Publikpos.com – Berikut adalah informasi terbaru mengenai Karhutla Masih Kepung 9 Wilayah Jatim, Pasukan BKO Polda Dikerahkan yang sedang hangat diperbincangkan.
Jakarta, —
Polda Jawa Timur mengerahkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sembilan wilayah di Jawa Timur.
Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono memimpin apel gelar pasukan BKO penanganan dan pemadaman karhutla di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10).
Dekananto mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah kebakaran meluas. Meski jumlah titik api dilaporkan menurun dan sebagian kebakaran berskala relatif kecil, namun upaya antisipasi tetap diperkuat untuk mencegah munculnya titik api baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Berdasarkan perkembangan situasi, masih terdapat beberapa titik api yang harus kita padamkan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat penanganan secara cepat dan tepat sasaran,” kata Dekananto seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu.
Selain pemadaman, personel BKO juga diminta melakukan langkah pencegahan serta mendukung penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran hutan dan lahan yang memenuhi unsur pidana.
Dekananto turut menginstruksikan jajarannya untuk memetakan lokasi kebakaran secara akurat dan memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, pemerintah daerah serta unsur terkait lainnya.
Menurut dia, penurunan jumlah titik api tidak boleh membuat petugas mengendurkan kesiapsiagaan. Potensi kebakaran baru masih perlu diantisipasi selama musim kemarau.
“Sesuai arahan Bapak Presiden dan penekanan Bapak Kapolri, penanggulangan karhutla di Jawa Timur harus maksimal. Walau titik api berkurang, kita tidak boleh lengah karena potensi kebakaran baru masih sangat mungkin terjadi selama kemarau,” tutur Dekananto.
Di sisi lain, Dekananto mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan personel selama bertugas. Para komandan lapangan diminta memastikan kesiapan anggota serta memeriksa seluruh perlengkapan keselamatan sebelum memasuki area kebakaran.
Petugas juga diwajibkan melaporkan perkembangan situasi di setiap lokasi secara berkala. Laporan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Polda Jatim menjadwalkan penugasan pasukan BKO berlangsung selama tujuh hari hingga 27 Oktober 2026. Setelah itu, kepolisian akan mengevaluasi perkembangan situasi untuk menentukan kemungkinan pergeseran atau penambahan personel.
Lebih lanjut, Dekananto berharap personel yang bertugas dapat menjalankan misi penanganan karhutla dengan baik sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sebagaimana yang selalu saya ingatkan, polisi harus lebih merakyat, bersahabat, dan bermanfaat. Hari ini rekan-rekan melaksanakan tugas yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya mengucapkan selamat bertugas, semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita semua,” ucap dia.
(dis/dal)



