan diputuskan.
“Karena memang pekerjaan di permukaan untuk MRT mudah-mudahan sampai dengan 2027 itu sudah bisa terselesaikan. Sehingga dengan demikian apakah kebijakan ganjil genap itu masih perlu dilakukan atau nggak segera saya putuskan,” tutupnya.
Lihat juga Video: Pramono Bakal Kaji Ulang Ganjil Genap di Gajah Mada-Kota Tua
Halaman 2 dari 3
(haf/haf)




