Wednesday, July 29, 2026
18.8 C
Indonesia

Waduh, Pangkalan Militer AS Ketiban Malapetaka-Warga Dievakuasi

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Waduh, Pangkalan Militer AS Ketiban Malapetaka-Warga Dievakuasi yang sedang hangat diperbincangkan.




Jakarta, – Pihak berwenang Korea Selatan memerintahkan evakuasi darurat singkat bagi warga di sekitar Pangkalan Udara AS Osan pada Selasa (28/07/2026). Langkah penyelamatan ini diambil menyusul ditemukannya kebocoran zat berbahaya fosfor putih di dalam fasilitas militer yang terletak di selatan Seoul tersebut.

Mengutip laporan Reuters, Selasa (28/7/2026), Kementerian Keselamatan Korea Selatan mengonfirmasi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

Kantor berita Yonhap melaporkan bahwa perintah evakuasi bagi warga lokal dicabut setelah sekitar setengah jam seiring berjalannya proses dekontaminasi oleh petugas pemadam kebakaran Korea Selatan dan pasukan AS.

Otoritas Pangkalan Udara Osan mengonfirmasi bahwa penanganan situasi darurat tersebut langsung dieksekusi begitu kecelakaan terdeteksi. Pihak pangkalan segera memasang barikade steril guna meminimalkan risiko terhadap personel militer maupun warga sipil di sekitar pangkalan.

“Pada pukul 17.08 (08.08 GMT), akibat kecelakaan di darat dan sebagai bentuk kewaspadaan ekstra, Pangkalan Udara Osan memasang batas pengaman seluas 1.000 kaki (sekitar 304 meter) untuk melindungi pangkalan dan warga lokal. Profesional tanggap darurat kami saat ini sedang mengelola situasi terisolasi di dalam instalasi dan kami menangani masalah ini dengan sangat hati-hati serta cepat,” bunyi pernyataan resmi Pangkalan Udara Osan.

Juru bicara pangkalan udara AS tersebut menyampaikan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kecelakaan yang berkaitan dengan amunisi militer. Pihaknya menambahkan bahwa tim teknis masih terus melakukan asesmen dan penilaian mendalam untuk memastikan penyebab serta dampak pasti dari kebocoran tersebut.

Fosfor putih sendiri merupakan bahan kimia yang sangat beracun dan dapat terbakar secara spontan jika terpapar dan kontak langsung dengan udara. Dalam dunia militer, zat kimia berbahaya ini umumnya digunakan untuk pembuatan tirai asap di medan perang serta sebagai amunisi senjata pembakar (incendiary weapons).

(tps/luc)



Add


as a preferred

source on Google



Sumber

Sedang Hangat

3 Anggota DPRD di NTT yang Diduga Intimidasi dr Icha Dinonaktifkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 3 Anggota...

Pelni Serap Stimulus Transportasi di atas 80% saat Libur Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pelni Serap...

Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ternyata AS...

2 WNI Operator Scamming Online Sempat Disekap di Myanmar Pulang ke RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 2 WNI...

Topik Terbaru

3 Anggota DPRD di NTT yang Diduga Intimidasi dr Icha Dinonaktifkan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 3 Anggota...

Pelni Serap Stimulus Transportasi di atas 80% saat Libur Sekolah

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Pelni Serap...

Ternyata AS Tak Dukung Reza Pahlavi Jadi Pemimpin Baru Iran – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ternyata AS...

2 WNI Operator Scamming Online Sempat Disekap di Myanmar Pulang ke RI

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 2 WNI...

Toyota Geber GIIAS 2026, Boyong Mobil Bensin Bongsor-Listrik BEV

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Toyota Geber...

Siaga Perang Asia, Armada China Mulai Kepung Taiwan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Siaga Perang...

Jaksa Limpahkan Lagi Perkara dr Tifa ke PN Jaktim, Sidang Mulai 6 Agustus

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Jaksa Limpahkan...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories