Friday, June 26, 2026
19.7 C
Indonesia

Mengenal Korea Selatan Lebih Dekat, dari Diplomasi hingga ‘BMW’

Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mengenal Korea Selatan Lebih Dekat, dari Diplomasi hingga ‘BMW’ yang sedang hangat diperbincangkan.

Jakarta

Musim panas belum datang sepenuhnya saat kami tiba di Korea Selatan. Udara sejuk sisa peralihan dari musim semi masih terasa saat kami menginjakkan kaki di Bandara Incheon. Suasana itu menjadi pembuka perjalanan kami selama sepekan menyusuri Negeri Ginseng.

detikcom bersama sejumlah jurnalis dari berbagai media berkesempatan mengunjungi Korea Selatan dalam program The Indonesian Next Generation Journalist Network yang digelar Korea Foundation bekerja sama dengan Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) pada pertengahan Juni lalu. Program ini menjadi kesempatan untuk mengenal Korea Selatan lebih dekat, sekaligus merayakan eratnya persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Korea Selatan.

Begitu tiba di Seoul, kami langsung menuju Samcheonggak untuk mengikuti sambutan jamuan makan siang. Wakil Presiden Eksekutif Korea Foundation, Yonguk Kim, bersama jajaran menyambut para jurnalis peserta program ini. Suasana keakraban terlihat dalam perbincangan santai di kawasan restoran yang penuh dengan nuansa budaya dan seni.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Perjalanan kemudian berlanjut ke Museum Nasional Korea. Di sana, kami diajak menelusuri perjalanan sejarah dan budaya Korsel dari masa ke masa.

Salah satu koleksi yang paling menyita perhatian adalah Pagoda Batu Sepuluh Tingkat yang berdiri megah di tengah museum. Pagoda itu dikenal memadukan gaya tradisional Dinasti Goryeo dengan pengaruh eksotis yang diadopsi melalui Dinasti Yuan (Tiongkok).

Di balik kemegahannya, pagoda itu juga menyimpan cerita masa lalu yang getir bagi Korea Selatan. Pada 1907, pagoda itu sempat dibawa secara ilegal ke Jepang. Namun berkat kegigihan dan upaya keras dari berbagai pihak, pagoda itu berhasil direbut kembali dan dipulangkan ke Korea pada 1918.

Setelah dari museum, kami kemudian bergerak menuju Taman Banpo Hangang menggunakan bus. Suasana indah sore hari di taman tersebut menutup perjalanan kami di hari pertama. Kami makan malam dengan menghadap sungai Han yang tenang.

Persahabatan Erat Indonesia-Korsel

Keesokan harinya, kami mengunjungi Gedung Majelis Nasional Korea Selatan. Ketua Komite Persahabatan Majelis Nasional Korea Selatan-Indonesia, Gi-hyeon Kim, menerima rombongan jurnalis di ruangan Komite Urusan Diplomasi dan Unifikasi.

“Kami merasa akan sangat bermakna jika menjamu Anda di sini karena tempat ini merupakan ruang yang digunakan untuk diplomasi,” kata dia menjelaskan ruang pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa hubungan Korea dan Indonesia telah terjalin erat sejak lama. Hubungan kedua negara juga diperkuat melalui berbagai program pertukaran masyarakat, salah satunya melalui The Indonesian Next Generation Journalist Network. Lewat kegiatan tersebut, para jurnalis berkesempatan bertemu sejumlah pihak dari berbagai institusi dan melihat langsung perkembangan Korea Selatan dari berbagai perspektif.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan sendiri telah terjalin sejak 1973. Pada 2023, kedua negara merayakan hubungan diplomatiknya yang ke-50. Saat itu, Gi-hyeon menjabat sebagai pemimpin partai politik penguasa di Korea Selatan.

Selain itu, Gi-hyeon juga bercerita mengenai kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan beberapa waktu lalu. Ia berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Prabowo saat berkunjung ke Istana Kepresidenan Korsel.

“Karena itu, saya merasa memiliki ikatan yang khusus dengan Indonesia,” ujarnya.

Ketua Komite Persahabatan Majelis Nasional Korea Selatan-Indonesia, Gi-hyeon Kim, Foto: Kanavino/detikcom

Ia menyampaikan saat ini ada lebih dari 80 ribu warga Indonesia yang tinggal di Korea dan sekitar 27 ribu warga Korea tinggal di Indonesia. Ketika berkunjung ke Indonesia, ia kerap bertemu dengan warga Korea dan mendengar bahwa relasi kedua negara semakin erat.

“Saya juga mengetahui bahwa konten Korea seperti drama Korea dan musik Korea mendapatkan perhatian dan cinta yang besar dari masyarakat Indonesia. Karena itu saya berharap pertukaran budaya dan seni antar kedua negara akan semakin berkembang,” katanya.

Setelah dari Gedung Parlemen Korsel, perjalanan berlanjut ke Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Seoul. Dubes RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, bersama jajaran KBRI menyambut kedatangan rombongan jurnalis.

Dalam sambutannya, Dubes Cecep berharap para peserta The Indonesian Next Generation Journalist Network dapat menjadi agen persahabatan Indonesia dan Korea Selatan. Ia mengatakan hubungan kedua negara yang sudah terjalin selama puluhan tahun harus terus diperkuat, salah satunya lewat program pertukaran masyarakat.

Ia kemudian menjelaskan mengenai perjalanan hubungan diplomatik Indonesia dan Korsel yang telah terjalin sejak 1973. Menurut Cecep, relasi kedua terus berkembang hingga kini semakin solid dan strategis.

Hal itu ditandai dengan peningkatan status hubungan Indonesia dan Korsel ke level Special Comprehensive Strategic Partnership saat kunjungan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu. Bagi Cecep, Indonesia memiliki posisi sangat istimewa di mata Korea Selatan.

“Kalau boleh saya bilang, menjadi satu-satunya hubungan diplomatik Korea dengan negara asing pada tingkatan ini, hanya dengan Indonesia, yaitu menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership. Ini patut berbangga juga kita bahwa kita dinilai sebagai satu-satunya negara yang punya ee tempat khusus dalam hubungan antara Indonesia dengan Korea,” ujar Dubes Cecep.

Dubes Indonesia untuk Korea SelatanDubes RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, Foto: Kanavino/detikcom

Menurut Cecep, perubahan status tersebut bukan sekadar simbol hubungan diplomatik. Lebih dari itu, status tersebut memperlihatkan semakin dalamnya kepercayaan Indonesia dan Korea Selatan.

Kerja sama kedua negara juga semakin meningkat dalam berbagai bidang mulai dari ekonomi, pendidikan, budaya, teknologi hingga pertahanan.

Di sektor pertahanan, Indonesia selalu menjadi mitra penting bagi Korea Selatan. Berbagai produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Korea Selatan telah digunakan Indonesia mulai dari KRI Mandau, pesawat latih KT-1, T-50 hingga kapal selam Nagapasa.

Tak hanya sebagai pembeli, Indonesia juga menjadi mitra strategis industri pertahanan Korea Selatan lewat kerja sama proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae.

“Kita mengirimkan beberapa insinyur dan juga beberapa pilot untuk terlibat langsung dalam pengembangan industri ini,” ujar Cecep.

Melihat Berbagai Sisi Korea Selatan

Perjalanan selama sepekan di Korea Selatan tak hanya diisi dengan kegiatan diskusi mengenai diplomasi. Kami juga diajak melihat lebih dekat bagaimana perkembangan negara itu melalui kunjungan ke sejumlah institusi.

Salah satu agenda adalah mengunjungi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan. Dalam pertemuan itu, kami berdiskusi mengenai perkembangan hubungan Indonesia dan Korea Selatan, sekaligus membahas mengenai situasi dunia saat ini yang penuh dengan ketidakpastian.

Yang menarik, kami juga berkesempatan berbincang dengan para jurnalis Korea Selatan yang sehari-hari meliput Kementerian Luar Negeri. Kami saling bertukar cerita mengenai pola peliputan berita, tantangan dunia jurnalistik hingga pengaruh AI dalam pekerjaan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke kantor Korea Overseas Infrastructure & Urban Development Corporation (KIND). Di sana, diskusi lebih banyak membahas mengenai investasi dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan.

Setelah itu, ada juga diskusi santai saat makan siang bersama Dr. Eunsook Chung dari The Sejong Institute dan Dr. Jihyouk Lee dari Overseas Economic Research Institute. Kami bertukar cerita mengenai banyak hal, termasuk soal keunikan yang dimiliki kedua negara.

Jihyouk Lee bahkan memiliki kedekatan tersendiri dengan Indonesia. Ia telah beberapa kali berkunjung untuk melakukan riset, salah satunya mengenai batik Indonesia.

Tak hanya melihat Korea Selatan dari sisi diplomasi dan ekonomi, kami juga diajak untuk melihat dekat kemajuan industrinya. Kami mengunjungi Hyundai Motor Studio Goyang untuk melihat langsung bagaimana teknologi terbaru diterapkan dalam pengembangan produksi kendaraan.

Pihak Hyundai menjelaskan mengenai perkembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle), termasuk potensi pasar Indonesia yang dinilai terus berkembang.

‘BMW’ di Korsel

Selama sepekan berada di Korea Selatan, ada satu hal yang paling terasa yakni bagaimana seluruh moda transportasi saling terhubung. Warga Seoul biasa sehari-hari menggunakan transportasi umum untuk berangkat kerja maupun beraktivitas. Dari pengalaman itu, kami pun mengenal istilah BMW, singkatan dari Bus, Metro dan Walk.

Pengalaman itu benar-benar dirasakan saat hari keempat ketika kami mengunjungi Korea Aerospace Industries di Sacheon. Kami memulai perjalanan dari Stasiun Seoul, sebagai salah satu simpul utama transportasi di ibu kota.

Korea SelatanStasiun Seoul Foto: Kanavino/detikcom

Jika pada hari-hari sebelumnya kami lebih banyak menggunakan bus, kali ini perjalanan ditempuh dengan kereta cepat andalan Korea Selatan, KTX. Perjalanan dari Stasiun Seoul menuju Stasiun Jinju memakan waktu sekitar tiga setengah jam.

Sepanjang perjalanan, hamparan sawah dan pegunungan menjadi pemandangan yang menemani dari balik jendela kereta. Suasana itu memperlihatkan sisi lain Korea Selatan yang berbeda dari hiruk pikuk Seoul.

Setibanya di Jinju, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus menuju Korea Aerospace Industries. Di lokasi tersebut, kami berdiskusi mengenai perkembangan industri dirgantara dan pertahanan Korea Selatan.

Salah satu yang paling berkesan dalam kunjungan ini adalah kesempatan melihat langsung jet tempur KF-21 Boramae, proyek pengembangan pesawat tempur yang turut melibatkan Indonesia.

Program The Indonesian Next Generation Journalist Network di Korea SelatanMengunjungi Korea Aerospace Industries (Foto: Dok Korea Aerospace Industries)

Usai dari KAI, perjalanan berlanjut menuju salah satu destinasi wisata di Sacheon. Dari atas kereta gantung terpanjang di Korea Selatan, kami menikmati pemandangan pegunungan dan laut dari ketinggian.

Menjelang malam, kami kembali ke Seoul menggunakan pesawat dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Setelah turun dari pesawat, kami kemudian berjalan kaki menuju kereta bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Seoul. Selanjutnya kami berpindah menggunakan subway menuju stasiun terdekat di hotel tempat kami menginap.

Perjalanan hari itu menjadi pengalaman berkesan selama berada di Korea Selatan. Dalam sehari, kami menjajal semua moda transportasi, mulai dari bus, kereta cepat, pesawat, subway hingga berjalan kaki.

Saat jamuan makan siang perpisahan bersama Korea Foundation, kami sempat bertanya apakah mereka sehari-hari juga menggunakan transportasi umum untuk berangkat kerja. Jawabannya sederhana: ‘tentu’.

Mereka menjelaskan warga Seoul memang terbiasa bepergian menggunakan transportasi publik. Kebiasaan itu dikenal dengan istilah BMW, namun bukan merek mobil asal Jerman, melainkan singkatan dari Bus, Metro dan Walk.

Lihat juga Video Korsel Nilai Korut Lakukan Provokasi: Tembakkan Proyektil-Rudal

Halaman 2 dari 3

(knv/knv)





Sumber

Sedang Hangat

Media Asing Tiba-Tiba Sorot Anggaran MBG RI, Sebut Ini – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Media Asing...

Bos BGN Temui Purbaya, Bahas Apa?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Halte TransJakarta Tebet Eco Park Ditabrak Truk, Pelaku Kabur

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Halte TransJakarta...

Bill Gates Ngaku Diperas karena Selingkuh, Ini Kesaksiannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bill Gates...

Mesir Ungkap Peran usai AS-Iran Teken MoU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mesir Ungkap...

Topik Terbaru

Media Asing Tiba-Tiba Sorot Anggaran MBG RI, Sebut Ini – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Media Asing...

Bos BGN Temui Purbaya, Bahas Apa?

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bos BGN...

Halte TransJakarta Tebet Eco Park Ditabrak Truk, Pelaku Kabur

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Halte TransJakarta...

Bill Gates Ngaku Diperas karena Selingkuh, Ini Kesaksiannya – Publik Pos Update

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Bill Gates...

Mesir Ungkap Peran usai AS-Iran Teken MoU

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mesir Ungkap...

Status Triliuner Elon Musk Cuma 12 Hari Imbas Saham SpaceX Anjlok 31%

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Status Triliuner...

Menag Deklarasikan 10 Muharam Jadi Lebaran Anak Yatim dan Difabel

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Menag Deklarasikan...

Mendikti Lapor ke Prabowo soal Persiapan SDM Industri Hilirisasi

Publikpos.com - Berikut adalah informasi terbaru mengenai Mendikti Lapor...
spot_img

Baca Juga

Popular Categories