Monday, October 12, 2026
21.4 C
Indonesia

Timteng Makin Menggila, AS Akan Gabung Saudi Perang Lawan Houthi Yaman – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Timteng Makin Menggila, AS Akan Gabung Saudi Perang Lawan Houthi Yaman yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, CNCB Indonesia – Timur Tengah makin memanas. Dalam update Minggu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia tengah mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam tindakan balasan terhadap kelompok Houthi yang didukung Teheran di Yaman.

Pernyataan diberikan usai serangan mematikan Houthi menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya, Sabtu. Ini merupakan serangan mematikan kedua yang menargetkan bandara Riyadh setelah Kamis, di mana tiga warga negara Arab Saudi, termasuk seorang pilot, tewas dalam serangan terhadap fasilitas tersebut yang dilakukan oleh militan Houthi.

“Kami mungkin saja melakukannya. Kami akan meninjaunya,” ujar Trump kepada para wartawan di luar Gedung Putih pada hari Sabtu saat ditanya apakah AS akan mendukung serangan Arab Saudi, dikutip CNBC International, Senin (12/10/2026).

“Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu. Jadi, kami akan mengambil keputusan. Kami bertindak sangat cepat,” tegasnya.

Sebelumnya, dua pejabat pemerintah Arab Saudi mengatakan kepada MS NOW bahwa kerajaan tersebut meminta dukungan pertahanan mendesak dari AS setelah serangan itu terjadi. Para pejabat tersebut, termasuk seorang anggota senior Kementerian Luar Negeri, meminta agar identitas mereka tidak diungkapkan karena sensitivitas masalah ini.

Mereka menambahkan bahwa AS perlu melakukan intervensi “sesegera mungkin” untuk membantu koalisi pimpinan Saudi di Yaman dalam memerangi kelompok Houthi. Namun, Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar dari CNBC International.

Juru bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman pimpinan Arab Saudi yang memimpin pertempuran melawan Houthi, Kolonel Turki Al-Maliki, menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang”.

“Oleh karena itu, Komando Pasukan Gabungan Koalisi akan merespons secara tegas serangan teroris ini sesuai dengan Hukum Humaniter Internasional yang berlaku umum (Customary International Humanitarian Law),” kata Al-Maliki dalam sebuah unggahan di platform X.

Arab Saudi, sekutu utama AS di Timur Tengah, melakukan intervensi dalam perang saudara Yaman antara kelompok Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Ini setelah kelompok tersebut merebut ibu kota Yaman, Sanaa, pada tahun 2014.

Bulan lalu, pemerintahan Trump menyetujui potensi penjualan hampir 50 pesawat tempur F-35 senilai US$ 24,3 miliar ke Arab Saudi. Langkah itu dipandang sebagai dorongan besar bagi kerajaan tersebut di tengah meningkatnya serangan dari kelompok Houthi.

Penjualan ini sedang dalam tahap peninjauan oleh Kongres.

Warning di Bandara-Bandara Saudi

Sementara itu, kelompok Houthi kembali mengeluarkan peringatan agar tidak menggunakan bandara-bandara di Arab Saudi. Houthi mengatakan bandara akan menjadi area yang rentan serangan kecuali Mekkah dan Madinah.

“Kami memperbarui peringatan kami kepada semua maskapai penerbangan, ahli, karyawan, pekerja, dan pelancong agar tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Arab Saudi, karena tempat-tempat tersebut rentan terhadap serangan dan telah menjadi arena operasi bagi pasukan kami-kecuali bandara di (kota suci) Mekkah dan Madinah,” demikian pernyataan kelompok Houthi dalam sebuah unggahan di platform X.

Selain serangan terhadap penerbangan sipil, kelompok Houthi juga berupaya menghambat lalu lintas kapal tanker minyak yang melintasi Selat Bab el-Mandeb. Ini merujuk laut yang menjadi pintu masuk utama menuju Laut Merah, seperti halnya yang secara efektif dilakukan Iran di Selat Hormuz di sebelah utara Semenanjung Arab.

(sef/sef)

Sumber

Sedang Hangat

Waspada Penipuan Denda Aturan Wajib Halal, BPJPH Ungkap Modusnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Waspada Penipuan...

Warga Harap Ganjil Genap di Jl Gajah Mada Tak Dicabut Sebelum MRT Tuntas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Warga Harap...

Tiga Krisis Ancam Negara Berkembang, Energi Hingga El Nino

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tiga Krisis...

Kronologi Jasad Terbungkus Sleeping Bag di Jakbar Versi Polisi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kronologi Jasad...

Prabowo Lepas Langsung Kepulangan Presiden Mesir El-Sisi di Halim

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Lepas...

Topik Terbaru

Waspada Penipuan Denda Aturan Wajib Halal, BPJPH Ungkap Modusnya

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Waspada Penipuan...

Warga Harap Ganjil Genap di Jl Gajah Mada Tak Dicabut Sebelum MRT Tuntas

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Warga Harap...

Tiga Krisis Ancam Negara Berkembang, Energi Hingga El Nino

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Tiga Krisis...

Kronologi Jasad Terbungkus Sleeping Bag di Jakbar Versi Polisi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kronologi Jasad...

Prabowo Lepas Langsung Kepulangan Presiden Mesir El-Sisi di Halim

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Lepas...

Meriah, Pembalap Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Sapa Penggemar

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Meriah, Pembalap...

Raksasa Ritel Mau Ganti 140.000 Karyawan dengan Robot, Hasilnya? – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Raksasa Ritel...

Trump Klaim Gencatan Energi Rusia-Ukraina, Zelensky Sebut Tak Tahu

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Trump Klaim...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories