Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Keluarga Gokongwei, Pemilik Cebu Air hingga O!Save Berharta Rp33,9 T yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Meski tergolong pendatang baru di Indonesia, O!Save berhasil mencari hati emak-emak berkat jurus ‘harga murah’. Jaringan ritel diskon asal Filipina ini ternyata punya kaitan dengan keluarga Gokongwei, salah satu konglomerat Filipina.
O!Save dioperasikan oleh HD Retail Holding Pte. Ltd., yang sekitar 23 persen sahamnya dimilikil, perusahaan ritel yang dikendalikan keluarga Gokongwei.
Grup konglomerasi keuarga Gokongwei adalah JG Summit Holdings. Gurita bisnisnya sektor penerbangan, telekomunikasi, perbankan, makanan, energi, dan properti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemegang kendali grup konglomerasi tersebut saat ini adalah Lance Gokongwei. Ia memimpin JG Summit sebagai CEO.
Sementara kakak perempuannya, Robina, menjabat sebagai Ketua Robinsons Retail Holdings, salah satu peritel terbesar di Filipina.
Lance dan kelima saudara perempuannya, Robina, Lisa, Faith, Hope, dan Marcia, mewarisi kekayaan dari mendiang ayah mereka, John Gokongwei Jr.
JG Summit merupakan salah satu konglomerasi terbesar dan paling terdiversifikasi di Filipina. Grup ini bergerak di berbagai bisnis yang melayani kelas menengah yang terus berkembang.
Anak perusahaan terbesar JG Summit, Universal Robina Corporation (URC), merupakan salah satu perusahaan makanan ringan dan minuman dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ASEAN. Produk mereka populer karena harganya terjangkau. Contoh produk yang di Indonesia antara lain keripik kentang merek Piattos dan biskuit Lexus.
Grup ini juga menjadi pemegang saham mayoritas Cebu Pacific Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah pertama di Filipina sekaligus maskapai domestik terbesar di negara tersebut.
Posisi JG Summit dalam dunia bisnis Filipina bertumpu pada portofolio perusahaan yang menjadi market leader di masing-masing pasar.
JG Summit berdiri pada 1957 oleh John Gokongwei. Ia lahir pada 1926 dari keluarga kaya yang berbasis di Cebu dan berasal dari Provinsi Fujian, China.
Pada saat John berusia 13 tahun, ayahnya wafat. Kekayaan keluarga pun perlahan lenyap. Keluarganya terlilit utang setelah sang ayah meninggal dunia di tengah puncak Depresi Besar (Great Depression) pada awal Perang Dunia II.
John terpaksa ikut membantu mencari nafkah untuk membantu keluarganya. Pekerjaan pertamanya adalah menjual kacang panggang kepada teman-teman sekelasnya.
Ia pun memutuskan berhenti sekolah dan fokus mencari nafkah untuk keluarganya. John berkeliling menjajakan berbagai produk di jalan-jalan Cebu menggunakan sepeda, sebelum akhirnya berdagang hingga ke Manila dan Lucena.
Pada usia 17 hingga 19 tahun, John berdagang menggunakan perahu kayu, membawa barang melalui jalur laut ke Lucena, kemudian mengangkutnya dengan truk menuju Manila.
Dari sana, ia kemudian beralih ke bisnis perdagangan dan manufaktur makanan, pakaian bekas, koran lama, dan majalah-yang menjadi cikal bakal JG Summit Holdings.
Pada 1958, John menikah dengan Elizabeth Yu. Mereka dikaruniai enam anak, yakni Robina, Lance, Lisa, Faith, Hope, and Marcia.
Memasuki dekade 1960-an, John mendirikan Consolidated Food Corporation (CFC Corporation). Ia juga mengakuisisi Cebu Air Inc pada 1996. Kemudian pada 2001, maskapai tersebut telah mengoperasikan sekitar 80 penerbangan per hari ke 18 destinasi domestik.
John wafat pada 9 November 2019 di usia 93 tahun. Anak kedua sekaligus satu-satunya keturunan laki-laki John, Lance Gokongwei yang sejak awal diproyeksikan untuk kelak meneruskan kendali atas bisnis keluarga, lantas menggantikan sang ayah di JG Summit.
Lance Yu Gokongwei lahir pada 23 November 1966. Ia bersekolah di Xavier School selama beberapa tahun pertama sekolah menengah sebelum pindah ke Singapura untuk menyelesaikan pendidikannya.
Setelah itu, Lance melanjutkan pendidikan ke University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS). Ia lulus summa cum laude dengan dua gelar di bidang Keuangan dan Ilmu Terapan.
Pada akhir 1980-an, ia mulai mengambil peran lebih aktif dalam bisnis keluarga dengan terlebih dahulu menjadi management trainee di Universal Robina Corp. Saat pertama memulai kariernya, Lance pernah turun langsung menjual makanan ringan Jack ‘n Jill ke berbagai toko dan supermarket.
Dalam kurun waktu satu dekade, Lance kemudian menjadi general manager bisnis makanan bermerek Universal Robina. Pada 2013, ia menjadi CEO Universal Robina.
Saat menjadi CEO Universal Robina, Lance berhasil menggandeng Calbee dari Jepang dan Danone dari Prancis untuk bisnis keripik kentang dan minuman.
Selain itu, ia memimpin akuisisi produsen biskuit asal Selandia Baru, Griffin’s Foods, senilai US$609 juta. Universal Robina juga mengakuisisi Munchy Food Industries dari Malaysia, dan kemudian menjadi produsen biskuit terkemuka di Filipina.
Pada 1990-an pula, Sang Ayah John meminta Lance untuk menjajaki bisnis maskapai penerbangan dengan tarif terjangkau. Dari sinilah Cebu Pacific Air lahir.
Guncangan terberat di karier Lance adalah kecelakaan Cebu Pacific Penerbangan 387 pada 2 Februari 1998, salah satu tragedi penerbangan terburuk di Filipina. Pesawat tersebut menabrak lereng Gunung Sumagaya di Gingoog City dan lebih dari 100 orang di dalamnya tewas.
Lance merespons dengan cepat dan menerapkan berbagai langkah untuk memastikan kecelakaan dengan skala serupa tidak pernah terjadi lagi. Pada 2010, Cebu Pacific menjadi maskapai terbesar di Filipina. Pada Desember 2022, Lance mundur dari posisi presiden dan CEO maskapai tersebut.
Lance resmi menjadi Presiden & CEO JG Summit Holdings pada 14 Mei 2018. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Presiden dan Chief Operating Officer (COO).
Ia dan saudara-saudaranya, Lisa, Robina, Faith, Hope, dan Marcia, masing-masing memegang posisi dalam operasional Gokongwei Group. Robina memimpin operasional Robinsons Retail Holdings Inc., sementara Lisa merupakan presiden Summit Media.
Forbes menaksir kekayaan Keluarga Gokongwei mencapai US$1,9 miliar atau setara Rp33,9 triliun (asumsi kurs Rp17.796 per dolar AS).
Daftar gurita bisnis JG Summit dan porsi kepemilikan sahamnya:
– Universal Robina Corporation: saham 55,9 persen
Sektor: F&B
– Cebu Air: saham 65,5 persen
Sektor: transportasi udara
–Â Robinsons Land Corporation: saham 65,4 persen
Sektor: real estate dan hotel
– JG Summit Olefins Corporation: saham 100 persen
Sektor: petrokimia
– Goytme Bank Corporation: saham 22,7 persen
Sektor: bank digital
– JG Digital Equity Ventures, Inc: saham 100 persen
Sektor: teknologi
– Data Analytics Ventures, Inc: saham 44,5 persen
Sektor: teknologi
– DHL Summit Solutions: saham 50 persen
Sektor: logistik
– Luzon International Premier Airport Development Corporation: saham 33 persen
Sektor: infrastruktur
– Manila Electric Company: saham 26,4 persen
Sektor: distribusi energi
– Singapore Land Group Limited: saham 37,1 persen
Sektor: real estate dan hotel
– PDDT Inc: saham 11,3 persen
Sektor: telekomunikasi
– Bank of The Philippine Islands: saham 3,6 persen
Sektor: perbankan.
(pta/pta)




