Tuesday, October 6, 2026
20.1 C
Indonesia

Waka Komisi IV DPR Minta Pemerintah Bersihkan Lautan Kayu di Bencana Sumatera


Jakarta –

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti tumpukan kayu yang belum tertangani pascabencana di Sumatera. Alex meminta pemerintah segera membersihkan kayu tersebut jangan sampai dibebankan kepada masyarakat.

“Hari ini kita melihat, warga menjadikan kayu berbagai ukuran dan jenis itu, sebagai barang bernilai ekonomis seperti papan dan sejenisnya. Ini tak bisa dibiarkan terus berlanjut, karena penanganannya mesti merujuk UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” kata Alex kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alex mengatakan sampah yang timbul akibat bencana merupakan kategori sampah spesifik sebagaimana diatur dalam Pasal 2 Ayat (4) UU Pengelolaan Sampah. Ia menilai mestinya tumpukan sampah itu perlu penanganan secara spesifik, baik lantaran karakteristik, volume, frekuensi timbulnya ataupun karena faktor lainnya yang memerlukan cara penanganan yang tidak normatif berurutan.

“Peraturan Pemerintah (PP) No 27 Tahun 2020 yang merupakan petunjuk teknis UU Pengelolaan Sampah, memberi ruang pada pemerintah baik pusat maupun daerah, memanfaatkan sampah akibat bencana ini untuk kegiatan bernilai ekonomis,” ujar Alex.

“Ruang pemanfaatan untuk kegiatan bernilai ekonomis itu terdapat dalam Pasal 4 PP No 27 Tahun 2020 yang menyebutkan, “Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Spesifik dilakukan melalui pengurangan dan/atau penanganan,” sambungnya.

Ia menilai tumpukan kayu itu telah mengganggu aktivitas nelayan yang akan melaut. Alex menyarankan pemerintah daerah, untuk memanfaatkan jasa pihak ketiga untuk membersihkan tumpukan kayu tersebut.

“Pada tahun 2019 lalu, kita di Sumbar sudah punya pengalaman dalam mengatasi Sampah Spesifik berupa Puing Bongkaran Bangunan yang runtuh karena gempa September 2009,” kata Alex.

“Sama halnya dengan puing-puing bangunan, kayu-kayu ini tentu akan sangat banyak peminatnya. Terlebih, kualitas kayunya terlihat sangat bagus. Tentunya, memiliki nilai ekonomis tinggi,” imbuhnya.

(dwr/fca)

Sumber

Sedang Hangat

Prabowo Minta Suahasil Nambah Anggaran Demi Target 70.000 Polisi Hutan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Minta...

Video: Satgas PRR: Ekonomi Sumatera Mulai Bangkit

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Video: Satgas...

BEM UI soal Dugaan Pengeroyokan Hafidz: Dipukul hingga Diancam Dibunuh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEM UI...

Gus Ipul Berikan Sanksi ke ASN Kemensos yang Terlibat Judol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Ipul...

DBH Migas Siak Anjlok, Pertemuan Bupati dan Kemenkeu Deadlock

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DBH Migas...

Topik Terbaru

Prabowo Minta Suahasil Nambah Anggaran Demi Target 70.000 Polisi Hutan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Minta...

Video: Satgas PRR: Ekonomi Sumatera Mulai Bangkit

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Video: Satgas...

BEM UI soal Dugaan Pengeroyokan Hafidz: Dipukul hingga Diancam Dibunuh

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai BEM UI...

Gus Ipul Berikan Sanksi ke ASN Kemensos yang Terlibat Judol

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Gus Ipul...

DBH Migas Siak Anjlok, Pertemuan Bupati dan Kemenkeu Deadlock

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai DBH Migas...

Prabowo Cerita Ada yang Coba Menyogok Dirinya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Cerita...

Puan Respons Gugatan Syarat Cawapres Gibran di MK

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Puan Respons...

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Rp 13,24 T Hasil Rampasan Satgas PKH

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Prabowo Hadiri...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories