Thursday, October 8, 2026
23.9 C
Indonesia

Polisi Serbu Markas Gembong Narkoba, Berujung Tragedi Mengerikan




Jakarta,  — Laporan investigasi Reuters mengungkap detail operasi polisi paling mematikan dalam sejarah Brasil yang terjadi di kompleks favela Penha dan Alemão, Rio de Janeiro, pada Oktober lalu.

Operasi tersebut menewaskan sedikitnya 121 orang, termasuk lima anggota kepolisian, setelah baku tembak berlangsung selama sekitar 17 jam.

Menurut laporan kejadian polisi yang dilihat Reuters, dikutip Minggu (21/12/2025), bentrokan bermula tak lama setelah tengah malam ketika aparat menemukan sekitar 20 pria bersenjata yang melarikan diri dengan sepeda motor dari kawasan Alemão, salah satu basis utama geng narkoba Comando Vermelho. Dua di antaranya tertembak dan menyebut kepada polisi bahwa informasi mengenai rencana penggerebekan telah bocor.

Beberapa jam kemudian, kembang api dinyalakan di atas favela Penha dan Alemão, yang menurut warga setempat merupakan sinyal peringatan adanya pergerakan polisi.

Sekitar pukul 04.00 pagi, ratusan polisi dengan kendaraan lapis baja mulai memasuki kawasan tersebut. Anggota geng membakar ban dan kendaraan untuk menghalangi akses jalan, sementara drone polisi kesulitan memantau pergerakan di wilayah berbukit dan gang sempit.

Operasi ini dirancang untuk melumpuhkan pimpinan lokal Comando Vermelho, termasuk Edgar Alves de Andrade alias Doca. Namun, berdasarkan deposisi pejabat kepolisian, cuaca buruk sempat menunda operasi berulang kali sehingga memicu beredarnya informasi di kalangan masyarakat. Sejumlah perwira mengakui bahwa skala pengerahan pasukan dan kendaraan juga berpotensi menghilangkan unsur kejutan.

Saat polisi mendekati lokasi target utama, mereka diserang dari posisi lebih tinggi. Seorang detektif tewas tertembak di dada, sementara perwira lain mengalami luka parah hingga kakinya harus diamputasi. Aparat kemudian menyadari bahwa mereka masuk ke dalam jebakan.

Foto: REUTERS/Aline Massuca
Members of the military police special unit detain suspected drug dealers during a police operation against drug trafficking at the favela do Penha, in Rio de Janeiro, Brazil October 28, 2025. REUTERS/Aline Massuca

Unit elite BOPE dari kepolisian militer yang ditempatkan di perbukitan sekitar dikerahkan untuk membantu. Namun, upaya penyelamatan juga diwarnai baku tembak intens. Drone polisi merekam sejumlah anggota geng bersenjata lengkap bergerak di area hutan. Dalam proses evakuasi, dua anggota BOPE tewas dan beberapa lainnya luka-luka.

Sekretaris Keamanan Publik Rio de Janeiro, Victor dos Santos, mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah berencana mengerahkan hingga 2.500 personel untuk menciptakan keunggulan jumlah. Namun, laporan internal polisi mencatat sekitar 1.100 personel yang benar-benar masuk ke kompleks Penha pada pagi hari operasi.

Baku tembak berlanjut hingga sore dan malam hari. Sekolah ditutup, transportasi umum terhenti, dan sejumlah jalan utama diblokir. Jenazah korban mulai berdatangan ke rumah sakit setempat, sementara keluarga warga yang hilang berkumpul di kantor polisi mencari informasi.

Rekaman video dan kesaksian warga menunjukkan bahwa sejumlah jenazah dipindahkan sebelum proses forensik selesai, yang menurut pakar forensik menimbulkan tantangan dalam penyelidikan independen. Hingga malam hari, warga menemukan puluhan jenazah di area perbukitan dan membawa mereka ke pusat komunitas untuk diidentifikasi.

Reuters melaporkan bahwa dua minggu setelah operasi, akses ke favela masih dijaga pos pemeriksaan geng, dan sejumlah warga serta pejabat setempat menyatakan bahwa struktur kekuasaan Comando Vermelho di wilayah tersebut tetap utuh.

(mkh/mkh)

Sumber

Sedang Hangat

Appi Walkot Makassar Tinggalkan Golkar, Pindah ke Demokrat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Appi Walkot...

Di Sidang Parlemen Dunia, Puan Serukan Demokrasi Harus Berdayakan Rakyat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di Sidang...

Bulog Sebut Siap Salurkan Bantuan Beras 30 Kg: Tunggu Arahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Sebut...

Bahtra Banong Gerindra Jadi Ketua Panja – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahtra Banong...

Kepala BRAN Temui Pimpinan Bank Tanah, Perkuat Sinergi Reforma Agraria

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kepala BRAN...

Topik Terbaru

Appi Walkot Makassar Tinggalkan Golkar, Pindah ke Demokrat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Appi Walkot...

Di Sidang Parlemen Dunia, Puan Serukan Demokrasi Harus Berdayakan Rakyat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di Sidang...

Bulog Sebut Siap Salurkan Bantuan Beras 30 Kg: Tunggu Arahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Sebut...

Bahtra Banong Gerindra Jadi Ketua Panja – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahtra Banong...

Kepala BRAN Temui Pimpinan Bank Tanah, Perkuat Sinergi Reforma Agraria

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kepala BRAN...

Seniman RI Raih Grand Prize di MR.D.I.Y. Regional Art Competition – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Seniman RI...

KPK Panggil Lagi Ketua DPRD Kuansing Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Suhardiman

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Panggil...

Presiden Setujui Bantuan 30 Kg Beras untuk 33,2 Juta Penerima

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Setujui...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories