Thursday, October 8, 2026
20.2 C
Indonesia

Di Sidang Parlemen Dunia, Puan Serukan Demokrasi Harus Berdayakan Rakyat

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Di Sidang Parlemen Dunia, Puan Serukan Demokrasi Harus Berdayakan Rakyat yang sedang hangat diperbincangkan.


Jakarta –

Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Sidang Umum Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly and Related Meetings di Arusha International Conference Centre ke-153 di Arusha, Tanzania, hari ini. Pada kesempatan tersebut, Puan menyinggung demokrasi yang seharusnya dapat memberdayakan rakyat.

Puan menyampaikan pandangannya saat mengikuti agenda general debate IPU di mana setiap Ketua Parlemen anggota IPU bergantian menyampaikan pandangan. Sidang Umum IPU di Tanzania mengambil tema ‘Meningkatkan Tata Kelola yang Baik dan Memberdayakan Masyarakat melalui Inklusivitas, Kepercayaan, dan Peluang bagi Semua’.

Di hadapan pimpinan IPU dan ketua parlemen dunia yang hadir, Puan mengatakan parlemen memikul empat tanggung jawab dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adil.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pertama, legislasi harus menetapkan aturan yang adil dan mencegah konsentrasi kekuasaan yang tidak terkendali, baik politik maupun ekonomi. Kedua, kebijakan anggaran harus memastikan bahwa dana publik berfungsi sebagai instrumen yang benar-benar untuk menyamakan kesempatan, mengurangi ketidaksetaraan, dan meningkatkan kemampuan rakyat,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).

Puan lanjut menyampaikan poin yang ketiga, yakni bagaimana pengawasan Parlemen harus memastikan bahwa semua otoritas pemerintahan beroperasi dalam batas-batas hukum dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keempat, fungsi perwakilan harus memastikan bahwa suara rakyat hadir sebelum keputusan dibuat, bukan hanya didengar setelah keputusan diselesaikan,” lanjutnya.

Puan mengingatkan, tugas parlemen bukan hanya menghasilkan kebijakan yang tampak bagus di atas kertas.

“Tetapi untuk memastikan kebijakan tersebut benar-benar berfungsi dalam kehidupan rakyat,” sambung Puan.

Di sisi lain, Puan menyatakan memang tak dapat disangkal ada ketegangan antara demokrasi, kedaulatan nasional, dan geoekonomi serta geopolitik global. Oleh karena itu, ia menilai kerja sama internasional sangat penting.

“Khususnya, kerja sama yang sehat dan tidak menghilangkan hak bangsa dan negara untuk menentukan pilihan pembangunan mereka sendiri sesuai dengan kepentingan rakyat mereka,” ujarnya.

Menurut Puan, kedaulatan nasional dan solidaritas internasional bukanlah kutub yang berlawanan, namun sebaliknya negara-negara yang berdaulat dan setara membentuk dasar bagi kerja sama internasional yang adil.

“Dengan demikian, demokrasi tidak hanya harus ada di dalam negara. Demokrasi juga harus ada di antara negara-negara. Tata kelola global harus menyediakan ruang yang lebih adil bagi bangsa-bangsa, besar atau kecil, negara maju atau negara berkembang,” papar Puan.

Puan pun menilai keputusan global mengenai perdagangan, keuangan, teknologi, iklim, kesehatan, dan keamanan tidak dapat hanya mencerminkan kekuatan ekonomi atau geopolitik tertentu.

“Keputusan tersebut harus mencerminkan prinsip-prinsip kesetaraan kedaulatan dan kepentingan kemanusiaan bersama. Di sinilah parlemen dunia memiliki tanggung jawab bersama,” jelasnya.

“Kita harus memastikan bahwa globalisasi tidak memisahkan ekonomi dari demokrasi, teknologi dari etika, pertumbuhan dari keadilan, atau kekuasaan dari akuntabilitas,” tambah Puan.

Melalui IPU, Puan menilai parlemen dunia dapat memperkuat kerja sama antar-parlemen untuk memastikan bahwa tatanan global tidak hanya lebih saling terhubung tetapi juga lebih demokratis, lebih adil, dan lebih manusiawi.

“Pada akhirnya, tata pemerintahan yang baik bukanlah tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah rakyat, keadilan, martabat, dan kemampuan rakyat untuk menentukan masa depan mereka sendiri,” sebutnya.

Puan menegaskan demokrasi tidaklah cukup jika hanya memberikan hak pilih kepada rakyat.

“Demokrasi harus memberdayakan rakyat untuk mengubah kehidupan mereka. Pembangunan tidaklah cukup jika hanya menghasilkan pertumbuhan, pembangunan harus memperluas peluang, mengurangi ketimpangan, dan mewujudkan kemakmuran bersama,” papar Puan.

Oleh karena itu, Puan mengatakan tolok ukur tata kelola pemerintahan yang baik pada akhirnya sederhana namun mendasar.

“Apakah suara rakyat didengar, apakah hak-hak mereka dilindungi, dan apakah kekuasaan tunduk pada pengawasan? Apakah rakyat memiliki kesempatan yang adil untuk memperbaiki kehidupan mereka, dan apakah bangsa ini memiliki kedaulatan untuk menentukan masa depannya sendiri?” katanya.

Puan kembali mengingatkan, tata kelola pemerintahan yang baik adalah tata kelola yang berkeadilan, yaitu tata kelola yang mengubah kedaulatan rakyat menjadi kesejahteraan rakyat. Atas nama DPR yang mewakili rakyat Indonesia, Puan kemudian memberikan seruan lantang di hadapan parlemen negara-negara dunia.

“Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, yang mewakili rakyat Indonesia, menyerukan kepada seluruh parlemen anggota IPU untuk bekerja sama membangun tatanan dunia yang lebih baik, lebih makmur, adil, dan manusiawi,” ujar Puan.

Puan menegaskan tatanan dunia harus menjunjung tinggi kemanusiaan, kesejahteraan bersama, serta kedaulatan tiap bangsa.

“Sebuah tatanan yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan bersama sebagai inti hubungan antarnegara, serta menghormati martabat dan kedaulatan setiap bangsa,” tegasnya.

Menurut Ketua BKSAP DPR Irine Yusiana Roba Putri kehadiran Puan di Sidang Umum IPU ke-153 mendapat sambutan hangat dari para delegasi. Termasuk apresiasi sejumlah anggota parlemen negara sahabat atas pandangan yang disampaikan Puan.

“Contohnya saat setelah speech, Ibu Ketua DPR disambut oleh delegasi Iran yang menyatakan menghargai pidato beliau yang inspiratif dan merefleksikan keadilan sosial dan demokrasi ekonomi,” ujar Irine.

“Lalu saat hendak meninggalkan ruang acara karena akan melakukan bilateral meeting, Ibu Ketua dicegat oleh beberapa delegasi seraya mengucapkan terima kasih atas dukungan resolusi Nepal dan bahan pidato beliau,” lanjutnya.

Selain membawa isu kepentingan diplomasi Indonesia, urgensi Puan menghadiri IPU di Tanzania adalah karena adanya pemilihan Presiden IPU yang berlangsung setiap 3 tahun sekali itu.

Adapun calon Presiden IPU ada 3 di mana 2 kandidat di antaranya yakni Azerbaijan dan Australia memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Indonesia. Puan juga akan mendengar visi misi dan menemui semua calon secara imbang sebelum voting.

“Partisipasi Ketua DPR RI Puan Maharani dalam IPU Assembly ke-153 didorong oleh peristiwa 3 tahun sekali pemilihan Presiden IPU untuk masa jabatan 2026-2029,” jelas Irene.

Irene mengatakan kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU.

“Selain menyaksikan dan turut dalam pemungutan suara, kehadiran Ketua DPR merupakan dukungan solidaritas kepada para calon Presiden dalam proses pemilihan Presiden IPU tersebut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, acara ini tutur dihadiri oleh Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Irine Yusiana Roba Putri, Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia, dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Tanzania, Tri Yogo Jatmiko.

(anl/ega)

Sumber

Sedang Hangat

Wamendagri Minta 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamendagri Minta...

Appi Walkot Makassar Tinggalkan Golkar, Pindah ke Demokrat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Appi Walkot...

Bulog Sebut Siap Salurkan Bantuan Beras 30 Kg: Tunggu Arahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Sebut...

Bahtra Banong Gerindra Jadi Ketua Panja – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahtra Banong...

Kepala BRAN Temui Pimpinan Bank Tanah, Perkuat Sinergi Reforma Agraria

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kepala BRAN...

Topik Terbaru

Wamendagri Minta 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamendagri Minta...

Appi Walkot Makassar Tinggalkan Golkar, Pindah ke Demokrat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Appi Walkot...

Bulog Sebut Siap Salurkan Bantuan Beras 30 Kg: Tunggu Arahan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bulog Sebut...

Bahtra Banong Gerindra Jadi Ketua Panja – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bahtra Banong...

Kepala BRAN Temui Pimpinan Bank Tanah, Perkuat Sinergi Reforma Agraria

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kepala BRAN...

Seniman RI Raih Grand Prize di MR.D.I.Y. Regional Art Competition – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Seniman RI...

KPK Panggil Lagi Ketua DPRD Kuansing Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Suhardiman

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai KPK Panggil...

Presiden Setujui Bantuan 30 Kg Beras untuk 33,2 Juta Penerima

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Presiden Setujui...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories