Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai PMI Asal Serang Ngaku Disekap di Saudi, Pemprov Banten Turun Tangan yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta –
Viral video pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ketileng, Teritih, Kota Serang, bernama Atilah, yang mengaku disekap hingga gajinya ditahan oleh majikan di Arab Saudi. Pemerintah Provinsi Banten berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memulangkan PMI tersebut.
Dilihat dalam video, perempuan tersebut mengenakan kerudung dan berbicara di depan kamera. Ia berbicara dengan nada lirih, dan masih terdapat air mata di pipinya.
Atilah mengaku mengalami perlakuan tidak baik oleh majikannya di Arab Saudi. Ia menyebut disekap dan gajinya tak dibayarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya ditahan sama majikan, saya disekap, sehingga tidak diperbolehkan pulang. Gaji saya juga ditahan,” kata Atilah, seperti dilihat detikcom, Rabu (27/7/2026).
Ia pun menyampaikan telah dua tahun tujuh bulan berada di Saudi. Ia meminta pertolongan Gubernur Banten Andra Soni dan berharap bisa segera dipulangkan.
“Pak, bantu saya, tolong pulangkan saya, Pak. Saya lagi sakit, Pak. Sakit kelenjar, sekarang kelenjar saya kambuh, enggak ada yang bantu saya. Majikan saya enggak mau memulangkan,” katanya.
Menanggapi hal itu, Andra Soni langsung menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, serta Analis Hukum BP3MI Banten di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang.
Dalam rapat itu, Andra Soni meminta laporan terbaru mengenai kondisi Atilah sekaligus memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secepat mungkin. Berdasarkan informasi awal yang diterima, posisi Atilah di Arab Saudi masih terus dipastikan melalui koordinasi dengan BP3MI.
“BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri,” kata Andra Soni.
Kepala BP3MI Banten Wirawan Negara Harahap mengatakan pihaknya telah berkomitmen mengawal penanganan pengaduan Atilah hingga tuntas. Tim BP3MI juga telah mendatangi keluarga Atilah di Walantaka serta menjalin komunikasi langsung dengan yang bersangkutan.
“Kami akan terus mengawal proses ini dan menyampaikan setiap perkembangan kepada Pak Gubernur,” ujar Wirawan.
Menurutnya, komunikasi dengan Atilah sejauh ini dilakukan melalui WhatsApp. Informasi terakhir yang diterima menunjukkan keberadaannya berada di kawasan perbatasan Arab Saudi dan Kuwait. Namun, BP3MI masih melakukan verifikasi lokasi tersebut sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
(aik/lir)




