Wednesday, October 14, 2026
19.4 C
Indonesia

Menkes Budi Gunadi Sadikin Jadi Calon Dirjen WHO, Ini Lawan-lawannya – Publik Pos Update

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menkes Budi Gunadi Sadikin Jadi Calon Dirjen WHO, Ini Lawan-lawannya yang sedang hangat diperbincangkan.



Daftar Isi



Jakarta, – Persaingan memperebutkan posisi Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai mengerucut dengan munculnya tujuh nama yang diusulkan sejumlah negara. Salah satu kandidat yang menjadi sorotan adalah Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin (BGS).

Ketujuh nama tersebut berasal dari Qatar, Arab Saudi, Belgia, China, Spanyol, Indonesia, dan Botswana. Mereka akan bersaing untuk menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang masa jabatan keduanya berakhir pada 15 Agustus 2027. Pemilihan pemimpin baru WHO dijadwalkan berlangsung dalam Sidang Majelis Kesehatan Dunia pada Mei 2027.

Berikut profil singkat tujuh kandidat tersebut, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).

1. Hanan Mohammed Al-Kuwari (Qatar)




Foto: (Dok. worldhealthsummit.org)

Hanan Mohammed Al-Kuwari merupakan tokoh penting dalam pengelolaan sistem kesehatan Qatar. Ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan Masyarakat Qatar sekaligus direktur pelaksana Hamad Medical Corporation, penyedia utama layanan rumah sakit di negara tersebut.

Selain memimpin lembaga layanan kesehatan, Al-Kuwari terlibat dalam sejumlah badan yang berkaitan dengan riset, pendidikan, dan pengembangan layanan medis. Pengalamannya mencakup pengelolaan fasilitas kesehatan serta pengembangan sistem pelayanan medis di tingkat nasional.

2. Hanan Balkhy (Arab Saudi)




Calon potensial untuk jabatan Direktur Jenderal WHO, Hanan Balkhy. (Dok. WHO)Foto: (Dok. WHO)

Hanan Balkhy adalah dokter yang menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk kawasan Mediterania Timur sejak Februari 2024. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia pernah menjabat sebagai Asisten Direktur Jenderal WHO yang menangani resistansi antimikroba, persoalan ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit tidak lagi merespons obat yang biasanya digunakan untuk mengatasinya.

Balkhy juga memiliki pengalaman di bidang pencegahan dan pengendalian infeksi. Ia pernah memimpin program pengendalian infeksi di Kementerian Garda Nasional Arab Saudi dan mengembangkan kerja sama internasional terkait resistansi antimikroba. Latar belakangnya menggabungkan pengalaman klinis, kesehatan masyarakat, dan koordinasi kebijakan kesehatan lintas negara.

3. Hans Henri P. Kluge (Belgia)




Calon potensial untuk jabatan Direktur Jenderal WHO, Hans Henri P. Kluge. (Linkedin/Hans Kluge)Foto: (Linkedin/Hans Kluge)

Hans Henri P. Kluge merupakan dokter asal Belgia yang menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk Eropa. Ia memulai masa jabatan keduanya pada Februari 2025 setelah kembali mendapat dukungan negara-negara anggota kawasan tersebut. Kluge memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat.

Karier internasionalnya dimulai bersama Médecins Sans Frontières atau Dokter Lintas Batas, termasuk menangani keadaan darurat kesehatan di Liberia dan Somalia serta program pengendalian tuberkulosis. Ia bergabung dengan WHO pada 1999 dan kemudian menangani isu tuberkulosis, HIV, malaria, penguatan sistem kesehatan, serta respons terhadap pandemi Covid-19 dan keadaan darurat kesehatan lainnya.

4. Song Li (China)




Calon potensial untuk jabatan Direktur Jenderal WHO, Dr Song Li. (Dok. WHO)Foto: (Dok. WHO)

Song Li merupakan pejabat senior kesehatan masyarakat China dengan pengalaman sekitar dua dekade dalam kebijakan kesehatan ibu dan anak serta kerja sama medis internasional. Namanya diusulkan China untuk memimpin WHO di tengah meningkatnya perhatian terhadap peran Beijing dalam tata kelola kesehatan global.

Menurut laporan Reuters dan The Associated Press, Song turut terlibat dalam penanganan berbagai krisis kesehatan, termasuk SARS, flu burung, dan pandemi Covid-19. Pengalamannya di bidang kebijakan kesehatan dan koordinasi internasional menjadi bagian penting dari rekam jejak yang dibawa dalam pencalonannya.

5. María P. Neira (Spanyol)




Calon potensial untuk jabatan Direktur Jenderal WHO, Dr María P. Neira. (Dok. WHO)Foto: (Dok. WHO)

María P. Neira merupakan dokter asal Spanyol yang dikenal melalui kiprahnya dalam kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Ia memimpin Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim, dan Kesehatan WHO di Jenewa sejak 2005. Bidang kerjanya menyoroti hubungan antara kondisi lingkungan, polusi, perubahan iklim, dan risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat.

Sebelum bergabung dengan WHO, Neira pernah menjabat sebagai wakil menteri kesehatan dan urusan konsumen Spanyol serta memimpin badan keamanan pangan negara tersebut. Ia juga memiliki pengalaman bekerja bersama Médecins Sans Frontières, termasuk membantu pengungsi di El Salvador dan Honduras. Pengalaman ini mempertemukan perspektif kesehatan lingkungan dengan pelayanan kesehatan masyarakat.

6. Budi Gunadi Sadikin (Indonesia)




Calon potensial untuk jabatan Direktur Jenderal WHO, Budi Gunadi Sadikin. (Dok. WHO)Foto: (Dok. WHO)

Budi Gunadi Sadikin adalah Menteri Kesehatan (Menkes) Indonesia yang dilantik pada Desember 2020. Berbeda dengan sejumlah kandidat lain yang berlatar belakang dokter atau pejabat WHO, Budi mengawali kariernya di sektor teknologi informasi dan perbankan. Ia pernah bekerja di IBM Asia-Pasifik, Bank Bali, ABN AMRO, Bank Danamon, dan Bank Mandiri sebelum memasuki jajaran pimpinan perusahaan milik negara.

Pengalamannya dalam pengelolaan organisasi dan keuangan kemudian dibawa ke sektor kesehatan. Saat pandemi Covid-19, Budi terlibat dalam pengadaan alat tes, vaksin, obat-obatan, serta pengelolaan distribusi vaksin. Reuters juga melaporkan bahwa ia mendorong WHO memperkuat fungsi utamanya dalam menetapkan standar kesehatan berbasis sains sekaligus membantu negara-negara mengembangkan dan membiayai program kesehatan nasional.

Dukungan pemerintah terhadap pencalonan BGS sebagai Dirjen WHO ditegaskan Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, atau yang akrab disapa Tata. Ia mengatakan pencalonan Menkes tersebut merupakan upaya Indonesia mendorong tata kelola kesehatan global yang lebih adil, terutama bagi negara-negara berkembang.

7. Gevorg Tamamyan (Botswana)




Calon potensial untuk jabatan Direktur Jenderal WHO, Dr Gevorg Tamamyan. (Dok. WHO)Foto: (Dok. WHO)

Gevorg Tamamyan merupakan ahli onkologi anak asal Armenia yang dicalonkan Botswana. Pencalonannya terbilang berbeda karena ia diajukan oleh negara yang bukan negara asalnya. Tamamyan menjadi kandidat keenam yang masuk dalam bursa pencalonan Dirjen WHO.

Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Tamamyan menjabat sebagai profesor sekaligus Kepala Departemen Onkologi dan Hematologi Anak di Yerevan State Medical University, Armenia. Ia juga menjadi pemimpin redaksi OncoDaily, platform media yang berfokus pada berita dan perkembangan di bidang onkologi.

Menurut laporan Devex, pemerintah Botswana telah dimintai keterangan mengenai alasan pencalonan Tamamyan, tetapi belum memberikan tanggapan hingga laporan tersebut diterbitkan.

(tfa/luc)

Sumber

Sedang Hangat

Berantas Mafia Tambang, Penegakan Hukum Diminta Transparan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Berantas Mafia...

Legislator PDIP Minta Persoalan Ekologis Jadi Atensi Penanganan Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Legislator PDIP...

Wamenkeu Pamer Proyek Weda Bay dan Pabrik BYD Jadi Bukti Hilirisasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamenkeu Pamer...

Kebakaran Melanda Apartemen, Korban Jiwa Berjatuhan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kebakaran Melanda...

Raline Shah Mundur dari Kursi Stafsus Menkomdigi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Raline Shah...

Topik Terbaru

Berantas Mafia Tambang, Penegakan Hukum Diminta Transparan

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Berantas Mafia...

Legislator PDIP Minta Persoalan Ekologis Jadi Atensi Penanganan Karhutla

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Legislator PDIP...

Wamenkeu Pamer Proyek Weda Bay dan Pabrik BYD Jadi Bukti Hilirisasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Wamenkeu Pamer...

Kebakaran Melanda Apartemen, Korban Jiwa Berjatuhan – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kebakaran Melanda...

Raline Shah Mundur dari Kursi Stafsus Menkomdigi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Raline Shah...

Kemenbud Gelar KMI 2026, Perkuat Ekosistem Musik Nasional yang Berdaulat

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Kemenbud Gelar...

14 Daftar Maskapai Batalkan Penerbangan ke Riyadh Imbas Serangan Rudal

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai 14 Daftar...

Ada OTT di BNPB, KPK Amankan Sejumlah Pihak – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Ada OTT...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories